Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:17 WIB. Milenial - Kemenperin andalkan ASN milenial untuk menyongsong industri digital.
  • 14:16 WIB. Bekraf - Bekraf gelar pelatihan pengetahuan manajemen keuangan untuk pelaku ekonomi kreatif Cirebon.
  • 14:14 WIB. Ekonomi - CEO Standard Chartered Bank optimis pertumbuhan ekonomi 2019 terjaga.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.
  • 14:13 WIB. Udang - Legislator meminta DKP Kulon Progo mendata jumlah petambak udang di sebelah selatan Bandara NYIA.
  • 14:12 WIB. Nelayan - Nelayan di Kab.Pesisir Selatan membutuhkan pabrik pencetak es batangan tambahan.
  • 14:11 WIB. MRT - Menhub: lokasi peletakan baru pertama MRT fase II sedang didiskusikan.
  • 14:10 WIB. Beras - Pemkab Lebak menyatakan siap memasok beras Ciberang ke pasar.
  • 14:09 WIB. NTB - Gubernur NTB inginkan NTB bisa menjadi daerah industri.
  • 14:08 WIB. Pangan - Pemerintah dinilai perlu meningkatkan koordinasi lintas sektor terkait pangan.
  • 14:07 WIB. Bawang - Harga bawang putih di Purwokerto masih tinggi, Rp35.000/kg.
  • 14:07 WIB. Ekonomi - Ekonomi Banten tumbuh 5,81 persen pada 2018.
  • 14:06 WIB. BBM - Penyaluran BBM di Kab.Kudus sepanjang Januari 2019 mengalami penurunan.
  • 14:05 WIB. Dagang - Trump mengatakan batas 1 Maret untuk perundingan perdagangan China bukan tanggal "Magis".

3 Pengusaha Teknologi Malah Jaga Keluarga dari Teknologi. Kenapa?

Foto Berita 3 Pengusaha Teknologi Malah Jaga Keluarga dari Teknologi. Kenapa?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anak-anak Melinda Gates tidak memiliki smartphone sampai mereka berusia 14 tahun dan hanya menggunakan komputer di dapur. Suaminya, Bill, menghabiskan waktu berjam-jam di kantornya membaca buku. Mark Zuckerberg dari Facebook mengatakan dia ingin anak-anaknya membaca Dr Seuss dan bermain di luar daripada menggunakan Messenger Kids. Bahkan Steve Jobs sangat membatasi penggunaan teknologi anak-anaknya di rumah.

Lebih dari separuh dunia terpaku pada gadget demi kenyamanan, tetapi para pemimpin perusahaan-perusahaan top berusaha menjauhkan keluarga mereka dari teknologi semaksimal mungkin. Mengapa?

Jurnalis politik Inggris Alice Thomson berpendapat dalam sebuah artikel di The Times,tentang dampak anak-anak menggunakan media sosial dan perlawanan keluarga pengusaha teknologi terhadap penggunaan teknologi di rumah, “Semakin banyak uang yang dapat Anda hasilkan dari industri teknologi, semakin Anda tampak melindungi keluarga Anda dari dampaknya,” tulisnya.

Pengusaha yang berkecimpung di industri teknologi tentu lebih paham tentang berbagai dampak yang diberikan dari kemajuan teknologi.

Pikiran itu Penting

Sekolah dan universitas di seluruh dunia mengadopsi cara mengajar yang canggih, termasuk aplikasi pembelajaran dan edu-tech. Meskipun ide di balik menggunakan teknik ini adalah untuk meningkatkan pengalaman pendidikan, itu mempengaruhi kebersihan mental mereka. Laporan September 2015 oleh Organisasi untuk Pembangunan Ekonomi dan Kerja Sama, yang berkantor pusat di Prancis, mengatakan bahwa sekolah belum memanfaatkan teknologi dengan cara yang benar.

Ini menyoroti bahwa bahkan negara-negara yang telah banyak berinvestasi dalam teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan telah melihat "tidak ada peningkatan yang nyata" dalam kinerja mereka dalam membaca, matematika atau sains.

Laporan penelitian oleh organisasi yang berbasis di New York, Child Mind Institute mengatakan bahwa menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan Snapchat mungkin memiliki lebih banyak efek negatif untuk anak-anak dan remaja daripada yang positif.

“Anak-anak yang menggunakan teknologi bukan karena alasan pendidikan, tetapi untuk alasan rekreasi, mereka tidak mampu menenangkan diri,” kata Catherine Steiner, dalam bukunya The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationships di Era Digital, yang diterbitkan pada tahun 2013.

Kecanduan Teknologi Bisa Berbahaya

Tentu saja, anak-anak bukan satu-satunya yang terpengaruh oleh kehadiran teknologi.

Penelitian bulan Maret tahun ini yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss, yang diterbitkan dalam Nature Partner Journal menunjukkan bahwa menatap layar ponsel dapat membuat otak dan jari lebih gelisah. Para ilmuwan Myriam Balerna dan Arko Ghosh dalam laporan itu mengatakan bahwa itu memperlambat proses berpikir kita, dan kecanduan dapat menyebabkan depresi juga.

Studi lain, yang juga diterbitkan pada Maret di Universitas Deakin Australia mengatakan kecanduan gawai telah menjadi akar penyebab yang mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan individu secara fisik dan emosional.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mencapai keseimbangan. Dalam Ted Talk 2017 tentang “Mengapa Layar Membuat Kita Kurang Bahagia”, Adam Alter, seorang penulis dan seorang psikolog berkata, “Cara kita menggunakan teknologi sangat mirip dengan mengemudi di jalan yang sangat cepat dan panjang. Setiap kali waktu makan malam saya dimulai, telepon saya pergi jauh dari meja. Kita manusia jahat dalam melawan godaan, tetapi cara cepat ini dapat membantu kita melawan teknologi sebanyak mungkin."

Oleh sebab itulah, Melinda Gates, Mark Zuckerberg, sampai Steve Jobs yang merupakan pengusaha teknologi, memberlakukan peraturan di rumahnya agar tidak kecanduan pada teknologi. Mereka berharap dampak negatif yang dihadirkan teknologi tidak menyerang keluarganya.

Tag: Entrepreneur

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02

Recommended Reading