Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:55 WIB. Pinterest - Pinterest siap melantai di Bursa AS tahun ini.
  • 12:54 WIB. Satelit - Satelit pertama Indonesia bernilai Rp3,5 triliun.
  • 12:53 WIB. NASA - NASA perringatkan SpaceX dan Boeing terkait misi luar.
  • 12:33 WIB. Messi - Messi panen sanjungan di media sosial.
  • 12:06 WIB. Apple - Bangkitkan penjualan iPhone, Apple beri cicilan tanpa bunga.
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.

Menunggak Pembayaran, Nasabah Fintech Diancam Sebar Foto Pribadi

Foto Berita Menunggak Pembayaran, Nasabah Fintech Diancam Sebar Foto Pribadi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam setahun terakhir, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengakui banjir aduan dari nasabah layanan peer to peer lending atau financial technology (fintech). Paling banyak yang diadukan terkait tunggakan pembayaran hingga ancaman penyebaran foto pribadi.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengungkapkan hampir 90% aduan datang dari konsumen yang menunggak pembayaran pinjaman. Ironisnya, para nasabah tidak berpikir panjang terhadap risiko serius yang akan dihadapi nantinya.

"Konsumen maunya cepat. Persyaratannya, percakapan via telpon, lalu mengambil foto-foto pribadi konsumen dengan baju minim yang kemudian disebarluaskan. Tentu ini mengganggu psikologis, agar mereka mengembalikan cicilan utang," ungkap Tulus saat ditemui di kantornya, Duren Tiga, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Pengaduan ini, kata Tulus, tidak hanya dialami nasabah fintech ilegal, tetapi juga fintech yang telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya perwakilan perusahaan fintech telah mendatangi kantor YLKI untuk menjelaskan masalah tersebut.

"Agak sulit posisinya kalau seperti itu karena literasinya masih rendah, sehingga konsumen tidak mengerti dan mereka tahu-tahu diteror oleh perusahaan kredit online (fintech) karena dia menunggak," tambahnya.

Dikatakan Tulus, saat ini YLKI masih menerima laporan yang intensitasnya relatif tinggi, menyusul diumumkannya fintech tidak berizin oleh Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi OJK.

"Dalam catatan kami, jumlah kredit online yang beroperasi 300-an dan sekitar 64-65 perusahaan kredit online itu terdaftar di OJK. Ini suatu hal yang ironis karena sekitar 25% kredit online yang sudah terdaftar," tuturnya.

Lebih jauh ia menilai, pinjaman berbasis online berangkat dari fenomena ekonomi digital, di satu sisi berdampak positif, tetapi di sisi lain masih banyak dampak negatifnya, baik dari sisi hulu maupun hilir.

"Jadi saya kira pemerintah tidak hanya bisa bicara sisi positifnya bahwa ada katakanlah, Rp26 triliun yang mengucur dari kredit online karena banyak sekali pelanggaran yang dilakukan perusahaan kredit online," pungkasnya.

Tag: Financial Technology (FinTech), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Mike Blake

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93