Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:40 WIB. Anies Baswedan - Pengganti Sandiaga bukan diusul satu partai tapi dua yakni PKS dan Gerindra.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Mundur dari Partai Demokrat karena mengikuti TGB dan ada hal lain.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Saya dukung Jokowi dua periode.
  • 14:31 WIB. Wagub NTB - Saya sudah mundur dari Partai Demokrat.
  • 14:06 WIB. Jubir TKN - Prabowo saja tidak mundur dari IPSI dan HKTI.
  • 14:05 WIB. Jubir TKN - Tak ada aturan Ma'ruf harus mundur dari Ketum MUI.
  • 14:02 WIB. PKS - Terpenting ialah nama Koalisi Indonesia Adil Makmur disukai masyarakat dan menang Pilpres.
  • 14:02 WIB. PKS - Penyebutan nama Koalisi Indonesia Adil Makmur sesuai selera.
  • 13:59 WIB. Demokrat - SBY titip salam ke Jokowi, begitupun sebaliknya.
  • 13:18 WIB. Bupati Pesisir Selatan - Pembangunan Jokowi beri dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
  • 13:16 WIB. Politik - Bupati Pesisir Selatan siap dipecat dari PAN karena dukung Jokowi.
  • 13:15 WIB. Bupati Halmahera Selatan - Sejumlah program Jokowi sangan menyebuth desa di seluruh wilayah.
  • 13:14 WIB. Bupati Halmahera Selatan - Saya siap dipecah dari PKS karena dukung Jokowi-Ma'ruf.
  • 13:12 WIB. Politik - Bupati Halmahera Selatan yang juga kader PKS dukung Jokowi-Ma'ruf.
  • 12:57 WIB. Tim Cook - Tim Cook optimistis China-AS capai titik tengah dari perang dagang.

Menunggak Pembayaran, Nasabah Fintech Diancam Sebar Foto Pribadi

Foto Berita Menunggak Pembayaran, Nasabah Fintech Diancam Sebar Foto Pribadi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam setahun terakhir, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengakui banjir aduan dari nasabah layanan peer to peer lending atau financial technology (fintech). Paling banyak yang diadukan terkait tunggakan pembayaran hingga ancaman penyebaran foto pribadi.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengungkapkan hampir 90% aduan datang dari konsumen yang menunggak pembayaran pinjaman. Ironisnya, para nasabah tidak berpikir panjang terhadap risiko serius yang akan dihadapi nantinya.

"Konsumen maunya cepat. Persyaratannya, percakapan via telpon, lalu mengambil foto-foto pribadi konsumen dengan baju minim yang kemudian disebarluaskan. Tentu ini mengganggu psikologis, agar mereka mengembalikan cicilan utang," ungkap Tulus saat ditemui di kantornya, Duren Tiga, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Pengaduan ini, kata Tulus, tidak hanya dialami nasabah fintech ilegal, tetapi juga fintech yang telah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya perwakilan perusahaan fintech telah mendatangi kantor YLKI untuk menjelaskan masalah tersebut.

"Agak sulit posisinya kalau seperti itu karena literasinya masih rendah, sehingga konsumen tidak mengerti dan mereka tahu-tahu diteror oleh perusahaan kredit online (fintech) karena dia menunggak," tambahnya.

Dikatakan Tulus, saat ini YLKI masih menerima laporan yang intensitasnya relatif tinggi, menyusul diumumkannya fintech tidak berizin oleh Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi OJK.

"Dalam catatan kami, jumlah kredit online yang beroperasi 300-an dan sekitar 64-65 perusahaan kredit online itu terdaftar di OJK. Ini suatu hal yang ironis karena sekitar 25% kredit online yang sudah terdaftar," tuturnya.

Lebih jauh ia menilai, pinjaman berbasis online berangkat dari fenomena ekonomi digital, di satu sisi berdampak positif, tetapi di sisi lain masih banyak dampak negatifnya, baik dari sisi hulu maupun hilir.

"Jadi saya kira pemerintah tidak hanya bisa bicara sisi positifnya bahwa ada katakanlah, Rp26 triliun yang mengucur dari kredit online karena banyak sekali pelanggaran yang dilakukan perusahaan kredit online," pungkasnya.

Tag: Financial Technology (FinTech), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Mike Blake

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16