Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:14 WIB. PBS - Gapki: perkebunan besar swasta (PBS) taar terhadap semua aturan bangun plasma.
  • 21:13 WIB. Twitter - Pendiri Twitter, Evan Williams mengundurkan diri.
  • 21:12 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR terus meningkatkan kualitas belanja anggaran infrastruktur.
  • 19:00 WIB. OSO - OSO angkat bicara soal kekerasan terhadap jurnalis di munajat 212.
  • 17:48 WIB. Prabowo - Prabowo tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan korupsi.
  • 17:47 WIB. Proliga - Bola Voli putri Jakarta BNI 46 juara tiga Proliga 2019.
  • 17:47 WIB. 212 - Jusuf Kalla serahkan intimidasi wartawan saat "Munajat 212" kepada hukum.
  • 17:46 WIB. Tomat - Harga tomat di Rejang Lebong Rp1.000/kg
  • 17:45 WIB. Jagung - Kementan: OKU merupakan sentra jagung terbesar Sumatera Selatan.

Hipmi: Nilai Tukar Rupiah Masuk Lampu Kuning

Foto Berita Hipmi: Nilai Tukar Rupiah Masuk Lampu Kuning
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Jumat (31/8/2018) dinilai sangat melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya, di mana US$1 ditransaksikan pada Rp14.725 di pasar Spot Exchange. Sementara itu, harga jual dolar AS di salah satu bank nasional tembus di atas Rp14.900 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anggawira menyatakan, depresiasi kurs rupiah terhadap dolar saat ini berbahaya dan dapat memicu terjadinya krisis moneter lagi.

"Kita tidak boleh menganggap enteng pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini yang menembus Rp14.725, hampir mendekati Rp15.000. Nanti, jika pihak swasta yang meminjam anggaran negara dan pas jatuh tempo tak mampu bayar karena beratnya kurs. Ini sangat berisiko," tutur Anggawira di Jakarta (31/08/2018). 

Anggawira yang juga pengusaha ini menambahkan, pelemahan rupiah nantinya bisa berimbas pada masyarakat. Ia rasa, kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga-harga bahan pokok dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah.

"Ya, saya khawatir. Namun, saya lebih mengkhawatirkan masyarakat kita karena harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi ini dipicu oleh nilai tukar rupiah yang melemah," sambungnya.

Lebih lanjut Anggawira mengatakan, tim ekonomi pemerintah harus bisa menahan laju depresiasi rupiah, sehingga persoalan tersebut segera terselesaikan. 

"Ya, pemerintah harus benar-benar berpikir ekstra untuk mengatasi persoalan ini. Saya lihat ini kan sepertinya kita tak ada daya. Seharusnya pemerintah dan tim ekonominya memikirkan solusi agar bisa menahan laju depresiasi nilai tukar rupiah," tutupnya. 

Sebagai informasi, berdasarkan Data Yahoo Finance pukul 12.00 WIB di pasar Spot Exchange, rupiah berada di level Rp14.725 per dolar AS atau terdepresiasi 40 poin (0,27%) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp14.685.

Level ini adalah level terendah sejak awal tahun ini. Level terendah rupiah tercatat Rp14.790 pada 20 September 2015. Melemahnya rupiah disebabkan oleh sentimen perang dagang AS-Tiongkok dan krisis ekonomi di Turki dan Argentina yang memberikan tekanan pada negara berkembang dengan defisit neraca berjalan (current account deficit). 

Lalu berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,03% ke Rp17.174,97, rupiah terhadap poundsterling melemah 0,26% ke Rp19.169, rupiah terhadap yen melemah 0,61% ke Rp132,73, rupiah terhadap yuan menguat 0,03% ke Rp2.153,42, rupiah terhadap dolar Singapura menguat 0,15% ke Rp10.756,47. 

Kemudian berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan hari ini berada di kurs tengah Rp14.711 atau terdepresiasi 56 poin dari perdagangan sebelumnya Rp14.655. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.785 (kurs jual) dan Rp14.637 (kurs beli).

Tag: Rupiah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93