Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 14:50 WIB. Ciputra Residence - Citra Maja Raya akan membangun 1.000 rumah subsidi pada 2019.
  • 14:48 WIB. Summarecon - Summarecon Bekasi segera meluncurkan klaster pinggir danau terbaru bertajuk Olive Residence.
  • 14:47 WIB. Ciputra - Ciputra Residence dan Kemenhub mengkaji penambahan rute dan halte di antara Stasiun Maja dan Citeras.
  • 14:46 WIB. SML - Sinar Mas Land resmi menggelar groundbreaking klaster The Nove Residence tahap pertama di Nuvasa Bay, Batam.
  • 14:46 WIB. Isuzu - Isuzu Astra Motor mencatatkan penjualan ritel kendaraan niaga pikap Traga sekitar 2.000 unit.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Jadi Perpanjangan Tangan Bank, Fintech Perlu Aturan Pasti

Foto Berita Jadi Perpanjangan Tangan Bank, Fintech Perlu Aturan Pasti
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Amartha Mikro Fintek Aria Widyanto menilai masih perlu aturan yang pasti untuk menjadikan teknologi finansial (fintech) sebagai perpanjangan tangan bank.

Menurutnya, dalam riis di Jakarta, Jumat (1/9/2018), financial technology (fintech) dianggap mampu menjadi perpanjangan tangan perbankan untuk menyalurkan pinjaman ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Hanya saja, upaya kolaborasi kedua industri keuangan itu masih terhalang, belum adanya aturan yang jelas mengenai channeling fintech dan perbankan," lanjutnya.

Aria mengatakan, beberapa fintech telah menjalin kerja sama dengan hampir 20 bank perkreditan rakyat di daerah-daerah untuk menyalurkan dana ke usaha ultra mikro.

Terbaru, Amartha telah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk bisa menyalurkan plafon sekitar hampir Rp100 miliar hingga kuartal I-2019.

Namun, dari pengalamannya bekerja sama dengan perbankan, Aria mengakui, upayanya kerap teradang regulasi yang belum spesifik tentang channeling perbankan ini.

"Dari Direktorat Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Financial Technology (DP3F) yang mengawasi fintech itu sangat encourage, kami bisa bekerja sama dengan bank. Tapi, mungkin dari para pengawas perbankannya itu belum terlalu well informed. Belum ada mekanisme yang formal dari OJK," tuturnya.

Sebenarnya, aturan terbaru mengenai channeling perbankan yang diterbitkan OJK tertuang dalam POJK 12 Tahun 2018. Namun, memang dalam aturan tersebut belum disusun mengenai mekanisme yang pasti untuk menjadikan fintech sebagai perpanjangan tangan dari perbankan.

Alhasil, pengawas perbankan kerap ragu untuk menjalin kerja sama channeling dengan fintech.

"Tidak dilarang, tapi tidak ada juga landasan untuk dijadikan acuan untuk ke sana," imbuhnya.

Sementara itu, peneliti Indef Bhima Yudhistira mengamini, saat ini memang belum ada aturan pasti terkait channeling perbankan terhadap fintech.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah untuk segera membuat aturan mengenai hal ini. Apalagi mengingat, sebenarnya fintech bisa sangat membantu pertumbuhan perbankan.

"Terbukti, fintech mendorong peningkatan industri perbankan 0,8%," ucapnya.

Tak sekadar itu, menurutnya, bank bisa terbantu memenuhi aturan penyaluran porsi kredit ke UMKM sebesar 20% lewat channeling dengan fintech.

"Banyak bank yang porsi kredit UMKM-nya belum 20%. Kalau lewat fintech disalurkan, catatan transaksinya kan sebagai penyaluran perbankan," tutur Bhima.

Bank Indonesia lewat PBI No 17/12/PBI/2015 mewajibkan perbankan untuk menyalurkan kredit ke UMKM sebesar minimal 20% dari total portofolio kreditnya pada 2018. Aturan ini diterbitkan guna menopang pertumbuhan UMKM di Nusantara.

Tag: Financial Technology (FinTech)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Telkomsel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing