Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:06 WIB. Jubir TKN - Prabowo saja tidak mundur dari IPSI dan HKTI.
  • 14:05 WIB. Jubir TKN - Tak ada aturan Ma'ruf harus mundur dari Ketum MUI.
  • 14:02 WIB. PKS - Terpenting ialah nama Koalisi Indonesia Adil Makmur disukai masyarakat dan menang Pilpres.
  • 14:02 WIB. PKS - Penyebutan nama Koalisi Indonesia Adil Makmur sesuai selera.
  • 13:59 WIB. Demokrat - SBY titip salam ke Jokowi, begitupun sebaliknya.
  • 13:18 WIB. Bupati Pesisir Selatan - Pembangunan Jokowi beri dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
  • 13:16 WIB. Politik - Bupati Pesisir Selatan siap dipecat dari PAN karena dukung Jokowi.
  • 13:15 WIB. Bupati Halmahera Selatan - Sejumlah program Jokowi sangan menyebuth desa di seluruh wilayah.
  • 13:14 WIB. Bupati Halmahera Selatan - Saya siap dipecah dari PKS karena dukung Jokowi-Ma'ruf.
  • 13:12 WIB. Politik - Bupati Halmahera Selatan yang juga kader PKS dukung Jokowi-Ma'ruf.
  • 12:57 WIB. Tim Cook - Tim Cook optimistis China-AS capai titik tengah dari perang dagang.
  • 12:56 WIB. Ola - Transportasi daring Ola dari India buka layanan di Selandia Baru.
  • 12:56 WIB. Acer - Acer Predator Helios 300 special edition rilis di Indonesia.
  • 12:55 WIB. Smartfren - Smartfren bidik 20 juta pelanggan baru dari kalangan milenial.
  • 12:55 WIB. Canon - Kamera mirrorless full frame Canon EOS R meluncur di Indonesia.

Begini Cara Airnav Amankan Langit Papua

Foto Berita Begini Cara Airnav Amankan Langit Papua
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menjangkau wilayah-wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) merupakan salah satu fokus pemerintah saat ini.Komitmen tersebut tercantum dalam Nawa Cita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Pemerataan ekonomi hingga menyentuh batas wilayah Bumi Pertiwi ini terus dilakukan demi terwujudnya Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Namun, kondisi wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau menuntut akses transportasi yang efektif dan efisien.

Pemerintah telah menjalankan program Tol Laut untuk menjamin distribusi barang dari wilayah Indonesia Barat ke Indonesia Timur terjaga, sehingga dapat menekan harga, terutama harga bahan pokok. Meski demikian, Tol Laut yang didukung oleh transportasi laut dan darat tidak bisa menjangkau seluruh wilayah hingga ke pelosok, contohnya di Papua karena kondisi geografisnya yang berbukit. Untuk itu, pemerintah juga menjalankan Tol Udara atau Jembatan Udara sebagai penyambung akses dari pelabuhan ke wilayah-wilayah pelosok, terutama di wilayah perbukitan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan untuk meningkatkan fasilitas navigasi di Papua dan selanjutnya menyusun aturan khusus mengenai penerbangan di Papua yang medannya berbeda dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain.

Ia memetakan dua hal yang harus ditingkatkan, yaitu alat navigasi dan kedisiplinan. "Kita terlebih dahulu konsolidasi `facts and findings' (fakta dan temuan) apa, kemudian diidentifikasi dan ada dua hal yang harus dilakukan, pertama memperbaiki alat navigasi, kedua meningkatkan disiplin," katanya.

Budi juga memerintahkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) untuk meningkatkan pelayanan dan infrastruktur secara menyeluruh guna keselamatan penerbangan di Papua.

Instruksi tersebut diwujudkan dalam peningkatan investasi baik modernisasi maupun pengadaan alat navigasi di Papua dari Rp138 miliar pada 2017 menjadi Rp156 miliar pada 2018.

Alat-alat tersebut, meliputi komunikasi (communication), navigasi (navigation), pengawasan (surveillance) dan otomatisasi (automation) atau disingkat CNS-A.

Karya Anak Bangsa Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan program modernisasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membangun Papua dengan meningkatkan konektivitas 109 bandara di Bumi Cendrawasih itu.

"Dengan kondisi geografis Papua, transportasi udara merupakan moda krusial bagi masyarakat Papua. Sehingga program modernisasi layanan navigasi penerbangan ini kami luncurkan demi meningkatkan konektivitas udara pada 109 Bandara Papua," ujarnya.

Ia berharap konektivitas udara di wilayah Papua meningkat sehingga turut menunjang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Program modernisasi tersebut dituangkan salah satunya dalam pemasangan tujuh alat navigasi yang dinamakan

"Automatic Dependent Surveillance-Broadcast" atau pelacak posisi pesawat otomatis yang diperoleh dari sinyal "Global Navigation Satelite System" (GNSS). Tujuh wilayah tersebut, di antaranya Wamena, Sentani, Oksibil, Dekai, Senggeh, Borme dan Elelim.

Dengan adanya ADS-B, pemanduan pesawat lebih presisi dibandingkan radar karena radar menembak sinyal di ketinggian tertentu, sementara di Papua rata-rata pesawat melakukan terbang rendah lantaran kondisi alamnya yang berbukit-bukit.

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto mengatakan salah satu tujuan dipasangnya sistem navigasi menggunakan ADS-B, yaitu untuk mengurangi tingkat kecelakaan.

"Posisi pesawat itu semakin akurat dan diharapkan kecelakaan akan semakin berkurang," katanya.

Selama ini sebagian besar penerbangan di Papua mengandalkan visual (visual flight rules), kelemahannya adalah ketika kabut naik, maka akan sulit menentukan posisi serta waktu yang tepat untuk melakukan tinggal landas atau mendarat.

Sehingga, kata Novie, dengan adanya ADS-B tidak perlu lagi menggunakan VFR karena sudah bisa dengan instrumen (Instrument flight rules). Salah satu kelebihan dari ADS-B yang digunakan di tujuh wilayah tersebut adalah karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Inti.

Meskipun harganya jauh lebih terjangkau karena buatan dalam negeri, namun kualitasnya tidak kalah dengan produk luar negeri. Selain itu, kebutuhan listrik ADS-B sangat rendah, sehingga saat ideal untuk memandu penerbangan di Papua di mana ketersediaan listriknya masih terbatas.

Saat ini baru terpasang tiga ADS-B, hingga akhir tahun menjadi tujuh ADS-B dan 11 ADS-B pada 2019. Konektivitas 109 bandara serta pemasangan tujuh ADS-B merupakan bagian dari 33 program yang akan direalisasikan.

Lebih Baik Lagi Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) Bidang Penerbangan Tidak Berjadwal Denon Prawiraatmadja mengaku mendapatkan respon yang positif dari sejumlah operator penerbangan setelah dilakukan modernisasi sistem navigasi di Papua. Namun, Ia menilai perlu ditambah lagi karena cakupan wilayah Papua yang begitu luas serta pergerakan pesawat yang tinggi, yaitu 146.676 pergerakan per tahun.

"Sudah banyak respon positif dari operator karena 'instrument contact'-nya lebih bagus, kita harapkan lebih banyak lagi dan operator juga lebih peduli akan keselamatan penerbangan di Papua," katanya.

Selain memodernisasi dari sisi infrastuktur, Airnav Indonesia memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut putra-putri terbaik Papua untuk memenuhi personel navigasi penerbangan.

Program tersebut, yaitu beasiswa untuk pendidikan bidang navigasi penerbangan Papua yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan.

Setelah lulus pendidikan, kemudian diangkat dan diterima sebagai karyawan Airnav dan ditempatkan di bandara-bandara terdekat dengan daerah asal masing-masing.

Saat ini, total penambahan SDM asli Papua, yaitu 52 orang dengan alokasi anggaran Rp2,5 miliar pada 2018 atau meningkat dari Rp1,1 miliar pada 2017.

Semakin meningkatnya kualitas serta kapasitas baik dari segi infrastruktur maupun SDM, diharapkan Airnav Indonesia terus berkontribusi dalam upaya peningkatan keselamatan dan keamanan yang merupakan aspek inti dari sektor penerbangan.

Lebih jauh lagi, Airnav Indonesia dapat menjembatani pemerataan ekonomi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tag: AirNav Indonesia, Papua

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/R Rekotomo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16