Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:45 WIB. Bakrieland - Bakrieland Development bersiap garap sembilan proyek anyar.
  • 12:41 WIB. Sriwijaya Air - Utang Sriwijaya Air kepada Garuda Indonesia mencapai US9,3 juta.
  • 12:41 WIB. Obligasi - Bank BRI hentikan PUB II obligasi sampai tahap IV dan menghimpun dana sebesar Rp17,2 triliun. 
  • 12:38 WIB. Lippo Malls  - Pascakebakaran, Pejaten Village tetap beroperasi.
  • 12:22 WIB. IHSG - IHSG ditutup menghijau di level Rp5.906,77 di akhir sesi perdagangan I.
  • 11:00 WIB. Otomotif - Avanza dan Jazz bersaing curi perhatian pasar mobil bekas.
  • 10:59 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal rilis AirPro 2 akhir tahun ini.
  • 10:59 WIB. Indosat - Indosat masih gantung nasib Paypro.
  • 10:56 WIB. First Media - Internet dan TV kabel First Media tetap jalan jika izin Bolt dicabut.
  • 10:52 WIB. NATO - NATO lirik startup untuk pengembangan teknologi militel.
  • 10:52 WIB. Grab - Grab mulai samarkan nomor telepon penumpang agar driver tidak usil.
  • 10:51 WIB. Netflix - Netflix siapkan paket nonton murah Rp60 ribu per bulan.
  • 10:48 WIB. Garuda - Garuda Indonesia dan Citylink sediakan WiFi gratis mulai 2019.
  • 09:57 WIB. Rupiah - Hari ini, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp14.792-Rp14.779.
  • 09:57 WIB. Dolar - Dolar AS melemah di level Rp14.745. 

Guna Tekan Pelemahan Rupiah, Kebijakan Fiskal Diminta Segera Direalisasikan

Foto Berita Guna Tekan Pelemahan Rupiah, Kebijakan Fiskal Diminta Segera Direalisasikan
Warta Ekonomi.co.id, Pontianak -

Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Eddy Suratman mengatakan, pemerintah harus segara mengambil dan merealisasikan kebijakan fiskal agar anjloknya nilai tukar rupiah yang sudah mencapai di atas Rp14.600 per dolar AS bisa ditekan.

"Pemerintah saat ini sudah bekerja dan satu di antaranya dalam hal kebijakan fiskal. Untuk kebijakan fiskal sudah direncanakan. Namun hal itu harus segera direalisasikan agar anjloknya rupiah bisa ditekan," ujarnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (2/9/2018).

Ia menyebutkan rencana kebijakan fiskal yang akan diambil pemerintah yakni terkait kebijakan kenaikan tarif impor. Hal itu mengingat saat ini neraca perdagangan Indonesia defisit atau nilai impor lebih besar daripada ekspor.

"Kebijakan fiskal penting terutama kenaikan tarif pajak impor agar bisa menekan impor tersebut. Tentu dalam kebijakan yang ada nanti harus memperhatikan komoditas apa saja yang harus dinaikkan tarifnya agar tidak menganggu industri dalam negeri. Sebab impor yang ada kebanyakan untuk barang modal atau kebutuhan industri dalam negeri," papar dia.

Menurut dia, anjloknya rupiah saat ini tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal. Untuk eksternal karena Amerika Serikat (AS) akan menaikan suku bunganya, sehingga memicu dolar AS kembali. Kemudian pada saat yang sama, saat ini terjadi perang dagang antara Tiongkok dan AS.

"Belum lagi sekarang terjadi juga krisis di Turki dan Argentina. Argentina sudah meminjam lagi ke IMF senilai US$50 miliar seperti sebelumnya yang tidak begitu lama. Argentina juga menaikan suku bunganya 60%. Hal tersebut tentu mempengaruhi perekonomian berbagai negara termasuk Indonesia," papar dia.

Sementara, kata Eddy, untuk pengaruh internal yang mengakibatkan anjloknya rupiah karena neraca perdangan di Indonesia defisit seperti tergambar pada Juli 2018 mencapai US$2 miliar.

"Defisit neraca perdagangan menandakan impor lebih besar daripada ekspor. Dengan impor berarti kita banyak mengeluarkan devisa negara dan pada sisi ekspor rendah. Sehingga kebutuhan dolar AS tinggi sehingga menekan nilai tukar rupiah," jelas dia.

Pada sisi lain Bank Indonesia (BI), lanjut Eddy, juga sudah bekerja untuk mengatasi gejolak ekonomi Indonesia dengan menaikan suku bunga menjadi 5,5%.

"BI tentu sudah bekerja dan terus memantau kondisi yang ada. Kembali persoalan ini bukan hanya diselesaikan dengan kebijakan moneter tetapi fiskal. Rencana yang ada harus segera direalisasikan. Semoga kondisi ini segera diatasi dan nilai rupiah dan ekonomi Indonesia terus membaik," harapnya.

Tag: Rupiah, Fiskal

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: REUTERS/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00