Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.
  • 05:53 WIB. EPL - Leicester City 1 vs 4 Crystal Palace
  • 05:51 WIB. EPL - Newcastle United 2 vs 0 Huddersfield Town
  • 05:50 WIB. EPL - AFC Bournemouth 1 vs 1 Wolverhampton Wanderers
  • 05:49 WIB. EPL - Burnley 2 vs 1 Tottenham Hotspur

Uji Coba Rujukan Online JKN-KIS Masuki Fase Kedua

Foto Berita Uji Coba Rujukan Online JKN-KIS Masuki Fase Kedua
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

BPJS Kesehatan mengungkapkan, uji coba atau pilot project rujukan online memasuki fase kedua. Seperti diketahui, per 15 Agustus 2018 lalu, BPJS Kesehatan menerapkan uji coba rujukan online yang terbagi menjadi 3 fase sampai 30 September 2018.

Per 1–15 September 2018, implementasi rujukan online memasuki fase ke-2 dan diharapkan dalam fase ini berbagai evaluasi dan masukan dapat diakomodir, sehingga dalam fase uji coba selanjutnya sampai dengan penerapan 1 Oktobber 2018 berjalan lancar tanpa terkendala.  

"Banyak hal positif yang diperoleh dari uji coba selama fase 1, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal praktiknya. Lalu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi P-Care," jelas Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddin dalam Ngopi Bareng JKN di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Selain itu, uji coba ini ditujukan agar Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) teredukasi untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana, serta mulai dikenalnya konsep rujukan online bagi peserta. 

Arief menjelaskan, dari uji coba fase 1 terdapat 19.937 FKTP yang mengakses P-Care secara real-time online dan siap memasuki fase 2. Untuk FKTP yang belum dapat mengakses P-Care karena kendala jaringan komunikasi dan data (jarkomdat) dimungkinkan untuk menggunakan rujukan manual, sampai tersedianya jarkomdat di wilayah FKTP tersebut.

Dari hasil uji coba fase 1, BPJS Kesehatan menerima masukan konstrukstif dari FKTP, FKRTL, maupun peserta terhadap beberapa kondisi kasuistik yang menjadi tantangan di lapangan. Misalnya, ada data dokter spesialis/subspesialis yang kurang lengkap, mapping rumah sakit tujuan rujukan yang belum sesuai, dan rujukan kasus khusus yang belum seluruhnya terakomodir dalam sistem.

Menanggapi hal tersebut, Arief mengatakan, memasuki uji coba fase 2, telah dilakukan berbagai penyempurnaan. Pertama, kemudahan FKRTL dalam melakukan edit data kompetensi dan sarana di aplikasi Health Facilities Information System (HFIS).

Kedua, dilakukan perbaikan data mapping FKRTL (rumah sakit dan klinik utama), yaitu fasilitas kesehatan rujukan mana saja yang bisa dirujuk dari Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama berdasarkan jarak dan kompetensinya.

Ketiga, penambahan fitur untuk rujukan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus, seperti kanker, hemodialisa, thallasemia, hemofilia, transplantasi hati, transpalantasi ginjal, TB, jiwa, dan kusta. 

"Kami mengharapkan faskes terus secara proaktif memberikan data-data profil pelayanan di rumah sakit yang dibutuhkan dalam implementasi rujukan online melalui aplikasi HFIS," ucap Arief.

Arief berharap penyempurnaan tersebut dalam fase 2 ini, pelaksanaan sistem rujukan online akan semakin baik dan dirasakan manfaatnya oleh peserta. Pada jangka panjang, digitalisasi rujukan ini akan mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan.

Sampai 1 September 2018, tercatat 201.660.548 jiwa penduduk di Indonesia menjadi peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 22.467 FKTP, 2.430 rumah sakit (termasuk klinik utama), 1.546 apotek, dan 1.091 optik.

Tag: BPJS Kesehatan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93