Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:42 WIB. Smartfren - Smartfren permanenkan paket unlimited Rp65.000.
  • 06:40 WIB. IKEA - Platform pertukangan IKEA ekspansi ke Kanada.
  • 06:27 WIB. Honor - Ponsel gaming Honor Play dipastikan tak masuk Indonesia.
  • 06:24 WIB. Smartfren - Smartfren siap pakai e-SIM untuk iPhone XS dan XR.
  • 06:21 WIB. Honor - Honor 9i masuk Indonesia, harga mulai Rp2,6 juta.
  • 05:22 WIB. Asia - Pasar Asia positif meskipun terjadi eskalasi perang perdagangan AS-China.
  • 05:21 WIB. Eropa - Saham Eropa tetap stabil pada penutupan karena konflik perdagangan AS-China meningkat.
  • 05:20 WIB. the Dow - Dow melonjak sekitar 185 poin karena guncangan perdagangan AS-China terbaru tidak seburuk yang dikhawatirkan.
  • 05:19 WIB. Emas - Emas jatuh karena ketegangan perdagangan membuat dolar bertahan.
  • 05:19 WIB. Minyak - Minyak mentah AS naik 1,4%, menetap di $69,85 per barel, seiring tanda-tanda OPEC yang tidak meningkatkan output.
  • 05:16 WIB. Moskow - Israel melaporkan jika utusannya di Moskow diperiksa oleh kementerian luar negeri Rusia.
  • 05:15 WIB. NAFTA - Justin Trudeau di bawah tekanan mengenai kesepakatan NAFTA dengan AS.
  • 05:14 WIB. Pentagon - Jim Mattis menolak laporan yang mengabarkan jika dirinya akan meninggalkan pemerintahan Trump.
  • 05:13 WIB. Dolar - Dolar naik vs yen karena investor menghindari perang perdagangan.
  • 05:13 WIB. Afsel - Pengadilan tertinggi Afrika Selatan memberi lampu hijau untuk penggunaan ganja secara pribadi.

Kemenperin Tepis Terjadi Perlambatan Industri

Foto Berita Kemenperin Tepis Terjadi Perlambatan Industri
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perindustrian menampik tudingan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi. Pasalnya, investasi sektor manufaktur dari dalam dan luar negeri masih agresif, sehingga jumlah pabrikan terus tumbuh dan terjadi peningkatan pada penyerapan tenaga kerja.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan, pihaknya optimistis, sektor industri masih dan akan terus mengalami pertumbuhan.

"Apalagi, pemerintah saat ini fokus untuk mentransformasi ekonomi menuju negara yang berbasis industri," kata Ngakan di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Menurut Ngakan, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim invetasi yang kondusif, seperti melalui pemberian insentif fiskal dan kemudahan perizinan usaha.

"Seiring upaya tersebut, kami menjalankan kebijakan hilirisasi guna mendorong industri bisa menciptakan nilai tambah tinggi terhadap bahan baku dalam negeri, sehingga dapat menghasilkan devisa dari ekspor," tuturnya.  

Ngakan menegaskan, di mata internasional, Indonesia dipandang sebagai salah satu negara industri terbesar di dunia. Hal ini berdasarkan laporan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) yang menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke-9 dunia sebagai negara penghasil nilai tambah terbesar dari sektor industri.

Selain itu, apabila dilihat dari persentase kontribusi industri, Indonesia masuk dalam jajaran 4 besar dunia.

"Indonesia juga mengalami peningkatan pada Global Competitiveness Index yang saat ini mengalami kenaikan di posisi ke-36 dari sebelumnya peringkat ke-41," imbuhnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menjadi kontributor terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai mencapai 19,83% pada triwulan II-2018. Sementara untuk pertumbuhan industri pengolahan nonmigas berada di angka 4,41%, lebih tinggi dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu sebesar 3,93%.

Adapun sektor-sektor yang menjadi penopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas di kuartal dua tahun ini, antara lain industri karet, barang dari karet dan plastik yang tumbuh sebesar 11,85%. Kemudian diikuti industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 11,38%.

Selanjutnya, pertumbuhan industri makanan dan minuman tembus 8,67%, serta industri tekstil dan pakaian jadi mencapai 6,39%. Kinerja dari sektor-sektor manufaktur tersebut mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sehingga sektor manufaktur sering disebut menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia karena kontribusinya mencapai 18-20%," pungkasnya.

Tag: Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,995.15 3,954.83
British Pound GBP 1.00 19,701.15 19,499.46
China Yuan CNY 1.00 2,185.58 2,163.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,983.00 14,833.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,745.81 10,632.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.90 1,890.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,914.99 10,799.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,497.15 17,319.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.72 3,575.94
Yen Jepang JPY 100.00 13,387.24 13,250.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16