Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:47 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Dikhawatirkan tudingan pemasang poster 'raja Jokowi' menjadi fitnah.
  • 17:47 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Menyarankan petinggi PDIP meminta maaf atas tuduhan pemasang poster 'raja Jokowi'.
  • 17:44 WIB. Bawaslu - Jika penangganan Bawaslu tak sesuai kode etik, silahkan dilaporkan ke DKPP.
  • 17:44 WIB. Bawaslu - Kami akan sangat hati-hati terhadap laporan tipa timses capres-cawapres.
  • 17:44 WIB. Bawaslu - Tren saat ini masing-masing timses capres-cawapres saling melaporkan pelanggaran.
  • 17:42 WIB. Said Aqil Siradj - Perda Agama dikeluarkan sesuai dengan konteksnya seperti banyak pelacuran, minuman keras.
  • 17:41 WIB. Said Aqil Siradj - Saya tidak sependapat dengan PSI soal penolakan Perda Agama.
  • 16:32 WIB. Grace Natalie - Agama tidak boleh dijadikan sebagai alat politik.
  • 16:32 WIB. Grace Natalie - Penolakan Perda Agama karena ingin menempatkan agama di tempat tertinggi.
  • 16:32 WIB. Grace Natalie - PSI tidak anti-agama mana pun.
  • 16:31 WIB. Grace Natalie - Kita siap mengikuti proses hukum yang dilaporkan Eggi Sudjana.
  • 16:29 WIB. Djarot Saiful Hidayat - PKI dilarang di Indonesia dan sudah dibubar sejak 1965.
  • 16:29 WIB. Djarot Saiful Hidayat - Isu mengenai PDIP disebut PKI selalu muncul di tahun politik.
  • 16:29 WIB. Djarot Saiful Hidayat - PDIP berideologi Pancasila dan melawan komunisme.
  • 16:29 WIB. Djarot Saiful Hidayat - PDIP tidak identik dengan PKI.

Sistem Kerja Perusahaan Ini Mulai Diterapkan di Beberapa Negara. Efektif untuk Indonesia?

Foto Berita Sistem Kerja Perusahaan Ini Mulai Diterapkan di Beberapa Negara. Efektif untuk Indonesia?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ada pro dan kontra untuk bekerja empat hari selama seminggu. Mampukah perusahaan Anda menyesuaikan diri?

Karyawan terbiasa mengerjakan pekerjaan umum dari Senin hingga Jumat, tetapi saat ini, lebih banyak negara yang mengadaptasi minggu kerja hanya empat hari.

Kongres Filipina, misalnya, baru-baru ini menyetujui House Bill 6152 Agustus lalu, memungkinkan minggu kerja hanya empat hari. Lulus dari premis "Mempromosikan daya saing bisnis, efisiensi kerja, dan produktivitas tenaga kerja," RUU itu sekarang memberi perusahaan Filipina pilihan untuk memungkinkan karyawan bekerja empat hari seminggu, tetapi mereka harus bekerja hingga 12 jam sehari, sebagaimana tercantum dalam laporan CNN Filipina.

Beberapa pengusaha di sana khawatir bahwa karyawan mungkin merasa terlalu banyak bekerja. Jai Ho, pelatih kepala di Coachman Transport Services, mengatakan bahwa meskipun tergantung pada orang-ke-orang, ada kesempatan lebih besar bagi seorang karyawan, tidak terbiasa bekerja lebih lama, menjadi kurang produktif.

Alasan umum pemimpin perusahaan memilih untuk kerja empat hari seminggu adalah meningkatnya kemacetan di kota-kota Asia Tenggara. Jakarta, Bangkok, dan Manila, khususnya, terkenal dengan lalu lintas yang padat, peringkat di antara daftar The Telegraph 2017 untuk "10 Besar Lalu Lintas Terburuk di Dunia."

"Ini minggu kerja terkompresi mungkin menjadi jawaban untuk kesengsaraan lalu lintas," dugaan Henry Motte-Muñoz, pendiri Edukasyon.ph, "tetapi itu bukan solusi jangka panjang yang berkelanjutan." Menurut Muñoz, jam kerja tambahan mengakibatkan penyakit dan akan membuat tekanan lebih banyak bagi karyawan.

Pencari Digiteer yang berbasis di Manila, Paolo Rentero mengatakan bahwa permulaannya selalu mengamati bekerja empat hari seminggu.

“Saya percaya itu awalnya karena lalu lintas yang padat selama hari Jumat,” kata Rentero, menambahkan pengaturan tidak pernah mempengaruhi produktivitas timnya, “tim kami sangat berorientasi pada hasil dan telah menghargai kerja empat hari seminggu sebagai semacam jeda dari perjalanan sehari-hari kami. Kebijakan ini bahkan telah berkontribusi pada budaya yang lebih bahagia di dalam perusahaan kami,” katanya.

Tag: Entrepreneur

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35