Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Industri Furniture dalam Negeri Butuh Dukungan Teknologi

Foto Berita Industri Furniture dalam Negeri Butuh Dukungan Teknologi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Minat pasar furniture saat ini mengalami pergeseran dari yang semula membeli produk jadi ke toko beralih ke pememesan model tertentu. Mendukung tren pasar teresebut saat ini industri furnitur telah didukung dengan teknologi yang memudahkan pembuatan furnitur secara cutom. 

Demikian diungkapkan oleh Hau Bintoro, owner dari Olympic Furniture Indonesia. Dia mengatakan, di Olympic sendiri tahun ini mulai mengikuti tren tersebut. Istilahnya jemput bola, mendatangi konsumen untuk menawarkan produk yang dapat dipesan secara custom. 

"Alatnya kami beli dari jerman, investasinya mencapai Rp2,3 miliar," ujar Hau. 

Tren bisnis Furniture di Indonesia sendiri menurut Hau juga masih menjanjikan. Olympic yang memiliki segmen menengah ke bawah tahun 2017 masih mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 20%. 

Pasar Olympic saat ini 80% lokal dan 20% ekpor. Beberapa tahun terakhir permintaan lokal mengalami penurunan, namun masih mencatatkan keuntungan. 

"Daya beli masyarakat lokal turun, ada sifting ke online juga, tapi bukan untuk Furniture tapi makanan. Makanya salah satu strategi kami (untuk kembali mendongkrak permintaan paar lokal) menawarkan produk custom tadi," ujar Hau. 

Masih bagusnya pasar furniture Indonesia juga diungkapkan oleh Adi, ketua pengrajin Furniture dan Mebel, dia mengungkapkan, ekpor tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 5%. Perang dagang Amerika-Cina juga dinilai menguntungkan Indonesia, karena menjadi alternatif impor barang dua negara tersebut. 

"Saat ini rupiah melemah, ini juga bagus untuk iklim ekspor furniture Indonesia," ujar Adi. 

Masih menariknya industri furniture Indonesia juga ditandai adanya pameran seperti International Furniture Manufacturing Components (IFMAC) dan International Wood Working Machinery (WooDac) yang bakal digelar 26-29 September mendatang, di JI Expo Kemayoran. Pameran teresbut telah menjadi ajang tahunan yang digelar sebanyak 7 kali termasuk di Indonesia. 

Sofianto Widjaja, General Manager, PT Wahana Kemalaniaga Makmur selaku penyelenggara pameran mengungkapkan, dalam setiap pergelaran pameran terebut terus mengalami peningkatan. Di pameran pertama hanya diikuti 57 peserta, tahun ini akan diikuti 300 peserta, yang berasal dari berbagai negara, seperti China, Jepang, Korea, dan negara-negara Eropa seperti Jerman, Italy Perancis, dan lainnya. 

"Dalam pameran itu biasanya juga akan terjadi transfer ilmu, tentang teknologi-teknologi terbaru dalam perkembangan industri furniture dunia. Makanya melalui kegiatan ini akan membuat industri furniture dalam negeri akan semakin maju," ujar Sofianto.

Adapun perusahaan yang akan memamerkan teknologinya, antara lain Alphacam, CAD+T, Phyta, erta Cabinet Vision. Di sisi persemian kayu, pelaku industri seperti Suryamainka Semestaraya, CM Group, Biesse, Homag, Felder Group, dan sebagainya.

Tag: Furnitur

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi