Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Realisasikan T+2, BEI Bakal Bujuk PSP Masuk Program SLB

Foto Berita Realisasikan T+2, BEI Bakal Bujuk PSP Masuk Program SLB
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memastikan awal pelaksanaan penyelesaian transaksi dua hari atau T+2 berjalan lancar tengah membujuk para pemegang saham pengendali (PSP) dari 10 emiten untuk masuk dalam program Securities Lending and Borrowing (SLB).

Namun, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo menyatakan jika pelaksanaan program SLB masih terkendala dengan minimnya pihak yang tertarik menjadi peminjam efek atau lender.

“Kita tetap usahakan, terutama dari sisi resource lender-nya yang masih jadi tantangan,” ucapnya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut Laksono, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan beberapa institusi yang melakukan investasi dengan porsi besar di bursa dan para pemegang saham pengendali (PSP) emiten, agar mau meminjamkan sahamnya dalam program SLB.

“Kita juga menghubungi secara informal para pemilik emiten, sampai saat ini ada PSP dari 10 emiten yang tergolong LQ45,” teranhnya.

Seperti diketahui, penerapan penyelesaian transaksi dua hari atau T+2 akan dilakukan pada tanggal 26 November 2018. Pada masa peralihan dari T+3 maka transaksi tanggal 23 dan 26 November 2018 akan diselesaikan pada tanggal 28 November dan pada titik inilah rawan terjadi gagal serah efek.

Hal itu disampaikan Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi di gedung Bursa Efek Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Resiko pada saat masa peralihan dari T+3 ke T+2 adalah gagal serah efek sampai 20% - 25% dari nilai transaksi,” kata dia.

Hanya saja, lanjut dia, BEI, KSEI dan KPEI telah menyiapkan berapa langkah untuk mencegah hal tersebut. Rincinya, pihaknya akan melakukan sosialiasi kepada seluruh anggota bursa (AB), investor dan Bank Kustodian.

Disamping, kata dia lagi, pihaknya akan mengajak pelaku pasar seperti Anggota Bursa, emiten dan lembaga asuransi untuk aktif dalam SLB (Securities Lending and Borrowing).

“Sistem lending and borrowing atau pinjam meminjam efek sudah ada tapi jarang digunakan,” jelas dia.

Padahal, jelas dia, SLB akan mengurangi risiko pelaku pasar gagal serah efek dan terkena denda alternate cash settlement (ACS) sebesar 125% dari nilai saham yang gagal serah.

“Selain mencegah gagal serah, pinjam memimjam efek sebenarnya memberi keuntungan kepada pelaku,” jelas dia.

Ia merinci, setiap transaksi pinjam meminjam efek lewat KPEI akan dikenakan bunga 15% pertahun bagi peminjam dan 12% bagi yang meminjam. “Selisih tiga persen itu baru untuk KPEI,” pungkasnya.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56