Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:14 WIB. Ekspor - Kemenko maritim menyambut baik dukungan BPOM untuk ekspor garam kristal.
  • 19:12 WIB. Listrik - Diskon tarif listrik 900 VA tingkatkan daya beli.
  • 19:11 WIB. Ekspor - Kemenperin memacu ekspor lima sektor industri yang pertumbuhannya di atas 5%.
  • 19:10 WIB. Debat - Debat kedua diamankan 2.981 personel gabungan.
  • 19:09 WIB. AirAsia - AirAsia indikasikan ada intervensi kompetitor ke agen perjalanan online.
  • 19:08 WIB. VAR - Kementan kirim 9.000 dosis VAR ke NTB.
  • 19:07 WIB. Debat - Jokowi bukan hanya menekankan soal infrastruktur saat debat capres kedua.
  • 19:06 WIB. TCL - TCL sedang membuat 5 gawai yang bisa dilipat jadi jam tangan.
  • 19:03 WIB. Bola - Persija 2-2 Tira-Persikabo.
  • 19:03 WIB. Debat - Jokowi bakal All Out di debat capres kedua (17/2/2019).

Ekonom: Kondisi Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998

Foto Berita Ekonom: Kondisi Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Krisis moneter 1998 yang dipicu oleh krisis mata uang negara berkembang memang sedikit mirip dengan kondisi saat ini dimana mata uang negara berkembang termasuk Indonesia terus mengalami pelemahan. Pada tahun 1998 krisis dimulai dari Thailand dan Indonesia. Dan di 2018 dimulai dari Turki, Argentina dan merembet ke negara berkembang lain.

Berdasarkan data Bloomberg, hari ini, Selasa (04/09/2018), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 120 poin atau terdepresiasi 0,81% ke level Rp14.935 per dolar AS pada penutupan perdagangan. Nilai tukar Rupiah merosot ke level terendah terhadap Dolar AS sejak krisis keuangan Asia 1998 atau 20 tahun terakhir.

Namun kondisi saat ini jelas berbeda dengan kondisi Indonesia saat mengalami krisis moneter 1998. Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, dari segi kesiapan saat menghadapi krisis, fundamental Indonesia sangat siap dan cukup kuat terlihat dengan perbaikan rating utang yang signifikan.

"Tahun 1998 rating Fitch anjlok hingga B- dengan outlook Negatif. Tahun 2018 per September Fitch memberikan rating utang BBB dengan outlook Stabil," ujar Bhima di Jakarta, Selasa (04/09/2018).

Kemudian dari segi pertumbuhan ekonomi juga jelas sangat berbeda. Kinerja pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 merosot ke -13,6%, sementara saat ini pertumbuhan ekonomi berada di 5,2% per triwulan II 2018. Lalu dilihat dari kacamata inflasi, pada krisis 1998 Inflasi sempat naik hingga 77%, namun sekarang cukup stabil dibawah 3,5%.

"Pelemahan kurs rupiah belum terlihat dampaknya pada Agustus 2018 yang justru mencatatkan deflasi," jelas Bhima.

Adapun fundamental lain seperti Cadangan devisa tahun 1996 sebelum krisis berada diangka US$18,3 miliar. Hal ini berbeda dengan cadangan devisa saat ini yang berada dikisaran US$118,3 miliar.

"Kemampuan Bank Indonesia (BI) untuk intervensi Rupiah melalui cadangan devisa jauh diatas kemampuan tahun 1996 sebelum menghadapi krisis," paparnya.

Meskipun beberapa indikator menunjukkan perbaikan, namun Bhima mencermati masih defisitnya transaksi berjalan Indonesia. Pada triwulan II 2018 defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai US$8 miliar menembus 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Negara dengan defisit transaksi berjalan sangat rentan terpapar krisis ekonomi. Turki dan Argentina kedua nya memiliki defisit transaksi berjalan yang cukup lebar," tukas Bhima.

Tag: Nilai Tukar Rupiah

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31