Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:57 WIB. Apple - Apple buka blokir Tumblr yang mulai bersih-bersih konten porno.
  • 18:55 WIB. MediaTek - MediaTek rilis Helios P90.
  • 18:53 WIB. Huawei - Huawei P30 Pro bakal pakai layar OLED.
  • 16:09 WIB. AP II - AP II resmi mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap I 2018 sebesar Rp750 miliar di pasar modal.
  • 16:08 WIB. BTN - BTN membidik penjualan aset sebesar Rp600 miliar di tahun depan lewat KPR Lelang.
  • 16:03 WIB. Infrastruktur - Jembatan Batang Kula jalur Padang-Bukittinggi, sudah bisa dilalui besok.
  • 16:02 WIB. IHSG - Akhir pekan ini IHSG ditutup melemah 0,13% ke level 6.169,84.  
  • 14:02 WIB. Youtube - Youtube hapus 58 juta video spam.
  • 14:02 WIB. Grab - Grab yakin bakal jadi Decacorn pertama di Asia Tenggara.
  • 14:01 WIB. Fintech - Sejumlah situs fintech ilegal masih bisa diakses.
  • 14:01 WIB. Jepang - Cegah monopoli, Jepang akan perketat regulasi untuk Google cs.
  • 14:01 WIB. Renault - Renault pilih tak pecat Carlos Ghosn.

Pascagempa, Masyarakat NTB Bangun Risha Didampingi Kementerian PUPR

Foto Berita Pascagempa, Masyarakat NTB Bangun Risha Didampingi Kementerian PUPR
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun musala menggunakan konstruksi rumah tahan gempa teknologi, Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Proses pembangunan ini didampingi insinyur muda CPNS dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RAkyat (PUPR) yang dibantu mahasiswa dan relawan. 

Seorang warga asli Desa Pengempal Indah, Karang Anyar, Sandubaya, Mataram, Mariani mengatakan tertarik menggunakan konstruksi Risha. Dia semakin tertarik setelah menghibahkan tanah untuk pembangunan musala dan menyaksikan langsung proses pembangunan.

"Dengan dibangunnya bangunan contoh berupa musala menggunakan konstruksi tahan gempa seperti ini, saya bersama warga lain setuju dengan konsep bangunan Risha, dan insya Allah ingin juga membangun ketika dana bantuan dari pemerintah kami terima," kata Mariani dalam rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Rabu (5/9/2018).

Mariani menambahkan, bangunan Risha memiliki kelebihan struktur yang padat, sederhana, dan proses pembangunannya cepat, sehingga tidak membutuhkan banyak biaya.

Arifin, warga lain, mengatakan bahwa kehadiran Risha membantu percepatan pembangunan kembali rumah-rumah yang telah roboh karena gempa. Arifin yang juga terlibat dalam pembangunan musala dengan konstruksi Risha menilai konstruksinya sangat mudah diterapkan.

"Kalau masalah pembangunan tidak terlalu susah karena pakai baut saja. Kemarin, kami diajari sebentar oleh tim Rekompak dan langsung paham," katanya.

Membangun dengan konstruksi Risha, kata Arifin, memakan waktu lebih sedikit daripada konstruksi biasa. Menurutnya jika menggunakan konstruksi biasa, satu rumah baru bisa selesai dalam waktu 1,5 bulan. Sementara dengan Risha, musala saja bisa dibangun dalam waktu seminggu.

Dia berencana membangun kembali rumahnya dengan konstruksi Risha. Menurut Arifin, banyak warga lain yang juga tertarik menggunakan konstruksi Risha. Nantinya, warga bergotong royong membangun rumah. Insinyur muda dari PUPR akan mendampingi warga saat proses pembangunan.

"Kami buat 10 orang untuk membangun rumah Risha. Saling bantu. Saya juga bantu tetangga lain," kata Arifin. 

Sementara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan bisa rampung dalam waktu enam bulan, sehingga kehidupan sosial ekonomi masyarakat cepat pulih.  

Guna merealisasikan target tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB untuk membuka depo bahan bangunan di tingkat kecamatan/desa untuk memberi kemudahan dan akses kepada masyarakat yang membutuhkan material konstruksi, seperti semen, besi, dan pasir. Depo bahan bangunan diharapkan menjamin ketersediaan stok dalam jumlah cukup dan harga terjangkau.

Tag: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Gempa Lombok

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Kementerian PUPR

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00