Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:01 WIB. Nasional - MUI: vaksin MR boleh tapi imunisasi hukumnya wajib.
  • 17:00 WIB. Politik - PB NU bilang sebutan ulama tidak sekadar kuasai ilmu.
  • 17:00 WIB. Politik - Bakal calon presiden Prabowo impikan bangun akademi perawat.
  • 17:00 WIB. Nasional - Mendikbud sebut SEAMEO usung tujuh program prioritas pendidikan.
  • 16:59 WIB. DKI Jakarta - Gubernur Anies Baswedan ajak jajarannya terapkan rencana pembangunan.
  • 16:59 WIB. Politik - Langkah TGB mundur dari Demokrat diikuti kakaknya yang Wagub NTB.
  • 16:59 WIB. Nasional - Mensos: Indonesia targetkan tujuh besar prestasi APG.
  • 16:58 WIB. Nasional - Buwas prioritaskan beras OP-Rastra dari dalam negeri.
  • 16:58 WIB. Industri - Menperin sambut target ekspor tekstil US$30 miliar.
  • 16:57 WIB. Politik - Neno Warisman jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga.
  • 16:56 WIB. UMKM - Data BPS: Jumlah UMKM di Indonesia hampir mencapai 60 juta unit.
  • 16:55 WIB. UMKM - Menurut data BPS, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61,41 persen.
  • 16:52 WIB. UMKM - Kemenkominfo ajak pelaku UMKM turut membangun dan menggerakkan usaha e-commerce.
  • 16:43 WIB. KPU - Bacaleg eks koruptor baru diumumkan tiga hari kedepan.
  • 16:43 WIB. KPU - Bacaleg eks koruptor belum dapat ditetapkan.

Indocement Olah Sampah Jabar Jadi Bahan Bakar Alternatif

Foto Berita Indocement Olah Sampah Jabar Jadi Bahan Bakar Alternatif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemenang tender, PT Jabar Bersih Lestari, melakukan pencanangan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo di Gedung Sate, Bandung.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya menyatakan, pencanangan ini merupakan titik awal dari solusi penanganan sampah di regional Kabupetan Bogor, Kota Bogor, dan Depok, di mana fasilitas terpadu ini akan menjadi tempat pembuangan akhir sampah dari tiga wilayah tersebut.

"Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Atas nama Indocement, kami mohon dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, Pemprov Jabar, Pemda Bogor, serta semua kepala dinas terkait untuk mensukseskan proyek ini. Mari bersama-sama menjadikan Jawa Barat Bersih Lestari," kata dia di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Setiap hari, TPPAS Nambo akan mengolah kurang lebih 1.500 ton sampah menjadi 30% Refuse Derived Fuel (RDF) dengan proses sederhana dan berbiaya rendah, yang kemudian akan dibeli PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Proses pengolahan tersebut berlokasi di Kampung Curug Dengdeng, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor atau 6,6 kilometer dari pintu keluar Gunung Putri Tol Jagorawi.

Proyek TPPAS ini dimulai sekitar 8 tahun lalu dan bernilai strategis bagi Indocement. Proyek ini akan membuka pintu sejarah baru bagi Indonesia dalam menangani pengolahan sampah yang menjadi masalah umum di semua kota di Indonesia. 

Sebagai wujud nyata dukungan dalam proyek ini, Indocement membangun jalan tembus Gunung Putri untuk menghubungkan jalan provinsi ke lokasi proyek TPPAS Lulut Nambo pada 2015 lalu.

Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari apabila diproses dengan baik dan benar dapat menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan, terbarukan (renewable), serta mengurangi emisi karbon bagi industri semen. 

Proyek ini juga dijadikan percontohan bagi daerah lain, sehingga masalah sampah rumah tangga bisa teratasi tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, sekaligus dapat memanfaatkan lahan yang kurang efisien.

Selain itu, proyek ini adalah jawaban untuk mengatasi permasalahan sampah, khususnya di wilayah Jawa Barat. Saat ini, pabrik Indocement mampu memanfaatkan RDF sebagai bahan bakar.

Buktinya pada akhir 2017, Kompleks Pabrik Citeureup menerima Sertifikasi Standar Industri Hijau untuk Industri Semen Portland dari Lembaga Sertifikasi Industri Hijau, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Tag: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Khairizal Maris

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00