Memupuk Life Skill di Sekolah Alam RAPP

Memupuk Life Skill di Sekolah Alam RAPP Kredit Foto: RAPP

Memilih sekolah yang tepat kerap kali membuat pusing tujuh keliling para orang tua. Kualitas, biaya, dan jarak menjadi satu dari berbagai pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan yang tepat bagi sang buah hati. Berbagai macam konsep ditawarkan para penyedia lembaga pendidikan negeri ataupun swasta dengan kegiatan pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus. Pasalnya, lembaga pendidikan juga merupakan sebuah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan setelah keluarga.

Sekolah berbasis alam atau yang lebih dikenal dengan sekolah alam menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih para orang tua. Salah satu sekolah alam yang ada, yakni Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan, Riau. Awalnya Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate merupakan sekolah dasar konvensioanl. Hingga pada tahun 2007 Yayasan Global Andalan yang ada di bawah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ini memutuskan untuk menyulap sekolah menjadi sekolah alam dengan nama Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate.

Manager Yayasan Global Andalan, Jansen Yudianto, menceritakan kepada Warta Ekonomi bahwa keputusan yayasan untuk mengambil alih sekolah tersebut adalah untuk menampung anak-anak kontraktor atau buruh lepas yang bekerja di RAPP. Namun dalam perjalanan, sekolah juga menampung anak-anak dari warga setempat serta anak karyawan RAPP.

Manajemen RAPP pun memutuskan untuk memberikan lahan seluas tiga hektare guna pembangunan sekolah alam tersebut. Akhirnya, pada tahun 2015 RAPP merombak bangunan sekolah dari rumah panggung menjadi bangunan kokoh. Tak sampai di situ, RAPP juga mendirikan kelas berbentuk gazebo. Dengan demikian, para murid di sekolah tersebut bisa belajar sesuai dengan kurikulum, tapi juga bisa belajar mengenal alam.

"Jadi Pak Bey Soo Khiang (Chairman, APRIL Group) bersama dengan Pak Anderson Tanoto (Direktur RGE) datang ke sekolah ini melihat bahwa rumah panggung sudah kurang layak maka mereka memberikan bangunan ini kepada kita tahun 2015," ujar Jansen.

Lebih lanjut, Jansen mengungkapkan jika sekolah alam berbeda dengan sekolah konvensional. Di sekolah alam, selain belajar sesuai kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, para murid memperoleh ilmu tambahan mengenai lingkungan. Adapun, pendidikan alam diberikan pada hari Sabtu, sedangkan pendidikan berbasis kurikulum dilaksanakan dari Senin hingga Jumat.

Alhasil, setelah lulus murid di Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate telah memiliki kepiawaian dalam bertahan hidup. "Jadi, kami menanamkan life skill," singkatnya.

Ia mengatakan di sekolah tersebut ada beberapa metode tambahan. Pertama, pendidikan lingkungan agar para murid bisa menjaga lingkungan. Kedua, para murid diajarkan untuk melakukan kebiasaan recycle, reuse, dan reduce. Ketiga, mereka diberi pemahaman untuk terus menjaga kelestarian alam. Keempat, para murid diajarkan untuk memiliki keterampilan kerja agar bisa mandiri di masa depan.

"Rata-rata anak di sini jarang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi. Kalau di sekolah konvensional di tingkat SMA para murid tidak diajarkan keterampilan kerja. Kalau di sini, para lulusan sudah memiliki kecakapan hidup," ungkap Jansen.

Jansen menuturkan pihak yayasan bersama RAPP berupaya untuk terus membantu para siswa berprestasi agar bisa meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Cara yang digunakan yakni dengan mengajarkan murid bercocok tanam di mana hasilnya akan dijual kepada masyarakat setempat. Hasil dari penjualan tersebut digunakan yayasan untuk memberikan beasiswa kepada siswa. Program tersebut menjadi program tahunan di mana pada tahun lalu yayasan berhasil memberikan beasiswa kepada lima siswa berprestasi.

"Tahun ini ada delapan siswa yang dapat beasiswa," sebutnya.

Disebutkan, pihaknya menggratiskan sekolah sehingga para orang tua murid tidak terbebani biaya sekolah. Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate berbasis alam ini didanai seluruhnya oleh RAPP ditambah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berasal dari pemerintah. Saat ini total murid ada sebanyak 192 orang untuk SD dan 46 orang untuk TK. Sekolah berbasis alam ini pun telah melahirkan tujuh angkatan yang telah meneruskan ke jenjang selanjutnya.

Ke depannya, Jansen bermimpi untuk membangun Eco Science Park di Sekolah Global Andalan Pelalawan Estate berbasis alam ini. Menurutnya, di sekolah lain yang ada di bawah yayasan telah memiliki Innovation Park, Eco Techno Park, dan Eco Green Park. Ia menargetkan hal tersebut bisa terwujud pada tahun depan.

"Nanti kita akan jadikan SD Pelalawan ini Eco Science Park. Sekarang kita kerja sama dengan Community Development (CD) RAPP. Jadi, sekolah Pelalawan ini menjadi role model untuk 38 sekolah SD negeri yang di bawah binaan CD," pungkasnya.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini