Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:40 WIB. PP - PT PP menunjukkan penurunan harga terbesar secara year to date sebesar 42,99%.
  • 22:38 WIB. BUMN - Data BEI menunjukkan sepanjang 2018 indeks IDX BUMN 20 menurun sebesar 10,98%.
  • 22:33 WIB. Randi Anto - Dirut Jamkrindo, Randi Anto, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Himppara.
  • 22:32 WIB. BUMN - Holding BUMN Sektor Perumahan & Pengembangan Kawasan akan membuat proyek berupa Mega Township.
  • 22:30 WIB. Barata - Barata Indonesia mendapatkan kontrak untuk mengerjakan proyek PLTM Sisira di Parlilitan, Sumut.
  • 22:27 WIB. PLN - PLN menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik proyek PLTA Merangin dengan PT Kerinci Merangin Hidro.
  • 22:25 WIB. BNI - BNI Makassar menyalurkan kredit usaha rakyat Rp650 miliar di Sulawesi Selatan per November 2018.
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Rupiah Keok, Mantan Bos Bursa Minta Pemerintah Yakinkan Pelaku Pasar

Foto Berita Rupiah Keok, Mantan Bos Bursa Minta Pemerintah Yakinkan Pelaku Pasar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp15.000 per dollar AS. Nilai tukar rupiah saat ini ada diposisi Rp14.927 per dollar AS berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Terkait hal tersebut, mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio, menyatakan apabila semua pihak percaya jika angka ekonomi kita tidak jelek, kemudian dasar Negara ini kuat, politik pun relatif stabil. Namun, Ia mempertanyakan kenapa dalam kondisi pelemahan rupiah pemerintah selalu menyalahkan ekonomi global.

“Pasar bereaksi tidak hanya secara fundamental, bahkan kadang bergerak liar karena persepsi. Mari tanyakan kepada para pengambil keputusan fiskal & moneter. Kapan terakhir kali mereka keliling menemui pelaku pasar, Fund manager, Pengelola dana di pasar, Analis, S&P, MSCI, tokoh pelaku keuangan dunia. Republik memerlukan seorang tokoh moneter yang secara meyakinkan dengan humble bisa berbicara terbuka ke pasar bahwa rupiah tidak selemah yang mereka pikirkan,” ucapnya, di Jakarta, Rabu (05/09/2018).

Menurutnya, Indonesia perlu mempunyai seorang tokoh fiskal yang bisa meyakinkan pasar bahwa APBN kita akan mampu dengan ringan dan sehat melewati masa krisis 2 hingga 3 tahun ke depan.

“Berbicara secara meyakinkan, buang arogancy birokrasi apalagi arogancy intelektual (pasar tidak suka itu), apalagi  membandingkan kehebatan negara dibanding negara lain. Memperbaiki persepsi tentang Indonesia yang lebih baik dari yang mereka tau, lebih baik dimasa depan,” ucapnya.

Ia menilai apabila Indonesia harus meyakinkan pelaku pasar rupiah itu kuat. Bahkan Ia memandang Indoneisa juga perlu mempunyai satu teori ekonomi baru, yang memaksimalkan competitive advantage yang Indonesia miliki, bukan teori ekonomi yang Consumerism, Feodalism apalagi Hedonism.

“Kita harus yakinkan mereka (pelaku pasar) bahwa Rupiah is not as weak as you thought , convince pelaku pasar bahwa APBN will be able to pass the crisis!! Bahwa Republik ini mampu memanage APBN 2 hingga 3 tahun kedepan. Kita harus berbicara solusi secepatnya, jangan menyalahkan penyebab, memperbaiki persepsi tentang negara secara technical,” pungkasnya.

Tag: Nilai Tukar Rupiah

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00