Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:20 WIB. Narasi TV - Narasi TV jalin kerja sama strategis dengan GDP dan Go-Jek.
  • 06:01 WIB. XL - XL resmikan X-Camp, laboratorium IoT terlengkap di Indonesia.
  • 05:56 WIB. SMS - Pemerintah sedang siapkan prosedur pemblokiran SMS spam.
  • 05:55 WIB. Tiongkok - Tiongkok rekrut 31 anak jenius untuk kembangkan senjata berbasis AI.
  • 05:52 WIB. Twitter - Twitter bakal kedatangan fitur edit cuitan.
  • 05:51 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo ancam cabut izin First Media dan Bolt pada 17 November.
  • 05:49 WIB. DNS - Aplikasi DNS Cloudflare kini tersedia di Android dan iOS.
  • 22:43 WIB. Jiwasraya - OJK menegaskan hingga saat ini Jiwasraya belum memiliki investor baru.

Tenang, Penurunan Indeks Hanya Sentimen Sesaat Saja Kok

Foto Berita Tenang, Penurunan Indeks Hanya Sentimen Sesaat Saja Kok
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga sebesar 221.80 poin atau 3.76% hingga berada di posisi 5.683,5 pada akhir penutupan perdagangan hari ini.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, menuturkan bahwa pelemahan indeks hanya sentimen sesaat saja. Malah, Ia memprediksi IHSG pada perdagangan esok hari bakal kembali menguat.

“Saya melihat besok rebound karena ini hanya efek sesaat orang mungkin panik,” ujarnya, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Pasalnya, William melihat apabila secara fundamental Indonesia masih baik yang tercermin dari data-data ekonomi yang ada. Namun, yang seharusnya menjadi perhatian itu bagaimana pihak-pihak yang ada di pasar modal meyakinkan investor khususnya investor asing bahwa kondisi ekonomi di tanah air masih terjaga dengan baik.

“Kalau adanya inflow yang signifikan akan dongkrak IHSG. Karena kita masih butuh investor luar untuk masuk. Bukan gak bangga dengan jadi raja di negeri sendiri tapi negara seperti Amerika pun masih butuh capital inflow makanya mereka janjikan naika suku bunga the fed,” ucapnya.

Meski begitu, Ia tak menampik bila pelemahan indeks hari ini memang dipengaruhi oleh pelemahan Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang saat ini ada diposisi Rp14.927 per dollar AS. Investor khawatir pelemahan rupiah tersebut bakal menggerus cadangan devisa Indonesia.

“Ada sedikit sentimen, karena adanya pelemahan nilai tukar, investor khawatir cadev turun lagi. Harusnya tidak turun dalam karena pemerintah cukup sigap menghadapi gejolak perekonomian, karena harga komoditas, minyak tidak terlalu melonjak,” terangnya.

Ia pun meminta agar seluruh pihak tidak menanggapi secara berlebihan pelemahan rupiah tersebut. Karena, pelemahan rupiah terjadi karena terjadi penguatan nilai tukar dollar terhadap nilai tukar negara lain. Alhasil, membuat para investor mengalihkan portofolio investasinya. 

“Jangan kita terlalu berlebihan khawatir, karena kalau berlebihan akan terjadi efek domino. Ekonomi masih berjalan normal. Nothing to worry dari dalam negeri. Hanya butuh pengertian investor terkait keadaan yang sebemarnya. Meski rupiah tertekan itu wajar saja. Kalau liat USD index, menunjukan penguatan walaupun tidak signifikan,” pungkasnya.

Tag: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.56 3,951.00
British Pound GBP 1.00 19,257.62 19,065.73
China Yuan CNY 1.00 2,149.82 2,128.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,969.00 14,821.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.73 10,642.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.02 1,892.05
Dolar Singapura SGD 1.00 10,824.35 10,713.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,814.68 16,646.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,569.15 3,530.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,166.51 13,032.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33