Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:19 WIB. Facebook - Facebook luncurkan fitur petisi online.
  • 07:17 WIB. Youtube - Youtube larang video challenge dan prank yang berbahaya.
  • 07:16 WIB. AS - Parlemen AS rancang RUU larangan penjualan komponen ke ZTE dan Huawei.
  • 07:13 WIB. Apple¬†- Perselisihan Apple dan Qualcomm ternyata gara-gara software.
  • 06:30 WIB. WeChat - WeChat kabarnya segera ekspos pengutang di China.
  • 06:19 WIB. Netflix - Pelanggan Netflix tembus 139 juta.
  • 06:17 WIB. Apple - Apple obral murah iPhone SE, harganya lebih murah dari Pocophone.

Kemenkop-UKM Ajak Generasi Milenial Ikuti Program Wirausaha Pemula

Foto Berita Kemenkop-UKM Ajak Generasi Milenial Ikuti Program Wirausaha Pemula
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengajak mahasiswa sebagai generasi milenial untuk mengikuti program Wirausaha Pemula yang digulirkan pemerintah sejak tiga tahun terakhir ini.

"Saya mengajak mahasiswa untuk mengikuti perlombaan ini, berlomba membuat proposal usahanya. Proposal yang disetujui akan mendapatkan dana bantuan untuk usahanya. Kami sudah bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi," kata Meliadi, di Bogor, Rabu (5/9/2018).

Hal tersebut disampaikan Meliadi saat menjadi keynote speaker dalam seminar dan diskusi 'Koperasi Sektor Riil yang Berdaya Saing dalam Pembangunan yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi'. Seminar yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini dihadiri para mahasiswa dan citivitas academica lain. 

Ia menambahkan, Wirausaha Pemula ini untuk menumbuhkan kewirausahaan di generasi muda, khususnya mahasiswa. Dengan begitu, ketika mereka lulus, mindset-nya bukan lagi mencari pekerjaan, melainkan membuka lapangan pekerjaan.

"Saat masih kuliah waktunya dipakai untuk berpikir wirausaha. Ya memang harus sedini mungkin berwirausaha, harus diasah, yang lambat laun akan meningkatkan skalanya," ujarnya.

Menurutnya, di negara mana pun koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung negara saat perekonomian dalam keadaan krisis. Dengan hadirnya wirausaha pemula, maka diharapkan semakin kuat perekonomian Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5%, persoalannya apakah merata? Nah, koperasi dan UKM mengapa penting? Karena jumlahnya banyak, sehingga gini rasio bisa kita perbaiki. Karena kemiskinan akan menurun melalui pengembangan koperasi dan UMKM," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi IPB Prof Dodik Ridho Nurrachmat meminta para mahasiswa ikut mengembangkan koperasi dan UMKM. Dan, menjadikan koperasi sebagai tempat bekerja yang tak kalah hebat dengan kerja di tempat lain.

"Mimpi saya, nanti mahasiswa membuka usaha dan tergabung dalam koperasi yang mempunyai efek wow. Jadi, ketika ada yang bertanya, kerja di mana dan dijawab koperasi, reaksinya pun wow. Kita harus jadikan koperasi benar-benar sebagai soko guru perekonomian kita," tuturnya. 

Ia mengaku heran, mengapa koperasi yang menjadi soko guru kurang berkembang di negeri Pancasila? Justru koperasi lebih berkembang di negara liberal yang menerapkan ekonomi kapitalis.

"Di negara kita yang katanya koperasi menjadi sistem perekonomian yang ideal, tapi kok jarang berkembang. Kalau pun ada yang berkembang, tetapi tidak sebesar koperasi di negara-negara kapitalis seperti koperasi di Kanada, Swiss, Jerman," ujarnya.

Menyadari pentingnya koperasi bagi kelangsungan hidup bangsa, IPB merencanakan membuka Pusat Studi Koperasi dan UKM. Ini sebagai bentuk keberpihakan IPB pada sektor koperasi dan UMKM.

Pusat studi ini, selain melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, juga melakukan pendampingan koperasi dan UMKM. Seluruh fakultas akan terlibat dalam pendampingannya.

Secara teknis, semua fakultas membentuk mitra binaan yang disesuaikan dengan fakultas masing-masing. Misalnya Fakultas Pertanian bermitra dengan petani.

Jika ada mahasiswa yang ingin belajar berwirausaha atau belajar mendampingi pelaku usaha mikro, bisa mendatangi pusat studi ini. Keberadaan pusat studi ini diharapkan membuat citra koperasi dan UMKM menjadi lebih baik. 

"Koperasi itu zamannya bukan lagi bersaing, tapi bersanding. Dan koperasi ini konsepnya ya bersanding," tuturnya.

Sesmenkop Meliadi Sembiring menyambut dan menilai baik rencana pembentukan Pusat Studi Koperasi dan UKM ini. Dengan pusat studi ini, segala permasalahan mengenai koperasi dan UKM dapat dicarikan solusi. Tidak hanya di Bogor, tapi juga secara nasional.

"Jika di kampus bisa memberikan tempat, ruang, dan usaha, tidak saja kepada mahasiswa, tapi masyarakat secara luas, jelas akan memperbanyak wirausaha baru dan koperasi yang berkualitas," tegasnya. 

Pihaknya, kata Meliadi, siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang nantinya diadakan pusat studi ini. Bahkan, bekerja sama dalam bentuk apa pun. Terlebih pusat studi ini sangat penting untuk masa depan dan rate kewirausahaan harus diperbanyak. 

"Kalau bisa lebih cepat dilaksanakan karena potensi ekonomi di dalamnya sangat besar. Bagaimana sektor pertanian bisa sampai ke kota yang dirasakan nilai tambahnya di pedesaan. Bagaimana juga mengubah mindset milenial tentang koperasi, begitu juga bonus domestik. Dan ini harus diantisipasi jauh-jauh hari. Ini menjadi tantangan yang bisa dijawab oleh Pusat Studi ini," katanya. 

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Generasi Milenial

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56