Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:24 WIB. Facebook - Riset ungkap Facebook bikin pengguna kesepian dan depresi.
  • 07:23 WIB. IMOS - Perputaran duit IMOS 2018 tembus Rp50 miliar.
  • 07:23 WIB. WhatsApp - Berantas hoaks, WhatsApp gelontorkan Rp745 juta.
  • 07:23 WIB. Grab - Grab dan UOB jalin kerja sama untuk garap pasar Asean. 
  • 07:22 WIB. Indosat - Indosat klaim tak ada kerja sama soal SMS scam pinjam online.
  • 07:22 WIB. Hyundai - Hyundai bangun jalur tes lurus terpanjang di Korea Selatan.
  • 07:20 WIB. Grab - Grab bantah telah blokir sepihak akun mitra.
  • 07:12 WIB. Indosat - Indosat bungkam saat ditanya soal akuisisi XL.
  • 07:12 WIB. Apple - Pendiri Apple, Steve Wozniak kini tak yakin mobil otonom akan jadi kenyataan.
  • 07:11 WIB. Spotify - Spotify rilis aplikasi resmi buat Apple Watch.
  • 07:03 WIB. Telkomsel - Telkomsel bikin T-Perpus untuk tingkatkan minat baca masyarakat.
  • 07:02 WIB. Indosat - Indosat tegaskan tak cuma fokus ke layanan jaringan, tapi juga perkuat sektor TIK.
  • 07:00 WIB. Uber - Uber umumkan telan kerugian Rp15 triliun.
  • 22:54 WIB. PLN - PLN optimistis pendapatan penjualan listrik regional Jawa bagian Barat tahun ini dapat tumbuh 15%.
  • 22:53 WIB. PTBA - PTBA memiliki kelebihan kuota pemenuhan market domestic obligation dan berpotensi melakukan transfer kuota.

Kemenkop-UKM Ajak Generasi Milenial Ikuti Program Wirausaha Pemula

Foto Berita Kemenkop-UKM Ajak Generasi Milenial Ikuti Program Wirausaha Pemula
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengajak mahasiswa sebagai generasi milenial untuk mengikuti program Wirausaha Pemula yang digulirkan pemerintah sejak tiga tahun terakhir ini.

"Saya mengajak mahasiswa untuk mengikuti perlombaan ini, berlomba membuat proposal usahanya. Proposal yang disetujui akan mendapatkan dana bantuan untuk usahanya. Kami sudah bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi," kata Meliadi, di Bogor, Rabu (5/9/2018).

Hal tersebut disampaikan Meliadi saat menjadi keynote speaker dalam seminar dan diskusi 'Koperasi Sektor Riil yang Berdaya Saing dalam Pembangunan yang Inklusif Menghadapi Tantangan Disparitas Ekonomi'. Seminar yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini dihadiri para mahasiswa dan citivitas academica lain. 

Ia menambahkan, Wirausaha Pemula ini untuk menumbuhkan kewirausahaan di generasi muda, khususnya mahasiswa. Dengan begitu, ketika mereka lulus, mindset-nya bukan lagi mencari pekerjaan, melainkan membuka lapangan pekerjaan.

"Saat masih kuliah waktunya dipakai untuk berpikir wirausaha. Ya memang harus sedini mungkin berwirausaha, harus diasah, yang lambat laun akan meningkatkan skalanya," ujarnya.

Menurutnya, di negara mana pun koperasi dan UMKM menjadi tulang punggung negara saat perekonomian dalam keadaan krisis. Dengan hadirnya wirausaha pemula, maka diharapkan semakin kuat perekonomian Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5%, persoalannya apakah merata? Nah, koperasi dan UKM mengapa penting? Karena jumlahnya banyak, sehingga gini rasio bisa kita perbaiki. Karena kemiskinan akan menurun melalui pengembangan koperasi dan UMKM," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi IPB Prof Dodik Ridho Nurrachmat meminta para mahasiswa ikut mengembangkan koperasi dan UMKM. Dan, menjadikan koperasi sebagai tempat bekerja yang tak kalah hebat dengan kerja di tempat lain.

"Mimpi saya, nanti mahasiswa membuka usaha dan tergabung dalam koperasi yang mempunyai efek wow. Jadi, ketika ada yang bertanya, kerja di mana dan dijawab koperasi, reaksinya pun wow. Kita harus jadikan koperasi benar-benar sebagai soko guru perekonomian kita," tuturnya. 

Ia mengaku heran, mengapa koperasi yang menjadi soko guru kurang berkembang di negeri Pancasila? Justru koperasi lebih berkembang di negara liberal yang menerapkan ekonomi kapitalis.

"Di negara kita yang katanya koperasi menjadi sistem perekonomian yang ideal, tapi kok jarang berkembang. Kalau pun ada yang berkembang, tetapi tidak sebesar koperasi di negara-negara kapitalis seperti koperasi di Kanada, Swiss, Jerman," ujarnya.

Menyadari pentingnya koperasi bagi kelangsungan hidup bangsa, IPB merencanakan membuka Pusat Studi Koperasi dan UKM. Ini sebagai bentuk keberpihakan IPB pada sektor koperasi dan UMKM.

Pusat studi ini, selain melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, juga melakukan pendampingan koperasi dan UMKM. Seluruh fakultas akan terlibat dalam pendampingannya.

Secara teknis, semua fakultas membentuk mitra binaan yang disesuaikan dengan fakultas masing-masing. Misalnya Fakultas Pertanian bermitra dengan petani.

Jika ada mahasiswa yang ingin belajar berwirausaha atau belajar mendampingi pelaku usaha mikro, bisa mendatangi pusat studi ini. Keberadaan pusat studi ini diharapkan membuat citra koperasi dan UMKM menjadi lebih baik. 

"Koperasi itu zamannya bukan lagi bersaing, tapi bersanding. Dan koperasi ini konsepnya ya bersanding," tuturnya.

Sesmenkop Meliadi Sembiring menyambut dan menilai baik rencana pembentukan Pusat Studi Koperasi dan UKM ini. Dengan pusat studi ini, segala permasalahan mengenai koperasi dan UKM dapat dicarikan solusi. Tidak hanya di Bogor, tapi juga secara nasional.

"Jika di kampus bisa memberikan tempat, ruang, dan usaha, tidak saja kepada mahasiswa, tapi masyarakat secara luas, jelas akan memperbanyak wirausaha baru dan koperasi yang berkualitas," tegasnya. 

Pihaknya, kata Meliadi, siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang nantinya diadakan pusat studi ini. Bahkan, bekerja sama dalam bentuk apa pun. Terlebih pusat studi ini sangat penting untuk masa depan dan rate kewirausahaan harus diperbanyak. 

"Kalau bisa lebih cepat dilaksanakan karena potensi ekonomi di dalamnya sangat besar. Bagaimana sektor pertanian bisa sampai ke kota yang dirasakan nilai tambahnya di pedesaan. Bagaimana juga mengubah mindset milenial tentang koperasi, begitu juga bonus domestik. Dan ini harus diantisipasi jauh-jauh hari. Ini menjadi tantangan yang bisa dijawab oleh Pusat Studi ini," katanya. 

Tag: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Generasi Milenial

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00