Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:03 WIB. Lahan - PTPP dan PGN tanda tangani perjanjian pengelolaan tanah. 
  • 15:00 WIB. Divestasi - Pelindo II akan divestasi 30% saham PT Pelabuhan Tanjung Priok melalui IPO. 
  • 15:00 WIB. Otomatisasi - Pelindo II targetkan otomatisasi terminal 2 dan 3 akan selesai pada tahun 2023. 
  • 14:59 WIB. Sukuk Ijarah - BEI catatkan sukuk ijarah PLN sejumlah Rp863 miliar. 
  • 14:58 WIB. Obligasi - Hari ini, PLN catatkan obligasi senilai Rp2,39 triliun. 
  • 14:57 WIB. Akuisisi - Bank BCA dikabarkan akan segera akuisisi Bank Royal Indonesia. 
  • 14:56 WIB. Produksi - Asahmias targetkan kapasitas produksi kaca lembaran meningkat jadi 720 ton per tahun. 
  • 14:55 WIB. Investasi - Pabrik kaca lembaran milik Asahimas punyai nilai investasi hingga 17.250 juta yen. 
  • 14:54 WIB. Asahimas - PT Asahimas resmikan pabrik kaca lembaran yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. 
  • 14:51 WIB. Dividen - PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen bukukan dividen 2018 sebesar Rp17,09 miliar.

     

  • 14:17 WIB. Milenial - Kemenperin andalkan ASN milenial untuk menyongsong industri digital.
  • 14:16 WIB. Bekraf - Bekraf gelar pelatihan pengetahuan manajemen keuangan untuk pelaku ekonomi kreatif Cirebon.
  • 14:14 WIB. Ekonomi - CEO Standard Chartered Bank optimis pertumbuhan ekonomi 2019 terjaga.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.
  • 14:13 WIB. Pasar - Kemendag sertifikasi lima pasar rakyar agar miliki SNI di 2019.

Ini Sejumlah Sebab Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat

Foto Berita Ini Sejumlah Sebab Ketidakpastian Ekonomi Global Meningkat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi global meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, yakni kuatnya laju ekonomi AS dibandingkan negara di kawasan Eropa, Jepang, serta Tiongkok.

Kepala Grup Riset Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter BI Reza Anglingkusumo menuturkan, ketidakpastian turut diikuti dengan kenaikan Fed-Fund Rate, ketegangan perdagangan antara AS dan sejumlah negara, serta risiko rambatan dari gejolak ekonomi di Turki dan Argentina. 

"Ketidakpastian ini memicu pembalikan modal asing dan apresiasi nilai tukar dolar AS secara luas, sehingga turut menekan nilai tukar mata uang global, khususnya negara Emerging Market, termasuk Indonesia," katanya dalam Diskusi Panel Investor Gathering yang diselenggarakan di kantor BEI dengan tema Menyikapi Volatilitas Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/9/2018).

BI melihat peningkatan tren impor perdagangan di Indonesia mencerminkan peningkatan permintaan dan aktivitas ekonomi domestik, namun di sisi lain turut berdampak pada peningkatan defisit transaksi berjalan yang mencapai US$8 miliar di kuartal II-2018. 

Untuk itu, dibutuhkan penguatan di bidang ekspor barang dan jasa, sehingga mampu menekan tren defisit transaksi berjalan pada 2018 sesuai dengan target di kisaran 2,5-3,0% dari GDP.

Secara khusus, untuk menekan defisit transaksi berjalan, BI mendukung implementasi program B20, sinergi dalam akselerasi penerimaan devisa, serta mendukung kebijakan fiskal untuk mendorong ekspor dan mengurangi impor.

Ke depan, BI melihat prospek nilai tukar rupiah diperkirakan tidak seberat tahun ini seiring pengendalian laju inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2018 dan 2019 masing-masing berkisar di 5,0-5,4% dan 5,1-5,5%. Adapun laju inflasi diperkirakan stabil di kisaran 3,5%+1% untuk 2018 dan 2019.

Tag: Ekonomi Global, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02

Recommended Reading