Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:51 WIB. PLN - PLN sedang mengupayakan pemenuhan daya listrik untuk kompor listrik.
  • 18:49 WIB. PLN - PLN masih mempunyai batas hutang 300% atau hingga Rp2.000 triliun.
  • 18:46 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menargetkan pembangunan 51.000 unit rumah untuk MBR melalui skema pembiayaan BP2BT.
  • 18:22 WIB. AFPI - AFPI menargetkan penyaluran pinjaman Rp40 triliun pada 2019.
  • 17:55 WIB. AP I - Bandara NYIA sudah mencapai 30% fisik pembangunan.
  • 17:54 WIB. AP I - AP I buka peluang rute penerbangan dari Asia dan Timur Tengah via Bandara NYIA.
  • 17:53 WIB. Telkomsel - Telkomsel melalui T-Cash jalin kerja sama strategis dengan CRP Group.

Prestasi Indonesia Setelah Asian Games

Foto Berita Prestasi Indonesia Setelah Asian Games
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Meraih 31 medali emas dan berada pada poaisi empat besar dalam Asian Games 2018 merupakan kesuksesan yang dicatat Indonesia selaku tuan rumah pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Capaian prestasi itu melewati target yang dicanangkan sebelumnya oleh pemerintah yakni 16 emas dan peringkat 10 besar Asia.

Adalah wajar jika para atlet yang berhasil meraih medali pada Asian Games 2018 tersebut mendapat bonus ratusan juta rupiah dari pemerintah dan sejumlah pihak.

Bahkan sejumlah pemerintah daerah juga turut memberi hadian bagi atlet-atlet asal daerahnya yang mampu mencatat prestasi terbaik pada Asian Games 2018 itu.

Medali emas Indonesia masing-masing diraih melalui cabang pencak silat dengan prestasi terbaik (14 emas), panjat tebing (3), paralayang (2), bulu tangkis (2), sepeda gunung (2), serta wushu, angkat besi, taekwondo, jetski, tenis, dayung, sepak takraw, karate masing-masing satu medali emas.

Dalam peringkat umum, Indonesia hanya berada di bawah tiga raksasa olahraga Asia yakni China, Jepang dan Korea Selatan.

Prestasi Indonesia pada Asia Games 2018 juga bisa disebut sebagai sejarah baru olahraga Indonesia, yang mungkin akan sulit dicapai kembali jika tidak dilanjutkan dengan pembinaan yang konsisten.

Kini Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September lalu sudah usai.

Catatan prestasi Indonesia sudah resmi masuk dalam sejarah olahraga Asia, seperti halnya yang pernah diraih pada Asian Games 1962 ketika Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya.

Namun catatan prestasi seharusnya tidak hanya berhenti pada Asian Games 2018 namun masih ada event-event bergengsi berikutnya, yakni Indonesia harus mampu menunjukkan diri bahwa mereka pantas masuk empat besar Asia.

Seperti dikemukanan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Puan Maharani, para atlet dan pembina olahraga Indonesia jangan berpuas diri dengan hasil di Asian Games 2018 karena masih ada puncak-puncak prestasi berikutnya yang harus dikejar.

"Asian Games 2018 sudah selesai, baru saja ditutup 2 September lalu. Meskipun demikian, saya berpesan kepada semua atlet agar terus meningkatkan prestasinya masing-masing," kata Puan baru-baru ini.

Sudah ada sejumlah tantangan di depan mata yang bisa menjadi ujian bagi atlet-atlet Indonesia yang telah mencatat kesuksesan pada Asian Games 2018.

Misalnya SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina.

Pada pesta olahraga tingkat Asia Tenggara atau SEA Games, posisi Indonesia terus melorot. Bahkan pada tahun 2017 berada di urutan kelima dari 10 negara peserta.

Dalam SEA Games yang tingkat persaingannya lebih rendah dari Asian Games, Indonesia masih sulit untuk setidaknya bisa menjadi tiga besar di Asia Tenggara.

Jika pada Asian Games 2018 peringkat umum Indonesia jauh di atas negara-negara Asia Tenggara, maka tentunya atlet Indoneisa harus membuktikan bahwa prestasi pada Asian Games lalu pun bisa berlanjut dalam SEA Games mendatang.

Kemudian setahun berikutnya ada Olimpiade 2020 di Tokyo. Event tersebut tentunya menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memperbaiki prestais pada Olimpiade sebelumnya di Rio de Janeiro 2016

Indonesia hanya meraih satu medali emas pada Olimpiade 2016 melalui pasangan ganda campuran bulu tangkis.

Tentunya cabang-cabang olimpik harus menjadi perhatian pembina olahraga Indonesia agar bisa berkiprah lebih jauh lagi di pesta olahraga sejagat itu.

Legasi olahraga Asian Games 2018 tidak hanya mencatatkan sejarah prestasi olahraga Indonesia dengan torehan 31 medali emas, namun juga meninggalkan legasi bagi pembinaan olahraga nasional ke depannya, selain juga memberi manfaat bagi masyarakat.

Kebanggaan tak ternilai sebagai juara di Asian Games, dan juga bonus-bonus dari berbagai pihak tentunya turut merangsang generasi muda Indoesia untuk menekuni bidang olahraga.

Kemudian dilihat dari faktor infratruktur Asian Games yhang dibangun atau direhabiltas dengan biaya puluhan triliun rupiah, ke depannya juga akan mendukung prestasi para atlet Indonesia dalam jangka panjang.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, kini Indonesia sudah punya arena olahraga yang berstandar internasional, di Jakarta, Palembang, Jawa Barat dan Banten.

"Venue-venue milik kita ini termasuk yang terbaik di dunia. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita bangga dan menjaga semangat, serta lebih optimistis dapat meraih pencapaian lebih baik lagi di masa depan," kata Menpora.

Dengan fasilitas kelas dunia yang dimiliki, maka pembina cabang-cabang olahraga pun semakin siap dan percaya diri untuk menyelenggarakan event-event internasional.

Dengan demikian para atletnya makin termotivasi untuk mengejar pencapaian-pencapai puncak lainnya setelah Asian Games 2018.

Momentum Hari Olahaga Nasional (Haornas) 2018 yang mengambil tema Ayo Olahraga Bangun Indonesia, juga diharapkan juga menjadi penyatuan tekad masyarakat Indonesia untuk melanjutkan sukses Asian Games 2018 dengan meraih puncak-puncak prestasi berkutnya.

Tag: Asian Games

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56