Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:55 WIB. Pinterest - Pinterest siap melantai di Bursa AS tahun ini.
  • 12:54 WIB. Satelit - Satelit pertama Indonesia bernilai Rp3,5 triliun.
  • 12:53 WIB. NASA - NASA perringatkan SpaceX dan Boeing terkait misi luar.
  • 12:33 WIB. Messi - Messi panen sanjungan di media sosial.
  • 12:06 WIB. Apple - Bangkitkan penjualan iPhone, Apple beri cicilan tanpa bunga.
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.

Swedia Bakal Menjadi Negara Anti Imigran?

Foto Berita Swedia Bakal Menjadi Negara Anti Imigran?
Warta Ekonomi.co.id, Stockholm -

Swedia akan menggelar pemungutan suara pada Minggu dengan masalah utama pemberian suaka, yang membuat kelompok populis dan anti-imigran berpeluang menjadi partai terbesar di negara terkenal menganut nilai liberal tersebut.

Partai garis keras kanan dalam beberapa tahun belakangan mengalami perkembangan pesat di Eropa sejak terjadinya arus pengungsi akibat perang di Suriah, Afghanistan, dan sebagian Afrika.

Di Swedia, kedatangan 163.000 pencari suaka pada 2015 membuat warga terpecah. Keadaan itu menguntungkan partai Demokrat Swedia, yang memiliki akar dukungan dari kelompok neo-Nazi.

"Partai lama gagal menangani ketidakpuasan warga," kata Magnus Blomgren, ilmuwan sosial di Universitas Umea, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Ketidakpuasan itu mungkin tidak terkait dengan tingkat pengangguran atau ekonomi, namun lebih disebabkan oleh kehilangan kepercayaan terhadap sistem politik. Swedia tidak sendiri dalam hal itu," kata dia.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa kelompok kiri tengah --yang terdiri atas tiga partai-- hanya memperoleh 40 persen suara. Mereka hanya unggul tipis dari persekutuan kanan.

Sementara itu, partai Demokrat Swedia, yang ingin mengeluarkan negaranya dari Uni Eropa dan menghentikan imigrasi, akan mendapat suara 17 persen, kata jajak pendapat.

Namun, perkiraan dukungan terhadap mereka seringkali meleset sebagaimana terjadi pada pemilihan umum terakhir pada 2014. Beberapa survai dalam jaringan bahkan menempatkan mereka di urutan pertama dengan 25 persen suara.

Itu bukan pertama kali Swedia terbujuk oleh populisme. Pada 1991, partai didirikan oleh aristokrat mendapatkan tujuh persen suara karena menjanjikan pengetatan kebijakan imigrasi dan alkohol murah.

Namun, jika Demokrat Swedia berhasil memperoleh 25 persen suara, peristiwa itu akan menjadi sensasi di negara yang pernah disebut sebagai "ujung tombak kemanusiaan" tersebut.

Skenario ini akan membuat Demokrat Swedia menjadi partai populis terbesar di kawasan Nordik, dengan mengungguli Partai Rakyat di Denmark yang memperoleh 21 persen suara pada 2015.

Swedia adalah negara dengan tingkat suaka per kapita tertinggi di kawasan Eropa pada 2015 lalu. Oleh sebagian warga, kebijakan ini dinilai memperlemah sistem jaminan sosial yang selalu mereka banggakan.

Kini, pasien harus mengantri lebih lama untuk menjalani operasi kritis. Selain itu para dokter juga kewalahan karena jumlah pasien yang harus dilayani semakin banyak, sementara polisi gagal menghentikan kekerasan antar-gang di ibukota.

Keadaan itulah yang membuat sebagian warga mulai kehilangan kepercayaan terhadap sistem jaminan sosial, yang semakin terbebani oleh kedatangan pencari suaka.

Tag: Imigran

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters/Jon Nazca

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93