Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:45 WIB. Energi - BPH Migas meresmikan SPBU BBM satu harga di Desa Empunak perbatasan Indonesia-Malaysia.
  • 12:35 WIB. PLN - Suplai listrik ke seluruh wilayah Sulbagsel berhasil pulih 100%.
  • 12:34 WIB. Pertamina - Pertamina telah menyalurkan 186 kiloliter solar ke PLN Timika.
  • 12:33 WIB. Pertamina - Pertamina memastikan penyaluran solar ke PLN Timika dan seluruh SPBU telah kembali normal.
  • 10:34 WIB. BUMN - Kementerian BUMN berharap pembentukan dua holding selesai di akhir tahun 2018.
  • 10:33 WIB. White House - Pengadilan AS memerintahkan Gedung Putih untuk membatalkan pencabutan izin liputan wartawan CNN.
  • 10:31 WIB. Go-Jek - Di Bandung, sedikitnya 500 mitra ojek online Grab migrasi ke Go-Jek.

Swedia Bakal Menjadi Negara Anti Imigran?

Foto Berita Swedia Bakal Menjadi Negara Anti Imigran?
Warta Ekonomi.co.id, Stockholm -

Swedia akan menggelar pemungutan suara pada Minggu dengan masalah utama pemberian suaka, yang membuat kelompok populis dan anti-imigran berpeluang menjadi partai terbesar di negara terkenal menganut nilai liberal tersebut.

Partai garis keras kanan dalam beberapa tahun belakangan mengalami perkembangan pesat di Eropa sejak terjadinya arus pengungsi akibat perang di Suriah, Afghanistan, dan sebagian Afrika.

Di Swedia, kedatangan 163.000 pencari suaka pada 2015 membuat warga terpecah. Keadaan itu menguntungkan partai Demokrat Swedia, yang memiliki akar dukungan dari kelompok neo-Nazi.

"Partai lama gagal menangani ketidakpuasan warga," kata Magnus Blomgren, ilmuwan sosial di Universitas Umea, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Ketidakpuasan itu mungkin tidak terkait dengan tingkat pengangguran atau ekonomi, namun lebih disebabkan oleh kehilangan kepercayaan terhadap sistem politik. Swedia tidak sendiri dalam hal itu," kata dia.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa kelompok kiri tengah --yang terdiri atas tiga partai-- hanya memperoleh 40 persen suara. Mereka hanya unggul tipis dari persekutuan kanan.

Sementara itu, partai Demokrat Swedia, yang ingin mengeluarkan negaranya dari Uni Eropa dan menghentikan imigrasi, akan mendapat suara 17 persen, kata jajak pendapat.

Namun, perkiraan dukungan terhadap mereka seringkali meleset sebagaimana terjadi pada pemilihan umum terakhir pada 2014. Beberapa survai dalam jaringan bahkan menempatkan mereka di urutan pertama dengan 25 persen suara.

Itu bukan pertama kali Swedia terbujuk oleh populisme. Pada 1991, partai didirikan oleh aristokrat mendapatkan tujuh persen suara karena menjanjikan pengetatan kebijakan imigrasi dan alkohol murah.

Namun, jika Demokrat Swedia berhasil memperoleh 25 persen suara, peristiwa itu akan menjadi sensasi di negara yang pernah disebut sebagai "ujung tombak kemanusiaan" tersebut.

Skenario ini akan membuat Demokrat Swedia menjadi partai populis terbesar di kawasan Nordik, dengan mengungguli Partai Rakyat di Denmark yang memperoleh 21 persen suara pada 2015.

Swedia adalah negara dengan tingkat suaka per kapita tertinggi di kawasan Eropa pada 2015 lalu. Oleh sebagian warga, kebijakan ini dinilai memperlemah sistem jaminan sosial yang selalu mereka banggakan.

Kini, pasien harus mengantri lebih lama untuk menjalani operasi kritis. Selain itu para dokter juga kewalahan karena jumlah pasien yang harus dilayani semakin banyak, sementara polisi gagal menghentikan kekerasan antar-gang di ibukota.

Keadaan itulah yang membuat sebagian warga mulai kehilangan kepercayaan terhadap sistem jaminan sosial, yang semakin terbebani oleh kedatangan pencari suaka.

Tag: Imigran

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters/Jon Nazca

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35