Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Ciputra Residence - Citra Maja Raya akan membangun 1.000 rumah subsidi pada 2019.
  • 14:48 WIB. Summarecon - Summarecon Bekasi segera meluncurkan klaster pinggir danau terbaru bertajuk Olive Residence.
  • 14:47 WIB. Ciputra - Ciputra Residence dan Kemenhub mengkaji penambahan rute dan halte di antara Stasiun Maja dan Citeras.
  • 14:46 WIB. SML - Sinar Mas Land resmi menggelar groundbreaking klaster The Nove Residence tahap pertama di Nuvasa Bay, Batam.
  • 14:46 WIB. Isuzu - Isuzu Astra Motor mencatatkan penjualan ritel kendaraan niaga pikap Traga sekitar 2.000 unit.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Kader Dukung Jokowi, Jawaban Demokrat 'Membingungkan'

Foto Berita Kader Dukung Jokowi, Jawaban Demokrat 'Membingungkan'
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sejumlah elite Partai Demokrat banyak berbalik mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 dan tidak mengikuti arahan partai. Hal itu membuat politisi partai tidak tinggal diam, bahkan menilai petahana membajak kader partai.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menjelaskan tidak akan mengkhianati mitra koalisi meski sejumlah kader mereka di beberapa daerah menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amien di Pilpres 2019 nanti. Hal itu dilakukan karena terdesak demi mengamankan suara dan dukungan masyarakat dari para calon anggota legislatif.

"Kan ada kebutuhan caleg juga untuk nyaleg, jadi fleksibel movement saja, gerakan yang fleksibel," ujarnya di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Ia mengakui mayoritas masyarakat di sejumlah daerah memang tidak mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, hal itu bukan berari pengkhianatan yang dilakukan oleh kader demokrat.

"Kalau namanya pengkhianatan dari kami adalah kalau di basis pak Prabowo kami enggak dukung dia. Itu baru pengkhianatan," katanya.

Andi menyebut beberapa daerah yang merupakan basis massa Jokowi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Oleh karena itu, meskipun kepala daerah tersebut merupakan kader Demokrat yang telah menegaskan sikap dukungannya terhadap Jokowi, namun hal itu tidak berarti sebagai bentuk penghianatan. Karena daerah tersebut merupakan bassis massa Jokowi.

"Tapi memang misalnya kayak di NTT atau di Bali atau di Papua, kan memang di sana juga bukan basis Prabowo," jelasnya.

Oleh karena itu meski para kader berbelok, namun partai tidak memberi sanksi. Sebab, para caleg atau kepala daerah setempat juga mengikuti aspirasi masyarakat. Dukungan terhadap Jokowi ini juga demi memuluskan langkah para caleg tersebut meraih dukungan warga setempat. Ia juga mengklaim hal ini tidak mengganggu keharmonisan Partai Demokrat dengan mitra koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Waktu sebelum ditetapkan pasangan itu sudah dibicarakan bahwa internalnya ada 5 atau 6 daerah yang punya karakter yang sangat sulit tentunya kan," terangnya.

Diketahui beberapa kepala daerah yang merupakan kader Demokrat menyatakan mendukung Jokowi di antaranya Gubernur Papua Lukas Enembe dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Tag: Partai Demokrat

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing