Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 14:50 WIB. Ciputra Residence - Citra Maja Raya akan membangun 1.000 rumah subsidi pada 2019.
  • 14:48 WIB. Summarecon - Summarecon Bekasi segera meluncurkan klaster pinggir danau terbaru bertajuk Olive Residence.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Sopir Bus Terjun ke Jurang di Sukabumi Ternyata Kernet, Berikut Faktanya

Foto Berita Sopir Bus Terjun ke Jurang di Sukabumi Ternyata Kernet, Berikut Faktanya
Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi -

Bus Jakarta Wisata nomor polisi B-7025-SAG yang kecelakaan terjun ke jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga dikemudikan oleh kernet yang tak memiliki SIM khusus mengemudi bus (angkutan umum).

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri, mengatakan dari keterangan saksi, bus dari Bogor dibawa sopir utamanya. Namun, di tengah jalan diganti kernetnya. Padahal, dari penelusuran pihaknya sang kernet tersebut tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus mengemudi bus atau angkutan umum. Bahkan hanya memiliki SIM A.

"Dari hasil penyelidikan kasus kecelakaan yang terjadi di Desa/Kecamatan Cikidang dengan merenggut 21 jiwa dan 18 orang lainnya terluka ini ternyata yang mengemudikan adalah kernet," ujarnya di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Karena tidak memiliki kelengkapan surat (SIM), sopir tersebut mengabaikan keselamatan penumpang sebab kompetensi untuk mengendarai bus tidak ada. Padahal seharusnya, siapa pun yang membawa kendaraan, khususnya angkutan umum dapat menjamin keselamatan.

"Harusnya dapat menjamin keselamatan penumpang dirinya maupun orang lain," katanya.

Menurutnya, keahlian kernet itu dalam mengemudi bus masih rendah dan belum memiliki jam terbang yang cukup. Apalagi, harus mengemudikan bus di jalan alternatif Cikidang-Palabuhanratu yang rawan kecelakan dan membutuhkan keahlian khusus. Sebab jalur tersebut memiliki turunan yang curam, berliku, sempit, serta kiri dan kanannya terdapat jurang.

Karena itu, pihaknya terus mencari fakta-fakta baru baik dari keterangan saksi, maupun hasil olah TKP. Sejauh ini, sambungnya, bus tersebut diketahui sempat dua kali rusak dalam perjalanan yang menewaskan 21 orang tersebut.

"Kondisi bus sebetulnya sudah tak laik jalan, karena perusahaan pemiliknya sudah tidak melakukan uji KIR atas kendaraan tersebut selama empat periode atau 2 tahun. Pun, diketahui fungsi rem terlihat kurang sempurna," terangnya.

Tag: Kecelakaan

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Budiyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing