Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:22 WIB. Beras - Disperindag Babel: stok beras mencapai 4.505 ton dan harga bertahan normal Rp12.000 per kilogram.
  • 13:20 WIB. Sembako - Disperindag Babel: kita pastikan stok cukup dan harga normal menjelang dan setelah natal dan tahun baru.
  • 13:19 WIB. Sembako - Stok sembilan bahan pokok di Provinsi Babel mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru.
  • 13:15 WIB. CPO - Harga tandan buah segar kelapa sawit yang biasanya mencapai Rp1.500 per kilogram, kini anjlok menjadi Rp500/Kg.
  • 13:15 WIB. CPO - Kadin Kotim prihatin dengan kondisi anjloknya harga sawit karena berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.
  • 13:13 WIB. CPO - Kadin Kotim dorong pemkab setempat untuk membangun pabrik CPO.
  • 13:12 WIB. Beras - Ada 70 persen masyarakat Indonesia menengah ke bawah yang mengonsumsi beras premium, kata Ketua DPR.
  • 13:10 WIB. Beras - Ketua DPR: fenomena kelangkaan dan kenaikan harga beras medium harus segera diatasi oleh tim ekonomi Kabinet Kerja dan Bulog.
  • 13:08 WIB. Beras - Pemerintah diharapkan dapat menghentikan laju kenaikan komoditas beras premium.
  • 13:06 WIB. Beras - Ketua DPR RI meminta pemerintah benar-benar memastikan ketersediaan beras premium di berbagai daerah.
  • 13:05 WIB. Buleleng - Tiga kelompok tani manggis dari Kab.Buleleng, Bali, menerima sertifikat registrasi kebun dari Pemprov Bali.
  • 13:03 WIB. Diskop-UM - Penghargaan Sertifikasi NIK diberikan guna menertibkan administrasi badan hukum koperasi.
  • 13:01 WIB. Diskop-UM - Diskop-UM Situbondo meraih penghargaan Sertifikasi Nomor Induk Koperasi.
  • 10:51 WIB. Suspensi - Mulai hari ini, perdagangan saham PT Transcoal Pacifik (TCIP) dihentikan sementara waktu. 
  • 10:39 WIB. Bursa - Saham SURE dan DIGI kembali diperdagangkan kembali mulai hari ini.

Krisis Moneter 1998 Bakal Terulang? Ini Kata BI

Foto Berita Krisis Moneter 1998 Bakal Terulang? Ini Kata BI
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan membuat cemas banyak pihak. Ada kekhawatiran krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 akan kembali terulang. Mengenai ini, Bank Indonesia (BI) memastikan krisis moneter 1998 tidak akan terulang.

Direktur Eksekutif Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi mengatakan, beberapa indikator fundamental ekonomi domestik dinilai masih terjaga. Doddy menegaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini dinilai berbeda jauh dibandingkan 1998. 

"Begitu banyak indikator perekonomian yang menyatakan relatif tahun ini jelas jauh lebih baik 1998. Contoh  pada 1998 berapa inflasi kita. Berapa cadangan devisa kita bila dibandingkan saat sekarang. 1998, berapa tingkat kredit macet perbankan kita? Sekarang hanya 2,7%. Pada 1998 berapa utang luar negeri kita dibandingkan dengan PDB? Namun ironis, sebagian orang mengatakan krisis hanya dengan mengukur pada satu level, yakni nilai tukar," kata Doddy dalam diskusi 'Bersatu Untuk Rupiah' di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Ia mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar keuangan global.

"Ekonomi dunia pertumbuhannya sedang berat sebelah. Ibarat pesawat hanya satu mesin, sebelah kanan yang menggerakkan. Sebelah kiri agak lemah, bahkan cenderung bermasalah," tambahnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang saat ini tidak hanya dialami Indonesia.

"Ini adalah faktor eksternal yang bertubi-tubi, baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, yang berhubungan dengan perang dagang AS-China, maupun yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pemerintah selalu melakukan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan dengan pelaku-pelaku usaha karena koordinasi yang kuat akan menjadi kunci, sehingga semua jalan segaris.

Tag: Bank Indonesia (BI), Rupiah

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: FMB9

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33