Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Faktor Penyebab Rusia-China Kurangi Penggunaan Dolar dalam Perdagangan

Foto Berita Faktor Penyebab Rusia-China Kurangi Penggunaan Dolar dalam Perdagangan
Warta Ekonomi.co.id, Vladivostok -

Vladimir Putin menyatakan pada Selasa (11/9/2018) bahwa Moskow dan Beijing berencana lebih aktif untuk menggunakan mata uang nasional mereka sendiri dalam transaksi perdagangan karena hubungan Rusia dengan Barat memburuk.

"Pihak Rusia dan China menegaskan minat mereka dalam menggunakan mata uang nasional secara lebih aktif dalam pembayaran timbal balik antar kedua negara," ungkap Putin kepada wartawan selama konferensi pers dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping setelah pembicaraan di sebuah forum ekonomi di kota Vladivostok, Rusia.

Putin mengatakan kebijakan tersebut akan "meningkatkan stabilitas pelayanan bank-bank operasi ekspor dan impor sementara ada risiko yang sedang berlangsung di pasar global".

Rusia telah menghadapi sanksi yang lebih keras sejak membuat marah Barat dan Kiev dengan mencaplok Krimea pada 2014 dan mendukung pemberontak separatis di Ukraina timur, sebagaimana dikutip dari Channel NewsAsia, Rabu (12/9/2018).

Dalam beberapa bulan terakhir Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi lebih banyak ke Moskow atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden dan keracunan mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris.

Sejak babak terbaru sanksi AS dan di bawah ancaman tindakan lebih lanjut, rubel telah turun tajam nilainya terhadap dolar dan euro.

Yuan juga telah jatuh terhadap dolar dalam beberapa bulan terakhir.

Putin pada bulan Juli mengatakan bahwa "perselisihan politik" adalah "merusak dolar sebagai mata uang cadangan global".

Dia mengatakan bahwa yuan China sementara itu "memperoleh kualitas" dari mata uang cadangan.

Tag: Rusia, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: AFP/Greg Baker

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing