Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:52 WIB. Produsen Mobil - Renault, Nissan, dan Mitsubishi resmi gandeng Google untuk penggunaan Android pada sistem hiburan kabin.
  • 11:51 WIB. HMD - HMD Global tunda peluncuran Nokia 9 hingga tahun depan.
  • 11:49 WIB. BKN - Situs BKN tumbang menjelang pendaftaran CPNS 2018.
  • 11:35 WIB. Smartfren - Smartfren berencana menghentikan produksi ponsel Andromax pada pertengahan 2019.
  • 11:22 WIB. KPK - Melchias Markus Mekeng diperiksa atas kasus PLTU Riau-1.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Ulama yang ada di kubu Jokowi adalah ulama yang bersih dan lurus.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Jokowi-Ma'ruf lebih banyak didukung ulama ketimbang Prabowo-Sandi.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Jokowi sudah membuat Indonesia adil dan makmur.
  • 11:19 WIB. Farhat Abbas - Koalisi Indonesia Adil-Makmur bagi Prabowo-Sandi tidak cocok.
  • 10:59 WIB. CPNS - Portal SSCN.bkn.go.id bisa diakses pukul 13.00 WIB.
  • 10:58 WIB. Politik - Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah resmi jabat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.
  • 10:57 WIB. Politik - Zulkieflimansyah resmi mengantikan TGB sebagai Gubernur NTB.
  • 10:35 WIB. Rokok - Ditjen Bea Cukai menarget penerimaan cukai 2018 sebesar Rp149 triliun.
  • 10:33 WIB. Rokok - Cukai rokok jadi alternatif pemerintah untuk bayar defisit BPJS kesehatan.
  • 10:30 WIB. Pertamini - Membutuhkan modal puluhan juta rupiah guna membeli nozzle dan argo digital untuk usaha Pertamini.

Menteri Basuki Tinjau Proses Rekonstruksi Pulau Sumbawa

Foto Berita Menteri Basuki Tinjau Proses Rekonstruksi Pulau Sumbawa
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa kemarin, Selasa (11/9/2018), tepatnya di Sumbawa Barat.

Menteri Basuki mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik dan rumah penduduk di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan wilayah terdampak lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan pemerintah bersama masyarakat. 

"Sekarang saatnya untuk membangun kembali Sumbawa pascagempa. Perbaikan fasilitas publik di Sumbawa Barat oleh PT Istaka Karya perlu dipercepat. Demikian juga dengan rumah, akan berjalan lebih cepat dengan Peraturan Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) yang didukung agen gotong royong sebagai tenaga inti Rekompak," kata dia dalam rilisnya kepada redaksi Warta Ekonomi.

Pemerintah secara bertahap mulai mencairkan bantuan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak, yakni Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan. 

"Saya minta minggu ini bergerak semua. Dimulai dari rumah-rumah yang sudah diverifikasi dan tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati, yakni sebanyak 346 rumah rusak berat, 651 rumah rusak sedang, 1.364 rumah rusak ringan, sehingga totalnya menjadi 2.361 rumah," ujar Basuki. 

Dalam membangun rumah tahan gempa, masyarakat dapat menggunakan teknologi Risha yang dikembangkan Kementerian PUPR.

"Namun tidak ada keharusan menggunakan Risha. Risha hanya teknologi. Kalau ada desain lain silakan, misalnya rumah tahan gempa dari kayu atau local wisdom lain, tetapi harus dicek dan disetujui Kementerian PUPR. Perlu dicatat, Risha sudah digunakan dan teruji digunakan seperti di Aceh dan Sinabung, Sumatera Utara," jelasnya. 

Basuki juga meninjau dua posko pengungsian di Kecamatan Brang Rea dan Seteluk, kemudian ke dua sekolah dan satu Puskesmas di kawasan sekitar yang kini dalam tahap awal pelaksanaan rehabilitasi.

Diketahui, fasilitas publik yang mengalami kerusakan yang telah terverifikadi di Sumbawa Barat berjumlah 49 bangunan, di mana lima bangunan dalam proses perbaikan, yaitu dua Puskesmas dan tiga sekolah di Seteluk, Sumbawa Barat.

Tag: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Kementerian PUPR

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16