Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

INDOPLAS, INDOPACK, INDOPRINT Dukung Industri 4.0

Foto Berita INDOPLAS, INDOPACK, INDOPRINT Dukung Industri 4.0
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Industri plastik pengemasan dan digital printing memiliki masa depan cerah di Indonesia. Pertumbuhan industri tersebut dipicu oleh pertumbuhan industri lain seperti elektronik, makanan dan minuman, tekstil, bahan kimia, otomotif yang dituntut untuk lebih menarik dan berkualitas. 

Menurut Gernot Ringling, Managing Director, Messe Düsseldorf Asia, sektor plastik, saat ini Indonesia impor lebih dari 40% plastik, dan industri plastik diperkirakan tumbuh 11% hingga tahun 2011. Demikian juga industri pengemasan, memiliki nilai pasar hingga US$6,2 miliar dan diperkirakan tumbuh 10% hingga tahun 2020. Sementara industri percetakan saat ini memiliki nilai pasar US$427,5 miliar hingga dengan perkiraan pertumbuhan 6% hingga tahun 2021. 

“Industri printing di sini bukan untuk idustri surat kabar dan media cetak lainnya, melainkan digital printing untuk kemasan,” ujar Gernot. 

Edi Rivai, Chairman Olefin Industry menambahkan, material plastik semakin akrab dengan masyarakat karena semakin banyak digunakan dalam kebutuhan apapun, mulai dari kebutuhan kamar mandi, kemasan makanan dan apapun banyak menggunakan plastik. Di negara-negara maju, konsumsi atau plastik mencapai 100 Kg per kapita, sementara Indonesia hanya 17 Kg per kapita. 

“Padahal menggunakan plastik itu sangat banyak keuntungannya salah satunya murah. Kalau soal dampak lingkungan itu kembali ke masyarakatnya,” ujar Edi. 

Henky Wibawa, Executive Director Indonesia Packaging Federation juga menambahkan, salah satu penggunaan plastik dalam industri adalah untuk memberikan nilai tambah dari sebuah produk. Seperti minuman dalam kemasan, saat ini banyak menggunakan plastik karena mudah dibawa. Untuk memberikan nilai tambah pada produk, pengemasan juga bisa dibuat dengan kreatif. 

“Karena itu penggunaan teknologi terbaru sangat dibutuhkan dalam industri ini,” ujar Henky. 

Untuk mendukung tiga industri tersebut, Messe Düsseldorf Asia kembali menggelar pameran berskala Internasional INDOPLAS, INDOPACK, INDOPRINT, yang bakal di gelar 19-22 September 2018, di Jakarta International Expo Kemayoran. Selain pameran, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah bagi lima paviliun nasional dan grup negara yang menampilkan Austria, China, Jerman, Singapura, dan Taiwan. 

Pameran ini ditargetkan akan menarik lebih dari 22.000 pengunjung perdagangan dari beragam industri seperti otomotif dan transportasi, bangunan dan konstruksi, kimia, makanan dan minuman, seni grafis dan percetakan, ritel, farmasi dan banyak lagi. Akan hadir dalam pameran tersebut, para pemain industri dengan brand internasional seperti Epson, Heidelberg, HP, Koenig & Bauer AG, Lohia Corp Limited, Mimaki, Newlong Singapore, Persia Gulf Polymer Co, Shanghai Onlytec Industry, Starlinger & Co dan banyak lagi.

Rini Sumardi, Direktur dari Wahana Kemalaniaga Makmur, PT (WAKENI) selaku penyelenggara pameran juga mengatakan, pameran tersebut juga disebut-sebut sebagai persiapan untuk menuju Industry 4.0. Pameran bertujuan untuk membangun ekonomi digital dan berfokus pada lima sektor utama makanan dan minuman, otomotif, tekstil, elektronik dan bahan kimia. Saat ini, lima sektor ini berkontribusi 17,8 persen terhadap GDP nasional Indonesia. 

“Dengan diperkenalkannya roadmap baru, Indonesia berencana untuk memberdayakan UKM melalui teknologi digital, meningkatkan infrastruktur digital dan menarik investor asing,” jelas Rini.

Tag: Industri 4.0

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: INDOPLAS

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56