Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:19 WIB. Facebook - Facebook luncurkan fitur petisi online.
  • 07:17 WIB. Youtube - Youtube larang video challenge dan prank yang berbahaya.
  • 07:16 WIB. AS - Parlemen AS rancang RUU larangan penjualan komponen ke ZTE dan Huawei.
  • 07:13 WIB. Apple - Perselisihan Apple dan Qualcomm ternyata gara-gara software.
  • 06:30 WIB. WeChat - WeChat kabarnya segera ekspos pengutang di China.
  • 06:19 WIB. Netflix - Pelanggan Netflix tembus 139 juta.
  • 06:17 WIB. Apple - Apple obral murah iPhone SE, harganya lebih murah dari Pocophone.

Berambisi Masuk 5 Besar Dunia, Begini Cara IPCC

Foto Berita Berambisi Masuk 5 Besar Dunia, Begini Cara IPCC
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Indonesia Kendaraan Terminal Indonesia Tbk (IPCC) pada tahun 2022 berambisi untuk bisa masuk ke lima besar pemain layanan terminal kendaraan dunia. Pasalnya, saat ini posisi lima besar ditempati oleh Bremerhaven Jerman (240 ha), Zeebrugge Belgia (159 ha), Antwerp Belgia (125 ha) dan Terminal Le Harve di Prancis (100 ha).

Perseroan menargetkan pada tahun 2022 mendatang akan mengelola lahan parkir seluas 89,5 hektare (Ha) atau meningkat 188,7% dibandingkan tahun ini 31 ha. Kapasitas parkir yang saat ini hanya sebanyak 700 ribu unit kendaraan juga akan ditingkatkan menjadi 2,1 juta kendaraan.

Direktur Utama IPPC, Chiefy Adi Kusmargono mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan memperluas cakupannya pelabuhan-pelabuhan di sejumlah kota seperti Lampung, Pontianak dan Makassar.

“Saat ini kami baru menjadi operator dermaga Tanjung Priok yang menghubungkan ke Lampung. Kami juga akan jadi operator di dermaga yang ada di pelabuhan Lampung,” ungkapnya.

Chiefy menyebutkan bila nanti perseroan telah memegang kendali di Lampung, maka kapasitas akan menjadi dua kali lipat. 

“Kan bongkar muat dari Lampung ke Tanjung Priok oleh kami, begitu juga sebaliknya. Jadi dua kali lipat kapasitasnya,” jelasnya. 

Setelah Lampung, per 1 Oktober 2018, IPCC juga akan menjadi operator terminal kendaraan di sejumlah Pontianak dan Makassar. Lokasi lain seperti Pelembang dan Samarinda menjadi sasaran selanjutnya.

Terkait kinerja keuangan, emiten yang sebanyak 72% sahamnya dikuasai oleh Pelindo II dan 28% saham publik tersebut menargetkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 70% di akhir 2018 dari perolehan laba tahun 2017 sebesar Rp130 miliar.

“Melihat data per Agustus tampaknya target pertumbuhan akan tercapai,” ujarnya.

Sementara kontribusi dari ekspansi yang dilakukan, baik penambahan lahan di Pelabuhan Jakarta maupun di lokasi lain menurutnya nantinya akan mendatangkan tambahan laba bersih sebesar 10%-15% setiap tahun. Target tersebut menurutnya merupakan target moderat, seiring makin tingginya permintaan ekspor.

Tercatat, hingga semester I 2018 perseroan membukukan pendapatan Rp 250 miliar, naik dari Rp196 miliar di tahun 2017. Sementara laba bersih tercatat Rp95 miliar dari posisi Rp60 miliar di semester I 2017. Sekitar 95% dari total pendapatan IPPC bersumber dari bisnis terminal handling. 

“Dalam tiga tahun terakhir profit margin kami naik 30% sementara Ebitda Margin naik 40%,” pungkasnya.

Tag: PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPC Car Terminal)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56