Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:22 WIB. Daerah - Ombudsman sarankan lakukan audit posisi stok beras.
  • 13:22 WIB. Nasional - Wapres pimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB.
  • 13:22 WIB. Politik - Demokrat protes kesepakatan kampanye damai dilanggar KPU.
  • 13:21 WIB. Daerah - Ajakan kampanye damai bergema di Banyumas.
  • 13:21 WIB. Transportasi - Menhub kecewa dengan vandalisme MRT.
  • 13:21 WIB. Transportasi - 30 persen penerbangan domestik pindah ke Kulon Progo.
  • 13:20 WIB. Politik - Sandiaga lari lima kilometer usai Deklarasi Kampanye Damai di Monas.
  • 13:20 WIB. Politik - Tim Jokowi berkomitmen kampanye damai di media sosial.
  • 13:19 WIB. Politik - Deklarasi kampanye damai diharapkan bukan hanya jargon.
  • 13:19 WIB. Politik - KPU RI tunggu laporan awal dana kampanye peserta pemilu.
  • 12:40 WIB. BNI - BNI menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan selama perhelatan Asian Para Games.
  • 12:25 WIB. BTN -┬áPer Agustus 2018, Bank BTN sudah merealisasikan KPR Subsidi sebanyak 128.218.
  • 12:11 WIB. BTN - BTN bersinergi dengan PT Adhi Karya untuk menggarap sejumlah proyek TOD bertajuk LRT City.
  • 12:07 WIB. BTN - BTN membuka sinergi dengan PT PP Properti Tbk yang akan menggarap TOD Stasiun Juanda dan TOD Stasiun Tanah Abang.
  • 12:06 WIB. BTN - BTN membidik proyek TOD Perumnas di Pondok Cina dan stasiun Bogor.

Nelayan WNI Diculik Teroris Abu Sayyaf?

Foto Berita Nelayan WNI Diculik Teroris Abu Sayyaf?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dua orang nelayan yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) diduga diculik oleh  kelompok teroris Abu Sayyaf di Perairan Sabah, Malaysia, pada Selasa (11/9/2018) lalu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, mengatakan hilangnya dua nelayan tersebut diduga perlakuan kelompok teroris Abu Sayyaf. Bahkan juga telah mengkonfirmasi, bahwa pelaku penculikan itu membawa senjata laras panjang dan berbicara dengan logat Suluk yang diduga warga Filipina.

"Tapi diduga memang ada kaitannya dengan kelompok Abu Sayyaf," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurutnya, kejadian nahas itu terjadi pada tanggal 11 September 2018 lalu di perairan Kepulauan Samporna, Sabah, Malaysia. Kedua WNI itu lantas disergap oleh beberapa orang tak dikenal dan hingga saat ini masih belum diketahui nasibnya.

"Kedua orang tersebut disergap kemudian dibawa orang tak dikenal," jelasnya.

Setyo menjelaskan, Atase Polri di KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Malaysia untuk mencari informasi penculikan tersebut. Bahkan meminta otoritas Malaysia dan Kepolisian Filipina melakukan penyidikan mencari keberadaan kedua WNI itu.

"Yang punya kapal kan orang Malaysia, kita tak bisa melakukan pencarian sendiri kesana," katanya.

Sekadar diketahui, Kementerian Luar Negeri melalui pernyataan tertulisnya mengatakan dua nelayan WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I diculik sekelompok orang tak dikenal. Identitas kedua nelayan WNI tersebut, yaitu Samsul Saguni dan Usman Yunus. Keduanya berasal dari Sulawesi Barat.

Penculikan nelayan WNI di Perairan Sabah sudah terjadi berulang kali. Pihak Kementerian Luar Negeri sendiri memastikan pemerintah akan melakukan berbagai upaya perlindungan bagi kedua WNI korban penculikan itu.

Tag: Abu Sayyaf

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Dina Kusumaningrum

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading