Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:07 WIB. LG - LG G8 ThinQ bakal punya dua layar dan touchless.
  • 20:07 WIB. Asus - Asus rilis ZenBook baru, disebut lebih kecil dari MacBook Air.
  • 20:06 WIB. IMEI - Asosiasi ponsel desak pemerintah segera terapkan regulasi IMEI.
  • 20:05 WIB. Huawei - Smartphone murah Huawei Y7 Pro 2019 masuk pasar Indonesia.
  • 20:04 WIB. Pajak - Menkominfo dan Menkeu mau uji pajak online di Pulau Perbatasan. 
  • 19:37 WIB. Meizu - Meizu garap 3 ponsel Snapdragon 855, salah satunya ponsel gaming.
  • 19:35 WIB. Huawei - Jaksa AS investigasi dugaan Huawei mencuri rahasia dagang.
  • 19:35 WIB. Xiaomi - Xiaomi rambah ekosistem AIoT.
  • 19:34 WIB. Huawei - Jerman ingin singkirkan Huawei dari proyek jaraingan 5G.
  • 19:33 WIB. Facebook - Facebook bantah main licik dalam 10 Years Challenge.

IMF: Rusia Bisa Dapat Manfaat dari Pemangkasan Suku Bunga

Foto Berita IMF: Rusia Bisa Dapat Manfaat dari Pemangkasan Suku Bunga
Warta Ekonomi.co.id, Moskow -

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan pada Kamis (13/9/2018) bahwa Rusia mungkin mendapat manfaat dari pemotongan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tetap tenang.

Bank sentral Rusia diatur untuk meninjau suku bunga pada Jumat (14/9/2018) dan secara luas diharapkan untuk mengatasi risiko yang berasal dari sell-off baru-baru ini di rubel dan obligasi pemerintah.

Sehari sebelum rapat dewan bank sentral, IMF mengatakan "pelonggaran moneter lebih lanjut bisa tepat jika inflasi headline tetap di bawah target 4 persen dan tekanan inflasi yang mendasari tetap rendah."

Pandangan ini sejalan dengan apa yang Perdana Menteri Dmitry Medvedev katakan Minggu lalu tetapi kontras dengan sikap bank sentral sendiri. Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina, mengatakan ada alasan untuk mempertahankan dan menaikkan suku bunga bulan ini.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pasar secara luas mengharapkan suku bunga kunci yang akan ditahan di 7,25 persen, yang harus disertai dengan pesan peringatan dari bank sentral yang dapat mengetatkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, mengingat risiko yang berasal dari rubel yang baru saja jatuh.

IMF mengatakan ekspektasi inflasi di Rusia belum tertambat kuat, sementara risiko terhadap prospek inflasi telah meningkat.

Inflasi tahunan berada di jalur untuk mempercepat hingga 3,5 persen pada akhir tahun ini, tetap di bawah target 4 persen, di belakang pemulihan dalam permintaan domestik, rubel yang lebih lemah dan faktor lainnya, IMF mengatakan.

Namun, prospek inflasi untuk jangka menengah, diredam "karena kemacetan struktural dan dampak sanksi yang masih ada."

"Risiko utama untuk prospek berasal dari ketegangan geopolitik serta rencana kebijakan pemerintah yang baru," lapor IMF, dengan menambahkan itu menegaskan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini sebesar 1,7 persen, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/9/2018).

IMF juga mengatakan mendukung rencana untuk menaikkan usia pensiun bagi laki-laki dan perempuan yang telah mendorong protes jalanan di seluruh Rusia.

Direktur IMF yang mengadakan pertemuan rutin dengan pejabat Rusia mendukung rencana pemerintah untuk reformasi pensiun parametrik, yang dapat membantu mengimbangi tren demografi negatif.

 

Tag: Rusia, International Monetary Fund (IMF)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Maxim Zmeyev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6423.780 10.420 625
2 Agriculture 1585.056 4.391 21
3 Mining 1869.559 5.276 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.324 6.713 71
5 Miscellanous Industry 1416.122 3.773 46
6 Consumer Goods 2620.437 -2.533 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.732 -7.343 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.331 -2.336 71
9 Finance 1224.233 5.952 91
10 Trade & Service 792.311 2.820 153
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 200 270 70 35.00
2 HOME 108 145 37 34.26
3 AGRS 374 466 92 24.60
4 SQMI 246 306 60 24.39
5 CANI 210 254 44 20.95
6 ASBI 252 300 48 19.05
7 PADI 780 920 140 17.95
8 TIRT 66 75 9 13.64
9 TNCA 183 206 23 12.57
10 CNTX 478 535 57 11.92
No Code Prev Close Change %
1 ABDA 4,480 3,360 -1,120 -25.00
2 NOBU 1,000 840 -160 -16.00
3 INCF 350 296 -54 -15.43
4 TIRA 312 270 -42 -13.46
5 BGTG 110 97 -13 -11.82
6 GLOB 545 482 -63 -11.56
7 VICO 119 107 -12 -10.08
8 SAFE 208 190 -18 -8.65
9 NIPS 398 364 -34 -8.54
10 APEX 1,295 1,190 -105 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 VICO 119 107 -12 -10.08
3 INDY 1,935 2,090 155 8.01
4 UNTR 26,050 26,850 800 3.07
5 KPAS 224 210 -14 -6.25
6 ERAA 2,450 2,310 -140 -5.71
7 BBRI 3,780 3,810 30 0.79
8 ADRO 1,460 1,460 0 0.00
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BUMI 159 164 5 3.14