Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:34 WIB. First Media - Ancaman pemerintah tak pengaruhi internet kabel First Media.
  • 07:33 WIB. Indosat - Jaringan lelet, Indosat berkilah tengah migrasi.
  • 07:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo lawan putusan soal Bolt ke Mahkamah Agung.
  • 07:32 WIB. Internux - Internux sudah gugat Kemenkominfo ke PTUN sejak Oktober.
  • 22:40 WIB. PP - PT PP menunjukkan penurunan harga terbesar secara year to date sebesar 42,99%.
  • 22:38 WIB. BUMN - Data BEI menunjukkan sepanjang 2018 indeks IDX BUMN 20 menurun sebesar 10,98%.
  • 22:33 WIB. Randi Anto - Dirut Jamkrindo, Randi Anto, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Himppara.
  • 22:32 WIB. BUMN - Holding BUMN Sektor Perumahan & Pengembangan Kawasan akan membuat proyek berupa Mega Township.

China Klaim Sistem Perdagangan Dunia Belum Sempurna, Perlu Reformasi

Foto Berita China Klaim Sistem Perdagangan Dunia Belum Sempurna, Perlu Reformasi
Warta Ekonomi.co.id, Beijing -

Sistem perdagangan dunia saat ini dinilai tidak sempurna dan China mendukung reformasi untuk itu, termasuk kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), untuk membuatnya lebih adil dan lebih efektif.

China terkunci dalam perang dagang yang sengit dengan Amerika Serikat dan telah berulang kali berjanji untuk menegakkan sistem perdagangan multilateral dan perdagangan bebas, dengan WTO di pusatnya.

Namun berbicara pada Kamis (13/9/2018) malam kepada wartawan setelah bertemu Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan beberapa reformasi bisa menjadikan WTO lebih baik.

Sementara, keraguan tertentu telah diangkat tentang sistem perdagangan internasional saat ini, China selalu mendukung perlindungan perdagangan bebas dan percaya bahwa multilateralisme dengan WTO pada intinya harus diperkuat, Wang menambahkan.

"Pada saat yang sama, kami tidak percaya bahwa sistem saat ini sempurna dan tanpa cacat," tuturnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (14/9/2018).

"China mendukung reformasi yang diperlukan dan kesempurnaan sistem saat ini, termasuk ke WTO, untuk membuatnya lebih adil, lebih efektif dan lebih rasional," Wang menambahkan.

Wang menyatakan prinsip dasar WTO, dalam menentang proteksionisme dan mendukung perdagangan bebas tidak boleh berubah, tetapi hak-hak negara berkembang juga tidak boleh diabaikan.

"Tujuan reformasi seharusnya adalah untuk memungkinkan negara-negara menikmati buah-buah perkembangan globalisasi secara lebih adil, tidak untuk lebih memperlebar perbedaan antara selatan dan utara," tukas Wang.

Reformasi WTO perlu mendengarkan suara dari semua pihak dan konsultasi luas, dan terutama harus mendengarkan penghormatan pendapat negara berkembang, daripada hanya mengizinkan "satu orang untuk memiliki suara".

“Isu reformasi WTO sangat kompleks, dan melibatkan banyak bidang. (China) berharap semua pihak tetap sabar, dan maju selangkah demi selangkah,” pungkasnya.

Pernyataannya datang ketika China dan Amerika Serikat dapat kembali ke meja perundingan dengan ancaman tarif baru AS yang menjulang. Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah memperpanjang undangan untuk berbicara dengan rekan-rekannya di Beijing.

Tag: Perang Dagang, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00