Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:34 WIB. First Media - Ancaman pemerintah tak pengaruhi internet kabel First Media.
  • 07:33 WIB. Indosat - Jaringan lelet, Indosat berkilah tengah migrasi.
  • 07:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo lawan putusan soal Bolt ke Mahkamah Agung.
  • 07:32 WIB. Internux - Internux sudah gugat Kemenkominfo ke PTUN sejak Oktober.
  • 22:40 WIB. PP - PT PP menunjukkan penurunan harga terbesar secara year to date sebesar 42,99%.

Penguatan Rupiah Imbas dari Perbaikan Situasi Dagang

Foto Berita Penguatan Rupiah Imbas dari Perbaikan Situasi Dagang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kelegaan terasa di berbagai pasar finansial karena berita terkini bahwa Amerika Serikat mengajukan negosiasi dagang baru dengan China. Amerika Serikat bersama Kanada juga semakin mendekati kesepakatan dagang, yang membuat Dolar melemah terhadap mata uang lainnya.

Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, mengatakan bahwa Ketegangan dagang sejak lama terlihat sebagai faktor pendorong apresiasi Dolar, dan indikasi bahwa pemerintahan Trump sudah tidak terlalu agresif memicu ketegangan dagang dianggap negatif untuk Dolar. Yuan China menguat karena berita bahwa Washington berkomunikasi dengan Beijing untuk melanjutkan negosiasi dagang, dan berbagai mata uang pasar berkembang Asia juga menguat karena peningkatan selera risiko.

“Ini bukan pertama kalinya kita melihat optimisme karena negosiasi Washington dan Beijing, yang kemudian justru meningkatkan ketegangan dagang, namun investor sepertinya ingin tetap optimis bahwa kesepakatan mengenai masalah yang telah berlarut-larut ini dapat segera tercapai. Wacana ini secara umum adalah langkah positif karena kedua belah pihak bersedia untuk mengurangi ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/09/2018). 

Di Indonesia, Rupiah sedikit menguat karena optimisme terhadap membaiknya hubungan AS China dan Dolar yang melemah. Walaupun Rupiah dapat semakin menguat di jangka pendek, namun peningkatannya tetap terancam oleh berbagai faktor eksternal. Pasalnya, Federal Reserve diperkirakan akan meningkatkan suku bunga bulan ini dan gejolak di pasar berkembang membebani sentimen pasar, sehingga Rupiah tetap rentan melemah.

“Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga empat kali sejak pertengahan Mei sebagai upaya untuk mencegah Rupiah semakin melemah. Ada kemungkinan bahwa BI akan bertindak lagi tahun ini, terutama mengingat bahwa AS masih mungkin meningkatkan suku bunga dua kali lagi. Walaupun kenaikan suku bunga BI dapat membantu Rupiah, namun tindakan ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Di bagian dunia lainnya, Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang mayor karena data ekonomi yang mengecewakan mengurangi ekspektasi potensi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember. Ketegangan dagang tetap menjadi faktor penggerak utama untuk Dolar di jangka menengah dan jangka panjang. 

“Indikasi optimisme mengenai perdagangan akan dianggap mendorong peningkatan sentimen risiko, dan dapat membuat investor untuk mengurangi kepemilikan safe haven yaitu Dolar,” pungkasnya.

Tag: Rupiah

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: REUTERS/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00