Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:05 WIB. TCL - TCL kembangkan ponsel layar lipat terunik, kabarnya rilis tahun depan.
  • 09:00 WIB. IHSG - Akhir pekan, IHSG dibuka merah 0,30% ke level 6.518,19.
  • 08:55 WIB. PGN - PGN optimistis dapat membukukan kinerja lebih moncer pada tahun ini.
  • 08:55 WIB. BTN - BTN menilai naiknya batasan gaji penerima FLPP akan berdampak positif bagi industri properti.
  • 08:55 WIB. Realme - Realme umumkan C1 2019 dengan memori lebih besar.
  • 08:43 WIB. Samsung - Selama 10 tahun, Samsung sudah jual 2 miliar unit Galaxy.
  • 08:42 WIB. Pinterest - Pinterest ajukan IPO untuk Juni.
  • 08:38 WIB. Zuckerberg - Zuckerberg gelar pertemuan tertutup dengan Pemerintah Inggris.
  • 08:36 WIB. Realme - Realme 3 meluncur bulan depan.
  • 08:35 WIB. Qlue - Qlue dapat penghargaan di Dubai.
  • 08:34 WIB. Simbadda - Simbadda rilis dua speaker baru sekaligus.
  • 07:58 WIB. Grab - Grab Indonesia gandeng Wendy's, Baskin Robbins,  The Coffee Bean&Tea Leaf, dan Tasty Kitchen.
  • 06:59 WIB. Honda - Awal tahun ini, Honda bakal rilis Civic dan Mobilio sekaligus.
  • 06:57 WIB. Facebook - Facebook lakukan pembaharuan pengaturan lokasi.
  • 06:49 WIB. T-Cash - T-Cash resmi berubah jadi LinkAja hari ini.

Reinvestasi Lebih Jitu Atasi Pelemahan Rupiah

Foto Berita Reinvestasi Lebih Jitu Atasi Pelemahan Rupiah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah dianjurkan untuk mendorong perusahaan di Indonesia untuk melakukan reinvestasi. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai langkah reinvestasi bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia  berharap pemerintah gencar memotivasi perusahaan-perusahaan di Indonesia agar mau melakukan reinvestasi. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan insentif berupa kepastian dan keterbukaan iklim investasi.

"Daripada terlalu fokus membatasi barang konsumsi dengan berbagai kebijakan impor, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan opsi pemberian insentif pajak bagi investor yang melakukan reinvestasi keuntungannya. Dengan mendorong para investor melakukan reinvestasi, maka stok mata uang asing akan tetap stabil. Hal ini kemudian dapat mempengaruhi kestabilan cadangan devisa Indonesia," kata Assyifa di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, lanjut dia, pemerintah dapat mendorong eksportir untuk menempatkan mata uang asingnya di pasar keuangan dalam negeri, sehingga dapat menambah jumlah mata uang asing dalam negeri.

Assyifa menambahkan, kebijakan meningkatkan besaran pajak PPh barang impor hingga 10% belum signifikan untuk mengendalikan nilai tukar rupiah karena produk yang dikenakan tarif pajak merupakan barang konsumsi.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Januari-Juni 2018, nilai rata-rata impor barang konsumsi hanya sebesar 9,2% dari seluruh nilai total impor. Sementara impor barang input (raw material) dan barang modal justru porsinya jauh lebih besar, yaitu sebanyak 74,6% dan 16,1%.

Dengan pemberlakuan tarif impor pada barang konsumsi, lanjutnya, dampak yang akan dirasakan akan terlampau kecil. Di sisi lain, pemberlakuan aturan yang sama pada dua jenis barang impor lain (raw material dan barang modal) dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan daya saing industri di pasar internasional karena ujung-ujungnya akan menaikkan biaya produksi.

"Kebijakan ini sebaiknya dipertimbangkan kembali efektivitasnya. Pemerintah bisa menggunakan opsi lain, misalnya memberikan insentif pajak bagi para investor yang melakukan reinvestasi. Dampaknya akan lebih besar pada perekonomian nasional," pungkasnya.

Tag: Reinvestasi, Rupiah

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.30 3,729.07
British Pound GBP 1.00 18,411.72 18,223.66
China Yuan CNY 1.00 2,101.61 2,080.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,127.00 13,987.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,109.28 10,006.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.01 1,782.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,447.42 10,343.12
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,020.02 15,854.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.01 3,432.39
Yen Jepang JPY 100.00 12,756.91 12,629.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6537.766 24.982 628
2 Agriculture 1616.672 15.458 21
3 Mining 1935.600 28.600 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.282 9.632 71
5 Miscellanous Industry 1347.154 -12.736 46
6 Consumer Goods 2654.468 -5.813 51
7 Cons., Property & Real Estate 459.894 1.147 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.069 7.199 72
9 Finance 1243.721 7.000 91
10 Trade & Service 827.313 1.685 155
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 288 432 144 50.00
2 OCAP 54 72 18 33.33
3 PUDP 356 430 74 20.79
4 PJAA 1,260 1,500 240 19.05
5 YULE 175 208 33 18.86
6 INPS 2,100 2,400 300 14.29
7 BRAM 6,200 7,000 800 12.90
8 IKAI 179 200 21 11.73
9 INDY 1,955 2,180 225 11.51
10 IBFN 240 266 26 10.83
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,900 1,425 -475 -25.00
2 ARTA 980 780 -200 -20.41
3 KBLV 525 454 -71 -13.52
4 CSAP 600 540 -60 -10.00
5 AKPI 690 625 -65 -9.42
6 CLAY 1,540 1,395 -145 -9.42
7 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
8 PSDN 260 242 -18 -6.92
9 SIPD 1,030 960 -70 -6.80
10 TRIS 236 220 -16 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,490 2,640 150 6.02
2 ADRO 1,345 1,415 70 5.20
3 JPFA 2,310 2,330 20 0.87
4 INDY 1,955 2,180 225 11.51
5 BUMI 150 163 13 8.67
6 BMRI 7,100 7,325 225 3.17
7 UNTR 26,000 26,500 500 1.92
8 ESTI 91 92 1 1.10
9 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
10 LEAD 92 86 -6 -6.52