Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:21 WIB. Saham - PT Gozco Plantations alihkan 247 ribu saham PT Golden Blossom Sumatra kepada PT Suryabumi Agrolanggeng. 
  • 16:16 WIB. Bolt - Layanan 4G LTE Bolt dihentikan sementara waktu oleh PT Internux. 
  • 16:08 WIB. Asuransi Perikanan - OJK dan Kemen KP ciptakan produk asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil.
  • 16:07 WIB. MoU - Kembangkan kerja sama pasokan konsentrat, Bumi Resources Minerals tanda tangani Mou dengan Nusantara Smelting.
  • 10:58 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Memilih dan mengikuti kebijakan Soeharto itu hal Partai Berkarya.
  • 10:58 WIB. Arief Poyuono - Jika pencopotan Budi Gunawan tak direspon, bakal mengerahkan seluruh karyawan BUMN ke kantor BIN.
  • 10:58 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Usulan jargon Soeharto itu hanya versi Partai Berkarya.
  • 10:57 WIB. Arief Poyuono - Kami protes pernyataan BIN soal masjid lingkungan swasta yang terpapar radikalisme.
  • 10:57 WIB. Arief Poyuono - Presiden Jokowi harus mencopot Kepala BIN, Budi Gunawan.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Di Depan Pengusaha, BI Jelaskan Alasan Pelemahan Rupiah

Foto Berita Di Depan Pengusaha, BI Jelaskan Alasan Pelemahan Rupiah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menilai defisit transaksi berjalan menjadi salah satu faktor yang membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami tekanan dan tertahan di level Rp14.700-Rp14.800 per dolar AS.

"Transaksi berjalan selalu di defisit. Neraca jasa, transportasi, neraca pendapatan, dan bayar dividen di situ defisit besar. Ini yang jadi masalah nilai tukar secara fundamental lemah," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, faktor ini pula yang menyebabkan nilai tukar rupiah lebih dalam dibandingkan mata uang negara lain, seperti Thailand dan Singapura.

"Indonesia dan Filipina melemah, kenapa Thailand dan Singapura (tidak) lebih rendah dari Indonesia? Masuk yang sifatnya struktural, yakni di kondisi transaksi berjalan kita," ungkapnya. 

Dia mengemukakan, untuk menahan laju pelemahan rupiah, salah satu caranya dengan meningkatkan aliran modal asing masuk ke dalam dan menahannya agar tak ke luar Indonesia.

Namun, diakuinya, mengundang masuk dana asing ke Indonesia bukan perkara mudah dalam kondisi ekonomi global yang masih bergejolak akibat ketegangan perang dagang AS-Tiongkok, krisis Turki, dan rencana kenaikan suku bunga AS. Hal ini membuat beberapa negara berlomba-lomba menarik aliran dana asing masuk ke negaranya.

"Ada diferensial dolar AS dan rupiah yield bonds 5%, dan mengalami selisih depresiasi 8%. (Bagi) Investor, return yang menarik akan menempatkan dananya di Indonesia. Interest Rate Differential (perbedaan suku bunga dengan negara lain) sampai hari ini depresiasi 7,5-8%. Ini gambaran rupiah masih belum stabil dalam dua minggu terakhir. Pelemahan cukup besar," jelasnya.

Oleh sebab itu, agar pasar keuangan Indonesia menarik di mata investor asing, BI harus menaikkan suku bunga acuannya 125 bps, meski konsekuensinya dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Dengan yield obligasi negara yang menarik, diharapkan dana asing dapat mengalir deras ke Indonesia dan mampu menjaga pasokan valas dalam negeri.

"Hampir semua negara berlomba-lomba untuk mendapatkan aliran modal. Ini poin BI untuk naikkan suku bunga," ucapnya.

Tag: Rupiah, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10