Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:34 WIB. First Media - Ancaman pemerintah tak pengaruhi internet kabel First Media.
  • 07:33 WIB. Indosat - Jaringan lelet, Indosat berkilah tengah migrasi.
  • 07:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo lawan putusan soal Bolt ke Mahkamah Agung.
  • 07:32 WIB. Internux - Internux sudah gugat Kemenkominfo ke PTUN sejak Oktober.
  • 22:40 WIB. PP - PT PP menunjukkan penurunan harga terbesar secara year to date sebesar 42,99%.

Menteri ESDM Usul Lifting Migas 2 Juta BOEPD

Foto Berita Menteri ESDM Usul Lifting Migas 2 Juta BOEPD
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan lifting migas untuk Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (RAPBN) 2019 sebesar dua juta Barrel Oil Equivalent Per Day (BOEPD), lebih tinggi dari 2018 yang sebesar 1,921 juta BOEPD.

"Lebih tingginya lifting migas tersebut justru membuat biaya produksi (cost recovery) yang tercatat US$10,22 miliar menjadi lebih rendah dari outlook 2018, yaitu sebesar US$11,34 miliar," demikian data yang dihimpun dari Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Usulan ini selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dan ditetapkan pada Rapat Kerja, Senin (17/9/2018) depan.

"Lifting minyak dan gas bumi sampai hari ini terealiasasi 1,921 juta BOEPD, outlook-nya 1,902 juta BOEPD. Dan untuk RAPBN 2019 diusulkan lifting migas sebesar 2 juta BOEPD dengan biaya produksi US$10,22 miliar dengan kurs sebesar Rp14.400 per dolar AS," ujar Jonan.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, realisasi cost recovery hingga akhir agustus 2018 sebesar US$7,77 miliar dan outlook-nya sebesar US$11,34 miliar. Untuk mengurangi cost recovery ini, menurut Jonan, tidak banyak yang bisa dilakukan, paling 1/3 atau 40% karena sisanya merupakan bawaan dari masa kontraknya puluhan tahun lalu.

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi menambahkan, lifting minyak bumi akan didominasi oleh 12 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti PT Chevron Pacific Indonesia, Mobil Cepu LTD, PT Pertamina EP, dan Pertamina Hulu Energi yang menghasilkan lifting hingga 88% dari lifting minyak nasional.

"Lifting minyak bumi hingga akhir Agustus 2018 sebesar 774.425 BOPD atau 97% dari target lifting. Untuk 2019 mendatang, SKK Migas menetapkan prakiraan untuk 2019 sebesar 750 ribu BOPD," ujar Amin.

Prakiraan 2019 itulah yang pada Oktober-Desember 2018 akan dibahas secara detail perincian rencana kerja, sehingga besarab biaya yang akan menjadi cost recovery bisa diketahuitermasuk produksi dan besar lifting-nya.

Sejak 2013 hingga 2018, realisasi cost recovery selalu melampaui target yang ditetapkan, namun untuk 2019 mendatang, Amin menegaskan, akan berkurang karena sebagian kontrak migas skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery berubah menjadi PSC gross split.

"Saat ini yang sudah efektif menggunakan skema gross split, Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ dan yang baru akan mulai, yaitu PHE Tuban dan PHE Ogan Komering. Nanti satu triwulan lagi akan ditambah dengan Sanga-Sanga dan Southeast Sumatera. Diharapkan penerapan skema gross split akan menurunkan biaya cost recovery," jelas Amin.

Ditambahkan Amin, komponen cost recovery terbagi menjadi beberapa komponen, dan komponen terbesar cost recovery hingga Agustus 2018 ini adalah current year operating cost sebesar 76,8%.

"Current year operating cost terbagi menjadi cost untuk produksi 67%, biaya untuk pengembangan 14%, biaya umum dan administrasi 10%, biaya untuk eksplorasi 9%," tambah Amin.

Tag: Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00