Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Dikenal Getol Bela Jokowi, Misbakhun Jadi Korban Hoax Ratna Sarumpaet Crisis Center

Foto Berita Dikenal Getol Bela Jokowi, Misbakhun Jadi Korban Hoax Ratna Sarumpaet Crisis Center
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa jadi sasaran hoaks. Penyebabnya adalah beredarnya undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di ruang kerja anggota Frakri Partai Golkar DPR itu terkait Ruben PS Marey yang konon menjadi korban pemblokiran rekening akibat kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani.
 
Misbakhun menyatakan, dirinya tak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apa pun.
 
"Bahkan saya tidak tahu ada lembaga itu (RSCC, red)," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (16/9/2018).
 
Legislator yang dikenal getol mendukung Presiden Jokowi itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya besok (17/9). Bahkan, Misbakhun sama sekali tak tahu subtansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben S Marey S.Sos dan kawan-kawan sebagaimana tertulis dalam undangan RSCC.
 
"Saya tidak pernah tahu, Mendengar pun tidak karena sebagai anggota DPR RI juga tidak pernah menerima pengaduan soal masalah tersebut," tegasnya.
 
Oleh karena itu Misbakhun meminta wartawan yang menerima undangan itu agar mengabaikannya. Sebab, isinya benar-benar hoaks.
 
"Untuk itu saya meminta kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang sudah terlanjur menerima undangan peliputan tersebut untuk mengabaikannya karena tidak ada agenda penggunaan ruang kerja saya di DPR untuk kepentingan jumpa pers tentang masalah itu," pungkasnya. 
 
Dan berikut keterangan lengkap dari Misbakhun:
 
Penjelasan Terkait Undangan Peliputan/Release Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC)
 
Saya membaca beredarnya Undangan Peliputan/Release yang dilkeluarkan oleh Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) bertanggal 16 September 2018 yang dikirimkan melalui Whatsapp Group diantaranya Suara Rakyat Merdeka ada yang memposting Undangan Peliputan tersebut.
 
1. Saya tidak pernah berhubungan dengan apa yg disebut dengan Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) dalam bentuk komunikasi apapun. Bahkan saya tidak tahu adanya lembaga tersebut kalau itu berbentuk lembaga.
 
2. Saya tidak pernah membuat kesepakatan dengan Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) untuk memfasilitasi sebuah undangan jumpa pers di ruang kerja saya pada hari Senin tanggal 17 September 2018 pukul 10.00 WIB di gedung Nusantara 1 DPR RI seperti pada tanggal yang disebarkan pada undangan peliputan tersebut.
 
3. Subtansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben S Marey S.Sos., MS.i dan kawan-kawan seperti yang diuraikan dalam Undangan Peliputan/Release tersebut, saya tidak pernah tahu, tidak pernah mendengar dan sebagai anggota DPR RI tidak pernah menerima pengaduan soal masalah tersebut.
 
4. Saya menganggap bahwa Undangan Peliputan yang disebarkan dengan mengatas namakan Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di atas adalah undangan palsu dan HOAX. 
 
5. Untuk itu saya meminta kepada seluruh rekan-rekan wartawan yang sudah terlanjur menerima Undangan Peliputan tersebut untuk mengabaikan karena tidak ada agenda penggunaan ruang kerja saya di DPR untuk kepentingan jumpa pers perihal masalah seperti yang disampaikan di dalam Undangan Peliputan tersebut.
 
Demikian pemberitahuan saya kepada seluruh rekan jurnalis. 
 
Matur nuwun.
 
Jakarta, 16 September 2018
 
Mukhamad Misbakhun, SE., MH.

 

Anggota DPR RI.

Tag: Mukhamad Misbakhun

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00