Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:44 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 108,73 JPY/USD.
  • 21:43 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Poundsterling pada level 1,2576 USD/GBP.
  • 21:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,46% terhadap Euro pada level 1,1221 USD/EUR.
  • 21:41 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.690 USD/troy ounce. 
  • 21:41 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,23 USD/barel.
  • 21:40 WIB. Oil Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 36,75 USD/barel.
  • 21:39 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,85% pada level 3.107.
  • 21:38 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 1,23% pada level 26.058.
  • 21:37 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,58% pada level 9.664.
  • 17:37 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,40% pada level 2.700.
  • 17:35 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,37% pada level 24.325.
  • 17:34 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,29% pada level 22.613.
  • 17:33 WIB. Valas - Indeks Shanghai ditutup positif 0,07% pada level 2.923.
  • 17:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,87% pada level 2.147.
  • 17:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,36% pada level 6.304.

Kecerdasan Buatan dan Robot Siap Ambil Alih Peran Manusia di Dunia Kerja

Kecerdasan Buatan dan Robot Siap Ambil Alih Peran Manusia di Dunia Kerja
WE Online, Swiss -

Mesin akan mengambil alih manusia dalam hal melakukan lebih banyak tugas di tempat kerja pada tahun 2025, tetapi masih ada 58 juta pekerjaan baru yang akan diciptakan dalam lima tahun ke depan, World Economic Forum (WEF) mengatakan dalam sebuah laporannya pada Senin (17/9/2018).

Perkembangan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan bisa membuat 75 juta pekerjaan tergeser, menurut laporan WEF "The Future of Jobs 2018."

Namun, 133 juta peran baru lainnya mungkin akan muncul ketika perusahaan membagi kerja antara manusia dan mesin, yang akan disederhanakan ke 58 juta pekerjaan baru yang diciptakan pada 2022, lapornya.

Pada saat yang sama, akan ada perubahan signifikan dalam kualitas, lokasi, dan format peran baru, menurut laporan WEF, yang menyarankan bahwa pekerjaan permanen yang sifatnya full time mungkin berpotensi jatuh.

Beberapa perusahaan dapat memilih untuk menggunakan pekerja sementara, pekerja lepas, dan kontraktor spesialis, sementara yang lain dapat mengotomatisasi banyak tugas.

Keterampilan baru untuk karyawan akan dibutuhkan saat tenaga kerja antara mesin dan manusia terus berevolusi, ungkap laporan itu.

Mesin diharapkan untuk melakukan sekitar 42 persen dari semua tugas saat ini di tempat kerja pada tahun 2022, dibandingkan dengan hanya 29 persen sekarang, menurut perusahaan yang disurvei oleh WEF.

Manusia diharapkan bekerja rata-rata 58 persen dari jam kerja pada 2022, naik dari jam tugas saat ini sebesar 71 persen.

Kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap pekerjaan telah menjadi topik perdebatan yang hangat. Banyak ahli juga telah meramalkan bahwa mesin pada akhirnya akan menggantikan jutaan pekerjaan dalam dekade berikutnya. Namun, kebijaksanaan konvensional di antara banyak eksekutif bisnis adalah bahwa AI juga akan menciptakan pekerjaan baru.

Analisis dari perusahaan audit global PwC juga membuat prediksi serupa. Mereka menyatakan bahwa AI, robotika, dan bentuk lain dari teknologi "otomatisasi pintar" dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan produk dan layanan yang lebih baik dari manusia. Sementara beberapa pekerjaan akan dipindahkan atau berubah secara mendasar, pekerjaan baru juga akan tumbuh dan efek bersih jangka panjang juga harus positif bagi perekonomian secara keseluruhan.

Laporan WEF didasarkan pada survei terhadap pejabat sumber daya manusia, eksekutif strategi dan CEO dari lebih dari 300 perusahaan global di berbagai industri. Responden mewakili lebih dari 15 juta karyawan dan 20 negara maju dan berkembang yang secara kolektif mewakili sekitar 70 persen dari ekonomi global.

Prospek penciptaan lapangan kerja tetap positif meskipun hampir separuh dari semua perusahaan mengharapkan tenaga kerja penuh waktu mereka menyusut selama beberapa tahun ke depan, menurut laporan WEF.

Hal tersebut karena fakta bahwa perusahaan sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi menciptakan peluang bisnis baru.

Meskipun otomatisasi dapat memberi dorongan produktivitas kepada perusahaan, mereka perlu berinvestasi pada karyawan mereka agar tetap kompetitif, menurut Saadia Zahidi, kepala Pusat Ekonomi dan Masyarakat Baru di Forum Ekonomi Dunia.

"Ada keharusan moral dan ekonomi untuk melakukannya," tutur Zahidi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari CNBC, Senin (17/9/2018).

"Tanpa pendekatan proaktif, bisnis dan pekerja dapat kehilangan potensi ekonomi Revolusi Industri Keempat," ujarnya.

Revolusi Industri Keempat pada dasarnya mengacu pada cara-cara teknologi baru akan mengubah cara bagaimana manusia berkehidupan, bekerja, dan berhubungan satu sama lain.

Perusahaan, pemerintah, dan karyawan juga perlu bekerja sama untuk mengatasi kekurangan keterampilan yang terjadi karena otomatisasi, menurut WEF.

Pada akhirnya, jika perusahaan dapat secara efektif mengelola peningkatan keterampilan pekerja yang ada, serta membagi tugas antara karyawan dan mesin, mereka akan menciptakan peluang untuk pertumbuhan produktivitas yang lebih tinggi, pungkas WEF.

Baca Juga

Tag: Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Warta Ekonomi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4941.006 93.499 692
2 Agriculture 997.725 31.041 22
3 Mining 1282.050 11.604 49
4 Basic Industry and Chemicals 767.744 8.203 78
5 Miscellanous Industry 876.889 22.684 52
6 Consumer Goods 1838.287 17.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 333.010 6.543 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 899.989 16.455 78
9 Finance 1027.339 31.820 93
10 Trade & Service 614.307 2.724 172
No Code Prev Close Change %
1 MLPL 52 70 18 34.62
2 DPUM 84 107 23 27.38
3 IDPR 124 155 31 25.00
4 MLPT 565 705 140 24.78
5 DPNS 218 272 54 24.77
6 KREN 77 96 19 24.68
7 KRAH 498 620 122 24.50
8 KBLV 308 382 74 24.03
9 PYFA 496 595 99 19.96
10 TAMU 62 74 12 19.35
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 575 535 -40 -6.96
2 MAYA 6,500 6,050 -450 -6.92
3 ASRM 1,810 1,685 -125 -6.91
4 TRUS 350 326 -24 -6.86
5 NATO 498 464 -34 -6.83
6 EMTK 5,000 4,660 -340 -6.80
7 NASA 206 192 -14 -6.80
8 STTP 7,725 7,200 -525 -6.80
9 TMPO 148 138 -10 -6.76
10 SOTS 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,180 3,100 -80 -2.52
2 BBTN 925 1,010 85 9.19
3 BBCA 26,800 28,900 2,100 7.84
4 JPFA 980 1,165 185 18.88
5 PGAS 885 970 85 9.60
6 PURA 77 75 -2 -2.60
7 BMRI 4,620 4,860 240 5.19
8 BBNI 3,970 4,130 160 4.03
9 TLKM 3,250 3,290 40 1.23
10 ICBP 8,475 8,500 25 0.29