Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:05 WIB. Jasindo - Jasindo memanfaatkan tingginya minat umroh dan liburan untuk menjual produk asuransi perjalanan.
  • 06:26 WIB. Pertamina - Pertamina bekerja sama dengan Bank Sumut menggelar promo untuk menggaet pendaftar baru aplikasi MyPertamina.
  • 06:23 WIB. AP II - Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua menelan dana sekitar Rp100 triliun.
  • 06:22 WIB. AP II - AP II menargetkan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua bisa direalisasikan mulai 2021.
  • 06:06 WIB. ADHI - Target harga saham ADHI berada pada level Rp3.000 per saham.
  • 06:04 WIB. ADHI - Analis menilai bahwa pertumbuhan laba bersih yang dibukukan ADHI pada kuartal III/2018 menjadi yang tertinggi dalam rerata 5 tahun terakhir.
  • 06:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyarankan pemerintah meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas misalnya manufaktur.
  • 06:00 WIB. Mandiri - Bank Mandiri masih menyalurkan KPR di beberapa daerah dengan jumlah terbatas.

Gagal Atasi Korupsi, Regulator Swiss Turun Tangan Selidiki Credit Suisse

Foto Berita Gagal Atasi Korupsi, Regulator Swiss Turun Tangan Selidiki Credit Suisse
Warta Ekonomi.co.id, Zurich -

Credit Suisse (CSGN.S) akan diawasi oleh monitor independen setelah gagal dalam tugasnya untuk memberantas korupsi dalam kasus-kasus yang terkait dengan badan sepakbola dunia FIFA, perusahaan minyak Venezuela, serta perusahaan-perusahaan minyak negara Brazil, pengawas industri keuangan Swiss FINMA menyatakan pada Senin (17/9/2018).

Secara terpisah, otoritas Swiss juga menyatakan Credit Suisse juga gagal memenuhi kewajibannya untuk memerangi pencucian uang sambil mengelola hubungan bisnis yang signifikan bagi bank dengan orang yang terpapar secara politis, FINMA mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Alih-alih mendisiplinkan seorang relationship manager yang sukses berulang kali melanggar peraturan kepatuhan bank selama bertahun-tahun, FINMA mengatakan Credit Suisse malah memberi imbalan kepadanya dengan pembayaran tinggi dan ulasan positif.

FINMA juga memerintahkan langkah-langkah untuk meningkatkan proses anti pencucian uang bank.

FINMA juga mengatakan sedang memasang monitor independen untuk memastikan Credit Suisse mengikuti dan mencegah pengulangan insiden seperti yang tengah diselidiki saat ini, yang melibatkan FIFA, perusahaan minyak Brasil Petrobras, dan perusahaan minyak Venezuela Petróleos de Venezuela, SA (PDVSA).

"Kesalahan yang teridentifikasi terjadi berulang kali selama beberapa tahun, terutama sebelum 2014," ujar FINMA.

“Jumlah kesalahan di atas rata-rata ditemukan dalam hubungan bisnis yang dibuka oleh mantan anak perusahaan Grup, Clariden Leu AG,” lapor FINMA, seperti dilansir Reuters, Senin (17/9/2018).

Sebagai tanggapan, bank yang berbasis di Zurich mengatakan penyelidikan FINMA telah menemukan aspek "kelemahan legacy" di dalam internal bank, serta menambahkan jika pihaknya sudah bertindak untuk meningkatkan kedisiplinan di internal perusahaan.

Credit Suisse juga mengatakan belum didenda atau diperintahkan untuk mencabut keuntungan.

"Menerapkan budaya pertumbuhan yang patuh di Credit Suisse adalah prioritas tertinggi kami dan itu adalah tanggung jawab individu dan kolektif yang kami anggap sangat serius," ungkap bank.

"Kami akan terus bekerja sama dengan FINMA untuk menyelesaikan perubahan yang sedang dilakukan dan menerapkan langkah-langkah tambahan," pungkasnya.

Tag: Credit Suisse Group

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Theguardian.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35