Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:43 WIB. Telkomsel - Libur akhir tahun, trafik internet Telkomsel diprediksi naik 20%.
  • 19:40 WIB. Tik Tok - Tik Tok belum berencana pasang iklan di aplikasi. 
  • 19:39 WIB. Traveloka - Traveloka dikabarkan akuisisi 3 kompetitor, salah satunya Pegipegi.
  • 19:36 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji buka blokir Tumblr. 
  • 19:35 WIB. Instagram - Instagram perketat tagar terkait penyimpangan pola makan. 
  • 19:35 WIB. Instagram - Instagram perketat tagar terkait penyimpangan pola makan. 
  • 19:33 WIB. Huawei - Perusahaan telekomunikasi Jerman dan Prancis tolak Huawei. 
  • 19:32 WIB. Hyundai - Hyundai Indonesia tunggu aba-aba dari Korsel soal investasi. 
  • 19:30 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo klaim blokir 300 fintech ilegal. 
  • 19:10 WIB. Afrika - 21 tewas akibat konflik etnis di Etiopia.
  • 19:09 WIB. Papua - Indonesia pastikan tak gunakan bom untuk kelompok bersenjata Papua.
  • 19:09 WIB. Australia - OKI minta Australia tinjau kembali keputusannya tentang Yerusalem.
  • 19:09 WIB. Google - Google menghabiskan $1 miliar untuk mendirikan kampus baru di New York.
  • 19:08 WIB. Uni Eropa - Komisi Uni Eropa mengatakan masih dalam pembicaraan dengan Italia mengenai anggaran.
  • 19:08 WIB. Jerman - Bundesbank: Industri mobil Jerman mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari keterpurukan.

Fujitsu Indonesia Dukung Rencana Industri 4.0 Milik Pemerintah

Foto Berita Fujitsu Indonesia Dukung Rencana Industri 4.0 Milik Pemerintah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Fujitsu Indonesia berkomitmen untuk mendukung implementasi dari rencana pemerintah Indonesia menerapkan Making Indonesia 4.0 di sektor industri. Sektor manufaktur adalah satu dari lima sektor yang menjadi fokus pemerintah untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Beberapa komponen yang akan menunjang terciptanya Industri 4.0 diantaranya Artificial Inteligence (AI), Internet of Things, Advanced Robotics, Wearables/Augmented Reality, 3D Printing.

Bagi perusahaan IT asal Jepang ini, rencana Making Indonesia 4.0 yang bertujuan untuk memajukan sektor industri di Indonesia, merupakan terobosan yang dapat menciptakan ruang baru bukan hanya bagi para pelaku industri semata. Di sektor lain pun akan menciptakan inovasi-inovasi yang menunjang terimplementasinya Making Indonesia 4.0.

Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan langkah kolaboratif yangmelibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, asosiasi dan industri, hingga akademisi.

Managing Director Fujitsu Indonesia, Odi Susilo Handoko, mengatakan bahwa keputusan pemerintah Indonesia mencanangkan Making Indonesia 4.0 menjadi pemicu bagi perusahaan-perusahaan IT untuk mendukung dari sisi inovasi teknologi.

Fujitsu Indonesia pun memperkenalkan sejumlah solusi andalan yang bisa diimplementasikan di industri manufaktur, untuk mendorong terwujudnya Smart Factory dalam program Making Indonesia 4.0.

“Fujitsu Indonesia siap mendukung terciptanya Smart Factory, yang akan menciptakan lingkungan industri yang sarat teknologi tanpa mengesampingkan peran manusia. Dengan memaksimalkan teknologi baru yang terdapat dalam komponen teknologi seperti IoT, maka dapat menyatukan operasi fisik dan digital dalam proses produksi. Sementara proses otomatis secara robotic akan membantu manusia menjalankan proses produksi”, ujar Odi, dalam keterangan resminya, Senin (17/09/2018).

Menurutnya, sistem keamanan di dalam pabrik pun tak luput dari Fujitsu Indonesia untuk menciptakan solusi teknologi di sektor manufaktur. Dengan teknologi Real Time Locator System (RTLS) besutan Fujitsu, maka sistem pemantauan dan keamanan di pabrik dapat dilakukan secara otomatis. Dengan solusi ini setiap individu yang berada di dalam pabrik dapat terpantau keberadaannya hanya dengan memonitor dari sistem.

Terobosan teknologi di industri manufaktur bagi Fujitsu Indonesia bukan hal baru. Beberapa solusi yang sudah diciptakan Fujitsu Indonesia sudah diterapkan diantaranya di pabrik sepeda motor, pabrik perakitan mobil niaga, serta sistem pemantauan keamanan pengunjung (RTLS) di lembaga pemerintahan.

Di pabrik pembuatan sepeda motor, Fujitsu Indonesia menawarkan solusi teknologi yang dapat membantu proses dokumen dari hulu ke hilir. “Dengan solusi yang kami namakan Order Management, maka proses dokumen seperti Purchase Order, Account Payable, dan dokumen lain yang butuh diarsipkan secara digital akan lebih mudah diproses”, tambah Odi.

Dengan solusi ini juga Fujitsu Indonesia menawarkan sejumlah keuntungan bila diterapkan di industry manufaktur. Diantaranya dapat mengurangi kesalahan manusia ketika mengarsip dan memproses dokumen secara digital. Selain itu, Fujitsu Indonesia juga mengklain dengan solusi ini dapat meningkatan produktivitas kinerja individu, karena dapat mengurangi hingga 95 persen waktu yang dibutuhkan untuk memproses seluruh dokumen.

Bagi Fujitsu Indonesia, implementasi Making Indonesia 4.0 yang erat kaitannya dengan penerapan teknologi, justru akan mendorong sumber daya manusia untuk lebih maju dan berinovasi.

“Dalam penerapan Indonesia 4.0 tidak akan menyingkirkan manusia, artinya manusia justru menjadi penggerak utama teknologi yang akan diterapkan di seluruh sektor industri,” tutup Odi.

Tag: Fujitsu

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6089.305 -80.538 621
2 Agriculture 1529.475 7.439 20
3 Mining 1740.264 -24.661 47
4 Basic Industry and Chemicals 823.102 -18.496 71
5 Miscellanous Industry 1396.496 -21.778 46
6 Consumer Goods 2485.433 -44.232 49
7 Cons., Property & Real Estate 447.566 -6.607 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1048.350 -7.984 71
9 Finance 1161.972 -11.642 91
10 Trade & Service 783.053 -8.539 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 226 282 56 24.78
2 KONI 340 424 84 24.71
3 ARTA 488 600 112 22.95
4 SSTM 396 478 82 20.71
5 TIRA 125 150 25 20.00
6 ASBI 282 336 54 19.15
7 APEX 1,300 1,530 230 17.69
8 AHAP 60 68 8 13.33
9 PNSE 1,100 1,240 140 12.73
10 PTSN 965 1,085 120 12.44
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 690 555 -135 -19.57
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 OCAP 226 185 -41 -18.14
4 RELI 228 189 -39 -17.11
5 MERK 7,500 6,450 -1,050 -14.00
6 AKSI 444 398 -46 -10.36
7 KICI 300 270 -30 -10.00
8 SOTS 444 408 -36 -8.11
9 MSKY 785 730 -55 -7.01
10 PSDN 200 187 -13 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 360 8 2.27
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 UNTR 29,425 28,700 -725 -2.46
4 BBRI 3,680 3,600 -80 -2.17
5 TLKM 3,730 3,710 -20 -0.54
6 BMRI 7,575 7,400 -175 -2.31
7 MNCN 780 745 -35 -4.49
8 LPPF 5,625 5,825 200 3.56
9 ASII 8,450 8,300 -150 -1.78
10 PGAS 2,100 2,060 -40 -1.90