Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:44 WIB. Liga Eropa - Valencia 2 vs 0 Villarreal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Napoli 0 vs 1 Arsenal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Eintracht Frankfurt 2 vs 0 Benfica
  • 05:42 WIB. Liga Eropa - Chelsea 4 vs 3 Slavia Prague

ULN Indonesia Tumbuh Melambat di Juli 2018

ULN Indonesia Tumbuh Melambat di Juli 2018 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juli 2018 tercatat sebesar 358,0 miliar dolar AS, terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 180,8 miliar dolar AS dan utang swasta termasuk BUMN sebesar 177,1 miliar dolar AS. ULN Indonesia tersebut tumbuh 4,8% (yoy), melambat dibandingkan dengan 5,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Melambatnya pertumbuhan ULN tersebut terutama disebabkan oleh ULN sektor pemerintah yang tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya," tulis BI dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (17/9/2018).

ULN pemerintah pada Juli 2018 tumbuh 4,1% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,1% (yoy). Meskipun tumbuh melambat, namun posisi ULN pemerintah bulan Juli 2018 tercatat sebesar USD177,4 miliar, sedikit meningkat dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya karena adanya net penarikan pinjaman, khususnya pinjaman multilateral, serta net pembelian SBN domestik oleh investor asing selama bulan Juli 2018.

Pasca-kenaikan Fed Fund Rate pada pertengahan bulan Juni 2018, pasar keuangan mengarah pada level ekuilibrium baru dan investor asing kembali masuk ke pasar SBN domestik.

Pemerintah senantiasa melakukan monitoring kondisi pasar keuangan domestik dalam rangka menjaga stabilitas pasar SBN yang turut dipengaruhi faktor eksternal, di samping mengoptimalkan pemanfaatan pinjaman luar negeri untuk membiayai pembangunan di sektor yang bersifat produktif.

Sementara ULN swasta pada akhir Juli 2018 terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), dan sektor pertambangan dan penggalian.

"Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,7%, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa pada periode sebelumnya," jelas BI.

Pertumbuhan ULN secara tahunan di keempat sektor tersebut tercatat meningkat pada Juli 2018, dengan peningkatan tertinggi pada sektor Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas (LGA) dan sektor Industri Pengolahan.

Perkembangan ULN Indonesia pada Juli 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Juli 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir Juli 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,4% dari total ULN.

"BI dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tutupnya.

Tag: Utang Luar Negeri (ULN)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26