Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:48 WIB. Indika Energy - Indika Energy dan Nusantara Resources Limited tanda tangani perjanjian penyertaan saham senilai AUD$7,68 juta.
  • 09:48 WIB. Merger - BTPN dan Bank Sumitomo ubah tanggal efektif penggabungan usaha menjadi 01/02/2019.
  • 09:47 WIB. Pinjaman - Beli saham, MAGP pinjam Rp138 miliar dari PT Bengkayang Nabati Indonesia. 
  • 09:20 WIB. Rupiah - Pukul 09.20: Rupiah berhasil menguat 0,30 ke level Rp14.580 per dolar Amerika Serikat. 
  • 09:05 WIB. IHSG - IHSG dibuka menghijau 0,35% ke level 6.097,73. 
  • 08:39 WIB. Tri - Tri sebut pelanggannya sudah teregistrasi sesuai aturan.
  • 08:38 WIB. Asus - Asus janji Zenfone Max Pro M2 dan Max M2 tak jadi ponsel gaib.
  • 08:37 WIB. Alipay - Alipay cari inovasi digital di Asia Tenggara.
  • 08:34 WIB. Apple - Seruan boikot iPhone menggema di China.
  • 08:33 WIB. Vivo - Ponsel dua layar Vivo dirilis bawa RAM 10 GB.
  • 08:28 WIB. Harbolnas - Harbolnas target cetak transaksi Rp7 triliun.
  • 08:27 WIB. Tri - Tri akan gelar 8 ribu BTS di daerah yang belum mereka sentuh.
  • 08:25 WIB. Huawei - Petinggi Huawei bebas dengan jaminan Rp108 miliar.
  • 08:22 WIB. Indosat - Indosat ekspansi 4G+ ke Sumatera.
  • 07:58 WIB. Samsung - Samsung kembangkan mobil otonom gunakan 5G.

Investor Kabur dari Saham Soechi, Nasib Kapal Pertamina Belum Jelas

Foto Berita Investor Kabur dari Saham Soechi, Nasib Kapal Pertamina Belum Jelas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nasib penyelesaian tiga tanker minyak milik PT Pertamina oleh anak usaha PT Soechi Lines Tbk (SOCI) kembali dipertanyakan. Pasalnya, Pengadilan Niaga Medan pada 31 Agustus 2018 mengabulkan permohonan perkara penundaan kewajiban pembayaran utang terhadap anak usaha Soechi, PT Multi Ocean Shipyard (MOS). 

Seperti yang dikutip dari Laporan Keuangan Auditan Soechi, MOS sedang membangun tiga kapal tanker untuk PT Pertamina (Persero), satu kapal perintis untuk Satuaan Kerja Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Laut Pusat, dan dua kapal kenavigasian untuk Satuan Kerja Pengembangan Kenavigasian Pusat.

Konstruksi masih di tengah jalan, dengan persentase kemajuan konstruksi tiga kapal tanker sebesar 98,18%; 71,08%; dan 61,20%; kapal perintis sebesar 88,29%; dan kapal kenavigasian telah selesai, namun belum diserahkan.

Perjanjian dengan Pertamina malah diperpanjang hingga dua kali dikarenakan MOS tidak dapat menyelesaikan pembangunan kapal tepat waktu. Dalam perjanjian awal, penyerahan kapal seharusnya pada 7 Juni 2015 dan 7 Mei 2016. Ketiga perjanjian tersebut kemudian diperpanjang sampai 31 Mei 2017, yang  diperpanjang lagi hingga 30 Mei 2019.

Padahal, satu-satunya pemesan swasta, PT Lautan Pasifik Sejahtera, yang merupakan pihak terafiliasi membatalkan kontraknya dengan MOS karena kapal yang dipesan molor bertahun-tahun.

Pemerintah dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2012 mengenai Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, "Penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak karena kesalahan penyedia barang/jasa, dikenai denda keterlambatan sebesar 1/1.000 (satu per seribu) dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan." Jika dikalkulasika, denda akan mencapai angka puluhan juta dolar.

Menurut Kepala Riset Koneksi Capital, Alfred Nainggolan, setiap kasus hukum yang mendera emiten akan membuat kabur investor, terlebih dalam kondisi ketidakpastian pasar saat ini.

"Investor sangat sensitif terhadap emiten-emiten yang punya masalah hukum," jawab Alfred menanggapi putusan Pengadilan terhadap Soechi, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Ia menjelaskan, saat ini ada 597 emiten yang menjadi pilihan investor. Sehingga investor lebih memilih saham emiten-emiten yang tidak terkena kasus perdata. Hal itu akan berpengaruh pada pencapaian kinerja emiten dengan kasus hukum.

"Jadi kalau ditanya berpengaruh (kasus PKPU Soechi), pasti berpengaruh, apalagi IHSG dalam koreksi dan saham-saham semakin murah, sehingga tekanannya makin berat bagi emiten yang terkena kasus perdata," papar dia.

Untuk diketahui, Soechi pada perdagangan kemarin ditutup turun 3 poin atau -2,1% ke level 143 dengan nilai transaksi Rp318,6 juta.

Sekadar informasi, MOS merupakan perusahaan yang dimiliki 99,99% oleh Soechi dan didirikan pada 2 November 2007, khusus bergerak di bidang galangan kapal. Pada 2014, Soechi meningkatkan modal ditempatkan dan disetor MOS dari Rp300 miliar menjadi Rp420 miliar dengan konversi utang MOS kepada Soechi. Selanjutnya pada 2016, modal ditempatkan dan disetor kembali ditingkatkan menjadi Rp840 miliar dengan cara yang sama.

Tag: PT Soechi Lines Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Andi Aliev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87