Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:30 WIB. BRI Life -  BRI Life menargetkan perolehan premi senilai Rp8 triliun pada 2019.
  • 06:29 WIB. Mandiri - Mandiri dengan JCB International Indonesia menerbitkan kartu kredit JCB Precious.
  • 06:28 WIB. BTN - BTN bekerja sama dengan Jamkrindo dalam penjaminan kredit maupun ekspansi pembiayaan. 
  • 06:27 WIB. AP I - AP I memproyeksikan capex periode 2019—2023 mencapai Rp76 triliun.
  • 06:25 WIB. Perinus - Perinus menargetkan peningkatan hasil tangkapan sekitar 22,41% untuk tahun depan menjadi 35.127 ton.
  • 06:24 WIB. Pertamina - Pertamina menargetkan pembentukan perusahaan patungan bersama Saudi Aramco untuk proyek Kilang Cilacap dapat terealisasi tahun depan. 
  • 06:21 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV akan membangun Car Terminal di Makassar.
  • 06:19 WIB. Jiwasraya - Korban kasus gagal bayar produk saving plan Jiwasraya kini berjumlah 156 pemegang polis.
  • 06:17 WIB. BRI - Kementerian BUMN meminta BRI untuk membantu kasus yang mendera Jiwasraya. 
  • 06:15 WIB. WSKT - Waskita sedang mengkaji investasi di Bandara Palangkaya bersama dengan AP II.
  • 06:14 WIB. WSKT - Waskita akan membidik infastruktur bandara sebagai investasi baru.
  • 06:12 WIB. JSMR - Jasamarga menargetkan akan mengoperasikan sekitar 200 km jalan tol tahun depan.
  • 06:11 WIB. JSMR -  Akhir tahun 2018, Jasa Marga akan mengoperasikan total jalan tol sepanjang 998,4 km.
  • 06:06 WIB. PLN - Apkabel mengatakan kebutuhan dari PLN tahun ini membuat permintaan kabel naik 20%.

Satgas: Masih Banyak Pengusaha Buang Limbah ke Citarum

Foto Berita Satgas: Masih Banyak Pengusaha Buang Limbah ke Citarum
Warta Ekonomi.co.id, Purwakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penanganan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum diselesaikan dalam kurun waktu tujuh tahun. Namun dengan kondisi dan situasi saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun untuk membersihkan sungai terpanjang di Jawa Barat itu.

Komandan Sektor 14 Satgas Citarum Harum, Kolonel Imam Firdaus mengatakan, penanganan sungai Citarum terhambat disebabkan banyaknya limbah industri.

"Limbah industri yang paling berat karena mengandung logam yang berbahaya. Ini yang sangat menyedihkan dan prihatin. Dikasih waktu tujuh tahun, namun jika dilihat sampai saat ini dengan situasi yang ada, mungkin masih belum cukup tujuh tahun itu," kata Imam Firdaus di Purwakarta, Rabu (19/9/2018).

Imam menilai para pengusaha tidak memiliki komitmen untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat dalam mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum di Bandung pada 3 April 2018 lalu.

"Mereka (pelaku industri) sudah deklarasi, tapi hasilnya, masih dilakukan pembuangan limbah ke sungai. Seolah-olah pura-pura saja. Kok seperti ini. Sampai kapa pun kalau tidak ada keseriusan, tidak akan beres ini Citarum," tegasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menegaskan pemer­intah pusat dan daerah akan menindak tegas pihak-pihak yang membuang limbah di Citarum. Pembena­han masalah DAS Citarum diperlukan kerja sama semua pihak terkait, mulai dari pemer­intah, pengusaha atau pelaku industri, hingga masyarakat.

Luhut mengatakan, sekitar 80% sampah yang ada di lau­tan Indonesia berasal dari sun­gai, termasuk dari Citarum.

"Dalam rangka pembenahan atau mengatasi masalah Citar­um, itu sebenarnya tinggal kita yang menentukan. Sekarang ini ada gubernur, pangdam, kajati, kapolda, dan pengusaha. Jadi tinggal kita mau apakan ini Citarum," kata dia.

Tag: Sungai Citarum

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6081.867 -7.438 621
2 Agriculture 1530.458 0.983 20
3 Mining 1720.067 -20.197 47
4 Basic Industry and Chemicals 829.258 6.156 71
5 Miscellanous Industry 1407.197 10.701 46
6 Consumer Goods 2485.081 -0.352 49
7 Cons., Property & Real Estate 442.497 -5.069 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1050.648 2.298 71
9 Finance 1157.320 -4.652 91
10 Trade & Service 782.748 -0.305 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 282 352 70 24.82
2 AGRS 230 286 56 24.35
3 TRUS 268 322 54 20.15
4 KICI 270 320 50 18.52
5 KONI 424 500 76 17.92
6 LUCK 655 770 115 17.56
7 ABBA 89 104 15 16.85
8 DUCK 1,435 1,615 180 12.54
9 TFCO 590 660 70 11.86
10 VIVA 117 130 13 11.11
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 478 400 -78 -16.32
2 POLL 1,760 1,550 -210 -11.93
3 SDRA 850 750 -100 -11.76
4 TIRA 150 133 -17 -11.33
5 ENRG 63 56 -7 -11.11
6 AHAP 68 61 -7 -10.29
7 SQMI 300 270 -30 -10.00
8 POOL 4,690 4,240 -450 -9.59
9 ETWA 79 72 -7 -8.86
10 HEAL 2,850 2,600 -250 -8.77
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 362 2 0.56
2 BBCA 25,825 25,325 -500 -1.94
3 BBRI 3,600 3,630 30 0.83
4 TLKM 3,710 3,740 30 0.81
5 LPPF 5,825 5,825 0 0.00
6 PTBA 4,390 4,230 -160 -3.64
7 UNTR 28,700 29,125 425 1.48
8 RIMO 140 141 1 0.71
9 ADRO 1,280 1,240 -40 -3.12
10 ITMG 20,150 20,000 -150 -0.74