Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:45 WIB. Staf Fraksi PAN - Peluru nyasar yang mengenai dua ruang kerja anggota DPR, berbarengan dengan kejadian sebelumnya.
  • 12:44 WIB. Gedung DPR - Lagi peluru nyasar kembali ditemukan di gedung DPR.
  • 12:42 WIB. Pengamat - Posisi Sandiaga juga mempengaruhi suara HIPMI dan KADIN.
  • 12:42 WIB. Pengamat - Tidak semua suara HIPMI dan KADIN ke Jokowi-Ma'ruf.
  • 12:16 WIB. Ngabalin -  visi misi Prabowo-Sandi bernuansa orde baru.
  • 12:15 WIB. Zulkifli Hasan - Kemenangan PAN di Jabar menentukan kemenangan Prabowo-Sandiaga.
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo tak pantas sebut pengelolaan negara 'ugal-ugalan'.
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo jangan asal bunyi (ngomong).
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo harusnya memberikan pernyataan pakai data dan fakta.
  • 11:18 WIB. BEI - Usai disuspensi, perdagangan saham SURE kembali dibuka pada 17/10/2018. 
  • 11:16 WIB. BTPN - Bunga obligasi keempat BTPN sebesar Rp16,8 miliar dibayarkan hari ini. 
  • 11:13 WIB. Anies - Usulan pemindahan lapangan tembak penting, terkait nyawa.
  • 11:12 WIB. Anies - Usulan pemindahan lapangan tembak dekat gedung DPR RI dimasukkan tahun 2019.
  • 11:10 WIB. Bawaslu DKI - Hari ini kembali digelar sidang kampanye videotron Jokowi-Ma'ruf.
  • 11:08 WIB. Jubir Sandiaga - Pemilih di HIPMI tentu bisa menggerakkan masyarakat di level bawah.

Target 10 Juta Lapangan Kerja, Pemerintah Diminta Perbaiki Regulasi

Foto Berita Target 10 Juta Lapangan Kerja, Pemerintah Diminta Perbaiki Regulasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Target pemerintah menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan hingga akhir 2018 harus diikuti perbaikan berbagai regulasi. Target yang masuk RPJMN 2015-2019 ini dapat terwujud karena berdasarkan data BPS pada 2016, 2017, dan 2018, jumlah pengangguran berkurang, yaitu sebesar 5,6%, 5,5%, dan 5,1%.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan, ada beberapa regulasi yang perlu diperbaiki terkait penciptaan lapangan pekerjaan. Pertama, regulasi kemudahan pendaftaran izin usaha.

"Semakin mudah suatu unit usaha mendaftarkan legalitas institusinya, maka akan semakin cepat pula mereka dapat menjalankan aktivitasnya dan semakin besar kesempatan untuk menyerap tenaga kerja formal," jelas dia dalam rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi.

Imelda menjelaskan, pembenahan di fase tersebut penting karena membentuk kesan awal dan menentukan keputusan investasi. Berdasarkan laporan Ease of Doing Business (EODB) 2018, indikator ini menduduki peingkat 144, sehingga patut menjadi fokus utama perbaikan peringkat kemudahan berbisnis secara umum.

"Pembenahan berikutnya, mengenai besaran pajak yang dikenakan kepada UMKM. Pemerintah sebaiknya mengevaluasi ulang pemberlakuan pajak tersebut dengan mengimplementasikan Flat Tax Policy, yang akan menciptakan insentif kuat bagi investasi, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Pembenahan terakhir, mengenai kesiapan infrastruktur Indonesia. Dengan infrastrukur yang baik, lanjut Imelda, maka semakin mudah suatu unit usaha beroperasi.

"Kemudahan beroperasi ini berpengaruh positif terhadap peningkatan profit perusahaan, sehingga perusahaan semakin berkembang dan otomatis akan membutuhkan lebih banyak lapangan pekerjaan," terang Imelda.

Dia menyoroti pentingnya perbaikan regulasi mengenai pengupahan karena hal ini sangat terkait keberlangsungan sebuah unit usaha. Wewenang penetapan besaran upah sebaiknya diberikan kembali kepada kepala daerah.

"Penetapan upah juga sebaiknya melibatkan serikat pekerja. Pelibatan kepala derah dan serikat pekerja setempat diharapkan bisa memberikan cerminan besaran upah yang layak dengan kondisi di daerah tersebut," tukasnya.

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Risky Andrianto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13