Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 0 Nimes
  • 06:35 WIB. Bundesliga Jerman - Eintracht Frankfrut 7 vs 1 Fortuna Duesseldorf
  • 06:33 WIB. La Liga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 1 Deportivo Alaves
  • 23:01 WIB. PEP - PEP Asset 3 mengkover tiga lapangan migas, yaitu Subang Field, Jatibarang Field, dan Tambun Field.
  • 23:00 WIB. BTN - Pertumbuhan kredit BTN didominasi oleh KPR.
  • 22:59 WIB. BTN - BTN mencatat disbursement kredit sampai kuartal III 2018 sebesar Rp 56 triliun, naik 14% yoy.
  • 22:55 WIB. WSKT - Waskita meningkatkan modal disetor dan ditempatkan oleh perusahaan ke PT Waskita Toll Road.
  • 22:06 WIB. Pertamina - Pertamina sudah melakukan penyesuaian harga sembilan kali sepanjang Januari-Oktober 2018.
  • 19:02 WIB. Khashoggi - Otoritas Turki mengatakan belum membagikan audio terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan siapa pun.
  • 19:01 WIB. Laut China Selatan - AS gaet Jepang tangkis pengaruh China di LTS.
  • 19:01 WIB. Kanada - Pasokan ganja di Kanada dilaporkan telah ludes.
  • 19:00 WIB. TSLA - Tesla meluncurkan mobil Model 3 dengan harga US$45.000.
  • 18:59 WIB. Donald Trump - Trump yakin Khashoggi sudah meninggal dunia.
  • 18:58 WIB. Uni Eropa - KTT Uni Eropa di Brussels fokus pada isu migrasi.

Pertumbuhan PDB Indonesia Melambat, Meski Diperkirakan Tumbuh 5,1%

Foto Berita Pertumbuhan PDB Indonesia Melambat, Meski Diperkirakan Tumbuh 5,1%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menurut laporan Economic Insight: South-East Asia oleh The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,1% pada 2018-2019.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari kondisi kebijakan moneter yang lebih ketat hingga meredam permintaan domestik swasta selama beberapa kuartal mendatang, namun diperkirakan lebih signifikan dibanding upaya lain untuk mendorong perekonomian Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II di sebagian besar negara Asia Tenggara sedikit menurun. Namun, pertumbuhan PDB Indonesia meningkat menjadi 5,3% pada tahun ini. Jumlah tersebut naik dari kuartal I di 5,1% berkat dorongan akselerasi konsumsi pribadi," tertulis dalam rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Jumat (21/9/2018).

ICAEW mengatakan bahwa konsumsi pemerintah juga mendorong momentum. Namun, setelah berakselerasi selama empat kuartal berturut-turut, pertumbuhan investasi menurun kembali. Meski pertumbuhan ekspor meningkat, ekspor bersih mengurangi 1,2 poin pertumbuhan PDB dan membebani akselerasi sejak kuartal IV-2017.

"Ke depannya, investasi diperkirakan akan memperoleh kembali momentum pada semester II. Mengingat harga komoditas yang lebih tinggi, investasi di sektor komoditas akan memulih pada 2018 setelah lemah selama 2015-2016."

Selain itu, Asian Games pada Agustus dan peningkatan pembelanjaan fiskal menjelang Pemilu April 2019 dinilai dapat mendorong pertumbuhan singkat terhadap permintaan domestik.

Sebaliknya, pelemahan rupiah dan suku bunga yang lebih tinggi akan berkontribusi pada kondisi finansial yang lebih ketat dan membebani dorongan domestik untuk berkembang.

Langkah pemerintah yang mencakup kebijakan untuk memperlambat bahan baku dan impor modal, terutama berkaitan proyek investasi pemerintah dan BUMN, juga bisa menimbulkan risiko penurunan investasi.

Mark Billington, ICAEW Regional Director South-East Asia mengatakan, kondisi finansial yang lebih ketat, ditambah dengan berkurangnya permintaan import Tiongkok dan pertumbuhan perdagangan global, kemungkinan menandakan pertumbuhan ekspor akan melambat selama semester II.

"Akibatnya, tidak ada dorongan pertumbuhan di Indonesia untuk beberapa kuartal mendatang. Kami memperkirakan pertumbuhan yoy di Indonesia akan sedikit melambat selama semester II dan tetap pada 5,1% pada 2018 dan 2019," ujarnya.

Tag: Produk Domestik Bruto (PDB)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Pemerintah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46