Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:59 WIB. Panasonic - Panasonic belum putus suplai ke Huawei.
  • 22:58 WIB. Huawei - Penjualan ponsel Huawei diduga turun 25% tahun ini.
  • 22:55 WIB. Trump - Donal Trump isaratkan mau bernegosiasi dengan China soal pembatasan bisnis Huawei.
  • 22:53 WIB. Huawei - Operator Inggris, EE dan Vodafone serta operator Jepang, SoftBank dan KDDI tunda peluncuran ponsel 5G Huawei.
  • 22:51 WIB. Huawei - Amerika Seikat dorong Korsel untuk blokir Huawei.
  • 22:50 WIB. China vs AS - Perusahaan AS di China cemas jadi sasaran balas dendam.
  • 22:48 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tahan banting bulan depan.
  • 22:47 WIB. Huawei - Disetop Google dan Microsoft, sistem operasi Huawei siap meluncur kuartal IV tahun ini di China.
  • 22:44 WIB. SpaceX - SpaceX akhirnya sukses kirim 60 satelit internet Starlink.
  • 22:43 WIB. Kemenkominfo - Rudiantara bantah pembatasan akses medsos berlangsung 10 hari.
  • 22:42 WIB. Suzuki - Suzuki kasih kode, Jimny bakal meluncur di GIIAS 2019.
  • 20:33 WIB. Huawei - Huawei sedang berdiskusi dengan app storeĀ pihak ketiga Aptoide.
  • 20:31 WIB. WhatsApp - Facebook umumkan WhatsApp akan mulai kedatangan iklan pada 2020.
  • 20:29 WIB. WhatsApp - Rudiantara bilang akses WhatsApp cs akan normal kembali tunggu situasi kondusif.
  • 20:27 WIB. Telkomsel - Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah resmi jadi Dirut Telkom.

Hadapi Impor Beras dengan Kepala Dingin, Hipmi: Biar Kondusif

Hadapi Impor Beras dengan Kepala Dingin, Hipmi: Biar Kondusif - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur, Mufti Anam mengatakan polemik beras yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir perlu ditanggapi dengan kepala dingin, agar situasi perekonomian tetap kondusif.

"Kami berharap polemik bisa diselesaikan di internal pemerintah antara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso," kata Mufti dalam siaran persnya di Surabaya, Jumat (21/9/2018).

Ia mengapresiasi Presiden Jokowi yang langsung menginstruksikam jajarannya untuk duduk bersama dan melakukan mediasi. "Kondisi ekonomi saat ini penuh tantangan, tentu tidak baik jika gaduh di media," kata Mufti.

Masing-masing pihak yang berpolemik, kata dia, punya landasan argumentasi, antara lain argumentasi impor merupakan hasil rapat koordinasi antarkementerian, dan ada argumentasi soal stok beras terkini.

Ada pula argumentasi soal antisipasi mundurnya musim tanam pada akhir tahun ini karena kemarau sesuai prediksi BMKG yang berkonsekunsi ke mundurnya panen raya pada awal 2019. "Karena masing-masing punya basis argumentasi, ya tentu lebih baik ini didialogkan. Kalau situasi gaduh dan berpolemik terbuka di media, dunia usaha makin tidak kondusif. Padahal, ekonomi kita sedang menghadapi tantangan. Jadi perlu situasi kondusif," katanya.

Mufti mengatakan tahun 2018 ini terdapat dua momentum sekaligus yang harus dikelola pemerintah dengan baik. Pertama, akhir 2018 ini adalah tahun politik yang ditandai dengan makin panasnya kontestasi demokrasi. Kedua, pada saat bersamaan, Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang luar biasa, mulai dari perang dagang AS dan China, tumbangnya negara-negara berkembang seperti Argentina, hingga naiknya suku bunga Bank Sentral AS yang membuat investor membawa dolar AS "pulang kampung" sehingga rupiah tertekan.

"Di antara dua momentum itulah, perlu dingin meresponsnya. Tidak perlu berpolemik terbuka, karena membuat situasi ekonomi makin tidak kondusif. Kalau tidak kondusif, bisa dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu karena sekarang ini tahun politik," katanya. 

Tag: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Beras

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Budi Candra Setya

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62