Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:40 WIB. Hasto Kristiyanto - Perjuangan bukan kepentingan Jokowi-Ma'ruf, tapi untuk jutaan rakyat.
  • 23:40 WIB. Hasto Kristiyanto - Djarot harus gelorakan semangat menangkan Jokowi-Ma'ruf.
  • 23:40 WIB. Hasto Kristiyanto - Djarot harus gelorakan semangat menangkan Jokowi-Ma'ruf.
  • 23:34 WIB. Hasto Kristiyanto - Langkat dan Binjai adalah dapil Djarot Saiful Hidayat, karena itu Jokowi-Ma'ruf optimis menang.
  • 23:39 WIB. Hasto Kristiyanto - Taget kemenangan di Langkat 60% dan Binjai 55%.
  • 23:34 WIB. Jokowi - Kemenangan bisa dicapai dengan kerja ekstra secara door to door.
  • 23:34 WIB. Jokowi - Taget kita di Riau kemenangan 60%.
  • 23:34 WIB. Jokowi - Saya yakin militansi kita semua, target bisa tercapai.
  • 23:33 WIB. Jokowi - Kubu sebelah 54% hasil survei elektabilitas.
  • 23:33 WIB. Jokowi - Hasil survei internal, elektabilitas di Pekanbaru hanya 42%.

Menristekdikti Sebut Pengelolaan Air Warga Bisa Kalahkan PDAM

Foto Berita Menristekdikti Sebut Pengelolaan Air Warga Bisa Kalahkan PDAM
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan purwarupa produk Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Kelurahan Bulusan, Kota Semarang.

"Sebagai menteri, saya ingin berkontribusi kepada lingkungan saya agar warga bisa menikmati air bersih," kata Nasir dalam sambutannya sebelum meresmikan CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Semarang, Sabtu.

CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air yang diresmikan Nasir memang berada di lingkungan tempat tinggal pribadinya di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sebelum menjadi menteri, Nasir merupakan salah satu dosen di Universitas Diponegoro Semarang dan sudah terpilih untuk menjabat sebagai rektor di perguruan tinggi tersebut.

"Sebelum dibor, sudah diteliti terlebih dahulu sumber airnya menggunakan teknologi sensor gamma ray well logging dari Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN," jelasnya.

Menurut Nasir, teknologi tersebut dipergunakan untuk mendeteksi apakah di tanah tersebut terdapat kandungan uranium atau minyak hingga kedalaman 1.000 meter.

"Saat dilakukan pengeboran, ternyata banyak batu. Hingga kedalaman 120 meter sudah bertemu batu api. Kalau diteruskan akan keluar gas atau uranium," katanya.

Bila itu terjadi, maka lokasi pengeboran bisa menjadi tambang gas dan warga diharuskan pindah sehingga tidak akan bisa memanfaatkan air dari sumur yang sudah dibor tersebut.

Dari penelitian terhadap sumur, airnya bisa dikonsumsi hingga 87 tahun. Air yang ditemukan juga bukan air tanah permukaan, sehingga tidak akan mengganggu sumur yang kedalamannya lebih rendah.

"Air tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi 'reverse osmosis alkaline' yang bisa menghasilkan pH 8 hingga 9,5. Bisa langsung diminum dan sangat baik bagi penderita penyakit ginjal, apalagi yang sehat," tuturnya.

Nasir berpesan keberadaan instalasi sumur dalam dan pengolahan air itu bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh warga. Bahkan, bukan tidak mungkin bila dikelola dengan baik, bisa mengalahkan perusahaan daerah air minum.

"Investasinya mahal. Ini merupakan pemberian Kementerian untuk rakyat demi mendapatkan air yang sehat," katanya.

Tag: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Mohamad Nasir

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00