Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:22 WIB. Infrastruktur - Astra Infra mengincar proyek tol di jalur Trans Jawa.
  • 11:20 WIB. Ekonomi - Sektor konsumsi akan diandalkan pemerintah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2020.
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,31% ke level 5.925,42 di awal sesi I. 
  • 08:56 WIB. BRI Agro - BRI Agro akan menerbitkan saham baru maksimal 3 miliar saham dengan skema HMETD.
  • 08:55 WIB. Internasional - Ekonomi Singapura tumbuh 3,8 persen pada kuartal I 2019.
  • 08:14 WIB. PLN - Power Bank jumbo milik PLN suplai Listrik acara Jakarta Fair Kemayoran 2019.
  • 08:13 WIB. PLN - PLN suplai listrik ke industri tambang bauksit Antam di Sanggau Kalbar.
  • 08:11 WIB. PLN - PLN menambah kapasitas setrum 141,53 MW sepanjang kuartal-I 2019.
  • 08:09 WIB. Transportasi - Pegadaian, Garuda, PTPN III, & Taspen bekerja sama dalam penerbangan Jakarta-Denpasar.

Menristekdikti Sebut Pengelolaan Air Warga Bisa Kalahkan PDAM

Menristekdikti Sebut Pengelolaan Air Warga Bisa Kalahkan PDAM - Warta Ekonomi
WE Online, Semarang -

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan purwarupa produk Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Kelurahan Bulusan, Kota Semarang.

"Sebagai menteri, saya ingin berkontribusi kepada lingkungan saya agar warga bisa menikmati air bersih," kata Nasir dalam sambutannya sebelum meresmikan CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Semarang, Sabtu.

CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air yang diresmikan Nasir memang berada di lingkungan tempat tinggal pribadinya di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sebelum menjadi menteri, Nasir merupakan salah satu dosen di Universitas Diponegoro Semarang dan sudah terpilih untuk menjabat sebagai rektor di perguruan tinggi tersebut.

"Sebelum dibor, sudah diteliti terlebih dahulu sumber airnya menggunakan teknologi sensor gamma ray well logging dari Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN," jelasnya.

Menurut Nasir, teknologi tersebut dipergunakan untuk mendeteksi apakah di tanah tersebut terdapat kandungan uranium atau minyak hingga kedalaman 1.000 meter.

"Saat dilakukan pengeboran, ternyata banyak batu. Hingga kedalaman 120 meter sudah bertemu batu api. Kalau diteruskan akan keluar gas atau uranium," katanya.

Bila itu terjadi, maka lokasi pengeboran bisa menjadi tambang gas dan warga diharuskan pindah sehingga tidak akan bisa memanfaatkan air dari sumur yang sudah dibor tersebut.

Dari penelitian terhadap sumur, airnya bisa dikonsumsi hingga 87 tahun. Air yang ditemukan juga bukan air tanah permukaan, sehingga tidak akan mengganggu sumur yang kedalamannya lebih rendah.

"Air tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi 'reverse osmosis alkaline' yang bisa menghasilkan pH 8 hingga 9,5. Bisa langsung diminum dan sangat baik bagi penderita penyakit ginjal, apalagi yang sehat," tuturnya.

Nasir berpesan keberadaan instalasi sumur dalam dan pengolahan air itu bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh warga. Bahkan, bukan tidak mungkin bila dikelola dengan baik, bisa mengalahkan perusahaan daerah air minum.

"Investasinya mahal. Ini merupakan pemberian Kementerian untuk rakyat demi mendapatkan air yang sehat," katanya.

Tag: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Mohamad Nasir

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31