Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pengembang Aruba Residence Depok Larang PLN Sambungkan Listrik Warga

Foto Berita Pengembang Aruba Residence Depok Larang PLN Sambungkan Listrik Warga
Warta Ekonomi.co.id, Depok -

Pengembang perumahan mewah Aruba Residence di Jalan Pemuda Depok memutus aliran listrik secara sepihak terhadap tujuh rumah sejak Rabu (12/9), dengan cara memutus jaringan listrik melalui panel dan menggembok boks panel tersebut.

"Hingga malam ini, petugas PLN belum bisa menyambung kabel di panel dekat rumah warga," kata juru bicara warga, Vid Adrison di Depok, Minggu.

Akibatnya puluhan warga Aruba Residence ini menyalakan lilin bersama. Aksi damai ini sebagai peringatan 10 hari pemutusan listrik sebagian warga di perumahan mewah itu. Dikatakannya, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke PLN namun petugas PLN dihalangi oleh pihak keamanan untuk masuk area perumahan. Pihak developer mengancam menuntut PLN jika menyambung kembali aliran listrik pelanggan.

PLN menyarankan dibuatkan laporan pengaduan ke Polres Depok agar dapat ditindaklanjuti. Ia menjelaskan pemutusan aliran listrik ini dilatarbelakangi karena ketidakcocokan antara pengembang dengan warga di lingkungan RT 05/RW 08 Kelurahan Depok Kecamatan Pancoranmas.

Pengembang masih merasa memiliki hak pengelolaan, sementara warga menginginkan swakelola karena tindakan wanprestasi pengembang terhadap pengelolaan fasilitas perumahan. Masalah makin rumit saat pengembang menaikkan sepihak Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Harga IPL naik dari Rp200 ribu per rumah per bulan menjadi rata-rata Rp1 juta per rumah per bulan. Akibat kesewenangan makanya warga memilih tidak membayar IPL sampai ada kata sepakat, dan meminta Pemda untuk mengambil alih PSU sesuai dengan Perda 14 Tahun 2013. Setelah ada protes, IPL warga kemudian turun menjadi rata-rata Rp700 ribu per bulan.

"Warga sama sekali tidak dilibatkan dalam menentukan biaya IPL, dan juga banyak komponen yang menjadi tanggung jawab pengembang dibebankan ke warga, misalnya gaji pengelola yang jumlahnya cukup besar" katanya.

Padahal, dalam berita acara serah terima rumah antara pengembang dengan konsumen, salah satu poin menjelaskan bahwa apabila di kemudian hari perhimpunan penghuni telah dibentuk, dan dari pihak perhimpunan penghuni menginginginkan untuk mengelola sendiri, maka besaran iuran akan ditentukan bersama oleh perhimpunan penghuni.

Kuasa Hukum warga, Wahyu Hargono, mengatakan adanya peristiwa pengrusakan jaringan yang megakibatkan putusnya aliran listrik di perumahan Aruba ini membuktikan bahwa developer bertindak sewenang-wenang dimana tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar hukum dan hak asasi warga bahkan merupakan tindak pidana.

"Kami telah membuat laporan polisi bahkan telah meminta mediasi DPRD Kota Depok dan Pemkot Depok," katanya.

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56