Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Naikkan Kuantitas Ekspor, Kemendag Manfaatkan Jamaah Haji dan Umrah

Foto Berita Naikkan Kuantitas Ekspor, Kemendag Manfaatkan Jamaah Haji dan Umrah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perdagangan menggandeng Kementerian Agama sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi melalui pemanfaatan pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi. Untuk merealisasikan hal ini, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, telah melayangkan surat ke Menteri Agama agar potensi ekspor ke Arab Saudi dapat segera dimanfaatkan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda, bahwa besarnya jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya membuat pemenuhan kebutuhan para jemaah ini menjadi peluang yang sangat baik untuk meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia,

"Kemendag akan membantu menyiapkan produk-produk yang dibutuhkan melalui para pelaku usaha/eksportir yang bekerja sama dengan KADIN atau asosiasi pengusaha. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak terkait agar rencana ini dapat segera dilaksanakan," kata Arlinda dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Senin (24/09/2018).

Beberapa komponen kebutuhan yang dapat dipasok dari Indonesia di antaranya adalah kebutuhan makanan dan minuman, bus untuk transportasi darat, dan perlengkapan penginapan.

"Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Namun, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah menentukan mekanisme pelaksanaan di lapangan. Kuota jumlah jemaah haji Indonesia meningkat setiap tahun," tambah Arlinda.

Pada tahun 2017, jumlahnya mencapai 221 ribu orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan perluasan daya tampung Masjidil Haram. Pemerintah telah mengajukan permohonan tambahan kuota jemaah haji kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebesar 29 ribu orang. Jika disetujui, jumlah jemaah haji Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 250 ribu orang. Sedangkan jumlah jemaah umrah Indonesia setiap tahunnya tercatat sejumlah 1,1 juta orang.

Kerja sama kedua kementerian ini penting dilakukan karena terjadi penurunan tren ekspor Indonesia ke Arab Saudi periode tahun 2013–2017 sebesar 8,98% serta penurunan tren neraca perdagangan Indonesia. Saat ini, mekanisme pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia dilakukan melalui penunjukan langsung dengan sistem seleksi. Melalui mekanisme tersebut, Kemendag berharap agar Kemenag dapat mendorong perusahaan penyedia jasa di Arab Saudi yang ditunjuk untuk menggunakan produk-produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan para jemaah.

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Agama

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Ahmed Jadallah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00