Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Dari Mata Air, Pengusaha Ini Sukses Jadi Miliarder

Foto Berita Dari Mata Air, Pengusaha Ini Sukses Jadi Miliarder
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dari sebuah mobil tangki yang beroperasi mengisi air minum ke depot-depot isi ulang air minum galon, Fenny Ruruh (63) bersama sang suami, Nusjun Wakari (68) menjalankan usaha kecil-kecilannya tersebut di kampung halaman, Minahasa, Sulawesi Utara.

Seiring berjalannya waktu, usaha Fenny pun dilirik oleh Departemen Perindustrian, yang kemudian menyarankan agar mata air yang terletak di belakang rumahnya dapat dimanfaatkan secara lebih, dengan membuatnya menjadi air minum kemasan. Akhirnya, dengan bantuan dari Kementerian Perindustrian berupa mesin air minum kemasan, ia pun bersedia untuk memulai usaha air minum kemasan gelas.

Namun Fenny mengaku tidak hanya mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha, melainkan dana yang akan menjadi modal awal baginya untuk memulai usaha air minum kemasan tersebut. Kemudian tepat di tahun 2011, Fenny memberanikan diri untuk mengajukan pinjaman ke LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah) Kementerian Koperasi dan UKM, yang menurutnya tidak memerlukan banyak persyaratan, dengan jumlah Rp750 juta.

Dengan modal usaha yang diperolehnya dari LPDB-KUMKM  tersebut, ia pun mulai membangun pabrik air minum kemasan.

“Karena kalau kita mendapat bantuan mesin, kita harus punya pabriknya juga. Jadi setelah pabrik itu selesai, kemudian mesinnya datang, dan juga kita membeli genset. Bantuan dari LPDB itu kita gunakan untuk membangun gedung pabrik dan membeli genset,” ungkap Fenny beberapa waktu lalu di kedimannya, Minahasa, Sulawesi Utara.

Dari sanalah kemudian Fenny bersama sang suami, Nusjun Wakari (68) memulai usaha air minum kemasan gelas yang mereka labeli dengan nama Venustar.

Di awal bisnisnya, Fenny mengaku kesulitan dalam hal pemasaran. Sehingga stok air minum produknya seringkali menumpuk di gudang pabrik. Pasalnya, target pasar Venustar masih dikuasai oleh merek-merek besar. Namun tantangan bisnis ini tidak lantas membuatnya patah semangat, karena ia mengakui bahwa untuk bersaing dengan brand  ternama dan produk daerah yang sudah lebih dulu ada di pasaran bukanlah hal yang mudah.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Fenny mengakalinya dengan menjual produk air minum kemasannya di bawah harga rata-rata air minum kemasan yang beredar di wilayah Sulut, seperti Gorontalo, Sanger, Kotamubagu, Manado, Ternate, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan berbagai kota lainnya di Sulut. Selain itu, Fenny juga terus melakukan sosialisasi mengenai produknya tersebut ke pasar. Selama satu tahun ia melakukan sosialisasi hingga akhirnya mampu Venustar kini telah mampu mendistribusikan air minum kemasan hingga

Bisnis air minum kemasan Fenny pun berkembang pesat hingga saat ini. Dalam satu hari Venustar dapat memproduksi sekitar 500 dus air minum kemasan gelas, dan mampu memasarkan hingga 12.500 dus per bulan. Maka omset yang diperoleh setiap bulannya mencapai sekitar Rp162 juta atau hampir Rp2 miliar per tahun.  Sementara untuk mendistribusikan air minum ke depot-depot isi ulang Venustar mampu mengirimkan air hingga 8 tangki dalam sehari.

Kedepan, Fenny berencana untuk memasarkan Venustar ke pasar yang lebih luas yaitu ke luar dari wilayah Sulawesi Utara.

Tag: Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi