Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:10 WIB. Pertamina - Dalam rangka hari Kartini, Pertamina beri diskon elpiji jenis bright gas. 
  • 18:26 WIB. Cawapres - Sandiaga jalani pemeriksaan darah dan urine. 
  • 18:25 WIB. BMW - Ratusan ribu mobil di China ditarik oleh produsennya, BMW. 
  • 14:51 WIB. Lenovo - Lenovo Z6 Pro bisa motret foto 100 MP.
  • 14:49 WIB. Indosat - Indosat sebar internet pakai infrastruktur langit.
  • 14:48 WIB. Xiaomi - Xiami siapkan smartphone bertenanga Snapdragon 855 dengan kamera pop-up yang akan dirilis akhir tahun.
  • 14:47 WIB. Huawei - Huawei resmi pasarkan P30 di Indonesia.
  • 14:47 WIB. Hoaks - Hoaks serang KPU meningkat pascapemilu.
  • 14:46 WIB. Pemilu 2019 - KPU salah input, netizen teriak #SaveOurDemocracy.

SBY Dukung Nomor Urut 1, Wah Pecah Koalisi?

SBY Dukung Nomor Urut 1, Wah Pecah Koalisi? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan Ketum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung pasangan nomor urut 1 beredar di media sosial. Hal itu, dinarasikan seolah-olah SBY mendukung pasangan nomor urut 1 di Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD, Ferdinand Hutahaean, menegaskan video tersebut dipotong dan disunting sedemikian rupa sehingga merugikan SBY. Padahal partai berlambang mercy mengusung pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Partai Demokrat merasa dirugikan oleh para pendukung Pak Jokowi di media sosial yang terus mendukung Jokowi dengan berita hoax dan fitnah dengan mencatut nama SBY," ujarnya di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Video tersebut tak hanya beredar di media sosial, tapi juga di grup aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video dukungan berdurasi singkat itu, SBY memang menyatakan dan meminta masyarakat mendukung paslon nomor 1. Akan tetapi, video itu dipotong sehingga menghilangkan pesan yang sebenarnya.

"Kami nyatakan dan klarifikasi bahwa video tersebut adalah video dukungan kepada salah satu pasangan calon gubernur yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2015 lalu. Jadi bukan dukungan ke Jokowi," jelasnya.

Ia menambahka, sayangnya video tersebut diedit dan dipotong, sehingga pesan yang disampaikan tidak utuh. Apalagi ditambahi narasi seolah mendukungan Jokowi-Ma'ruf. Karena itu, ia meminta Jokowi mengingatkan pendukungnya agar tidak menggunakan hoax.

"Teguran Jokowi sangat perlu kepada pendukungnya, kecuali Jokowi menikmati hoax itu supaya juga tidak muncul dugaan bahwa jangan-jangan malah tim Pak Jokowi yang memfasilitasi editing video tersebut," terangnya.

Tag: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10